tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI

Minggu, 01 Juni 2008

SR Edisi 45 Model MO Word

Fokus


Bambang Sadono dan Bibit Waluyo bersaing ketat rebut Kursi Gubenur
Semarang, Suara Rakyat.-
Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) dalam hal ini Pilgub Jateng yang akan digelar 22 Juni mendatang, memberikan kebebasan sepenuhnya bagi masyarakat pemilih untuk menentukan siapa kandidat kepala daerah yang akan mereka pilih.
Kandidat yang akan dipilih masyarakat menjadi sangat tergantung pada popularitas (keterkenalan) yang bersangkutan di masyarakat pemilihnya. Tingkat popularitas para kandidat itu bisa diukur dengan metode ilmiah yang akurat, yakni survei popolaritas bagi kandidat.
Hasil survei tersebut dapat menjadi masukan amat penting untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat sekaligus untuk menghadapi masa kampanye yang akan segera dilakukan. Hasil survei juga membimbing kandidat dan tim sukses tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilih dalam Pilkada nanti.
Data survey terakhir perolehan suara Pilgub Jateng diprediksi bersaing ketat antara cagub dari PDI-P dan Partai Golkar. Selisih suara hanya sekitar 0,4%. Jika pilgub harus berlangsung dua putaran, pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih yang diusung PDI-P diunggulkan. Menyusul Bambang Sadono-Muhammad Adnan yang diusung Partai Golkar, yang diperkirakan bakal lolos ke putaran penentuan.
Itulah salah satu kesimpulan hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Nasional (LSN) bekerja sama dengan Lembaga Studi Teranova yang dilaksanakan 2-13 Mei 2008 di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah. Total responden survei ini adalah 571 orang dengan margin of error + 4,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.
Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry di Jakarta, Selasa (27/5) dalam konfrensi Pers-nya, mengatakan, survei menunjukkan 26,7% publik mengaku akan memilih pasangan Bibit-Rustri. Pasangan itu bersaing ketat dengan Bambang-Adnan (26,3%).
Di tempat ketiga adalah pasangan yang didukung PPP dan PAN, Muhammad Tamzil-Abdul Rozaq Rais (10,9%), disusul calon Partai Demokrat dan PKS Sukawi Sutarip-Sudharto (10,4%). Kemudian pasangan dari PKB Agus Suyitno-Abdul Kholiq Arif (1,9%).
Sementara 23,9% publik menyatakan rahasia atau belum memutuskan akan memilih pasangan yang mana.
Dikatakan, berdasarkan hasil survei LSN terlihat bahwa faktor popularitas figur akan sangat menentukan kemenangan kandidat dalam Pilgub Jateng. Bambang Sadono dan Bibit Waluyo terbukti sebagai cagub terpopuler di Jateng.Menurut Umar, PKB yang memperoleh suara signifikan dalam Pemilu 2004 di Jateng nampaknya harus menerima dampak kemelut partai yang berkepanjangan.
Pasangan Agus-Kholiq hanya dipilih oleh 1,9% responden. Ini jauh di bawah perolehan suara PKB dalam Pemilu 2004 di Jateng. Bisa jadi swing voters (mereka yang belum memutuskan pilihan) sebesar 23,9% adalah konstituen PKB yang bingung menentukan pilihan akibat konflik partai yang merembet hingga tingkat daerah.
Survei LSN juga menemukan fakta 92,8% publik mengaku sudah mengetahui akan hajatan Pilgub Jateng pada 22 Juni yang akan datang.(Roes)




Fokus Samping
Yakin menang satu Putaran


Semarang, Suara Rakyat.-
Partai pemenang Pemilu 2004, PDI-P, berusaha agar Pilgub Jateng 22 Juni mendatang hanya satu putaran. Untuk itu para kader digenjot agar jagonya, Bibit Waluyo-Rustriningsih bisa meraih 30% suara.
Ketua Tim Sukses Bibit-Rustri, Murdoko, mengatakan target satu putaran harus didapatkan, mengingat dilihat dari peta basis massa di 35 kabupaten/kota, PDI-P unggul di 22 daerah.
’’Saya yakin di 22 daerah PDI-P masih solid untuk memenangkan Bibit-Rustri. Baik kader maupun simpatisan, siap memenangkan calonnya yang juga kader dari partai,’’ kata Ketua DPD PDI-P Jateng itu, Minggu (25/5).
Daerah yang menjadi basis massa ada di eks karesidenan Surakarta, Banyumas dan Kedu. Selain itu Kabupaten Brebes, Batang, Kota Tegal, Grobogan, Kabupaten Semarang, Kabupaten/Kota Magelang dan Salatiga.Murdoko menjelaskan, dalam pilgub nanti setidaknya PDI-P harus meraup suara antara enam atau tujuh juta pemilih.
Hal itu didasarkan pada estimasi bila dari 26 juta pemilih yang benar-benar menggunakanhak suaranya 17-18 juta orang.(Roes)

DEMOKRAT INGIN KADERNYA SANTUN
Fungsionaris DPP Partai Demokrat (PD) Ignatius Mulyono meminta kader partainya dan para relawan pasangan cagub dan cawagub Sukawi-Sudharto tdk terpancing dengan maraknya kampanye hitam. Dia meminta masalah itu ditanggapi secara santun.
“Yang terpenting kita lebih dekat dengan masyarakat bawah. Mengenai isu yang menyudutkan mari disikapi dengan arif dan santun,” ujar saat memberikan sambutan dalam konsolidasi ranting PD se-Kabupaten Pati, minggu (25/5).
Acara dihadiri jajaran pengurus DPD Jateng HA Dani Sriyanto SH, dan Ir Sadewo. Ratusan kader PD Pati dari pengurus ranting, DPAC, hingga PDRI (Perempuan Demokrat RI) juga hadir.
Mulyono mengatakan, belakangan iklim politik di Jateng memang meningkat. Untuk itu para kadernya diminta untuk merapatkan barisan memenangkan pasangan yang diusung PD-PKS itu. Para kadernya juga diminta memperbanyak silaturohmi dengan masyarakat dan membuang jauh kesan elistis.(Roes)

Bambang Berusaha Rangkul Mahasiswa
Semarang, Suara Rakyat.-
Calon Gubernur Bambang Sadono terus melakukan tebar pesona untuk mendapatkan dukungan masyarakat.Kandidat yang berpasangan dengan Ketua PWNU Jateng M Adnan tersebut menyambangi peserta aksi mogok makan menolak kenaikan BBM di depan Kampus Undip, Semarang, Kamis (29/5).
Sementara kondisi mereka nampak semakin lemah. Ketua DPD Golkar Jateng tersebut menilai, pemerintah sebaiknya membuka pintu dialog dengan para mahasiswa terkait masih gencarnya penolakan kenaikan BBM di berbagai daerah.Sebab, jika pemerintah menutup diri,dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak yang lebih besar dan akhirnya merugikan bangsa ini.
‘’Saya pikir sudah seharusnya pemerintah membuka dialog dengan berbagai elemen mahasiswa maupun buruh yang turun ke jalan. Dialog itu dapat membuka cakrawala pandang masing-masing pihak sehingga pemerintah dapat menjelaskan kebijakannya, dan mahasiswa pun dapat memperjuangkan aspirasinya,’’ ujarnya kepada para peserta aksi.(Roes)




Pemkab Blora Pelajari APBD Kukar
APBD Kukar Capai Rp 5,5 Trilyun/Tahun
Tenggarong, Suara Rakyat,-.

Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan Pemkab Blora, Jawa Tengah, Senin (19/5) kemarin. Kunjungan dipimpin Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo itu diterima Asisten II Setkab Kukar Hafidz Anwar di ruang Eksekutif Bupati Kukar. Bupati Blora Yudhi Sancoyo ke Kukar bersama Asisten II Setda Blora H Umartono, Kepala Dipenda Blora H Heru Sutopo, SH dan beberapa pejabat teras terkait lainnya. Keunggulan Kukar dibanding daerah lain yang ingin diketahui adalah soal Pendapatan Asli daerah (PAD) dan bagi hasil migas. Seperti diketahui bahwa APBD Kukar 2007 sebesar Rp 4,7 triliun hanya memiliki APBD Rp 68 miliar. Sedangkan APBD Kukar 2008 sebesar Rp 5,5 triliun dengan target PAD di bawah Rp100 miliar.
Disebutkan pula, Kukar dulu namanya Kabupaten Kutai dan luas daerahnya satu setengah kali Pulau Jawa. Namun setelah era otonomi daerah (Otda) 2000 di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Syaukani-Samsuri, namanya berganti menjadi Kukar. Lantaran Kutai dipecah menjadi empat wilayah kabupaten dan kota, mencakup Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kota Bontang dan Kukar sebagai pusat pemerintahan.
Sejak kepemimpinan Syaukani-Samsuri Pemkab Kukar memiliki program pembangunan namanya Gerbang Dayaku. Program tersebut merupakan landasan pembangunan di segala bidang dan memiliki tiga program unggulanHafidz juga menjelaskan bahwa selama ini Kukar masih mengantungkan pendapatan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pusat. Sementara inisiatif menggali potensi daerah masih sangat lemah. Seperti hasil pajak, retribusi, hasil perusahaan milik daerah dan kekayaan milik daerah lainnya. Peningkatan PAD Kukar mulai 2004 terus berupaya mengalami peningkatan. "Untuk 2004 berhasil menggenjot PAD Rp 32 miliar dan 2006 naik manjadi Rp 53 miliar. Terakhir, 2007 memperoleh PAD sebesar Rp 68 miliar sesuai target ditetapkan," tambah Hafidz. (Ss/Sapos)




Tim Sukses Wanita Mulai Bergerak
Blora, Suara Rakyat,-
Pernik jelang Pilgub yang akan digelar 22 Juni 2008 mendatang memang patut kita ikuti dari waktu kewaktu. Para anggota Tim Sukses masing-masing calon gubenur dan wakil gubenur jateng menggunakan berbagai cara agar menarik simpati masyarakat agar memilih pasangan yang mereka usung.
Seperti wakil ketua DPC PDIP Blora, Dra Dwi Astutik Muryo tak segan-segan turun kedesa ataupun daerah luar Blora, untuk sosialisasi Bibit- Rustriningsih kandidat Cagub dan Cawagub yang diusung partai Banteng bermoncong putih ini. “Setiap ada kesempatan baik di Blora ataupun di Luar kota misalnya Semarang atau Solo dan kota lainnya saya sosialisasikan pasangan Bibit-Rustri”, jelassnya.


Menurut Tutik berdasar dari 2 pemilu yang lalu dijateng PDIP selalu unggul, ditambah lagi Wabup wanita satu-satunya yang mewarnai persaingan kursi Jateng satu, makin membuatnya makin optimis. “Kodok jero bathok, wong wedok dukung wong wedok”, kata Wakil ketua DPC PDIP yang membidangi Pemberdayaan Perempuan ini.
Dengan semboyan itulah Tutik mengaku pilihan para wanita di Jateng yang presentase pemilihnya lebih banyak dari Pria, akan menjatuhkan pilihannya pada Rustriningsih. “Pemilih wanita diJateng lebih besar dari pemilih Pria itulah yang nantinya akan menambah pundi suara pak Bibit dan Bu Rustriningsih”, tandas Tutik.


Sementara itu Sri Handayani SH salah satu Tim Sukses BS-Adnan yang membidangi bagian Hukum dan Ham DPD Partai Golkar Blora , kepada SR justru berpendapat lain. Dia tambah yakin pasangan BS akan menggungguli yang lain.
“Setelah saya ikut berkeliling keluar kabupaten Blora ternyata suara pak Bambang Sadono Cukup signifikan di Jateng, sehingga kami makin yakin beliau akan Unggul”, katanya.
Menurut Handayani hal itu dikarenakan sosialisasi di Jateng yang dilakukan Bambang Sadono yang cukup panjang, jauh hari sebelum ada wacana pilgub.


“Disamping itu figur pak Bambang, yang juga mantan wartawan dikenal dekat dengan rakyat”, jelasnya. Ketika ditanya adanya calon wanita dari partai lain yang maju dalam Pilkada Jateng, Dia hanya berargumentasi singkat.


“Saya percaya masyarakat Jateng sudah dewasa dalam berpolitik, mereka akan memilih calon mana yang kedekatan dengan rakyat paling tinggi”, tandas Handayani. (Roes)




Pinpred Tabloid SR Bersama Bupati Bojonegoro saat Ikuti Pamera IPA di JCC - Jakarta

Laporan dari Konvensi dan Pameran Indonesia Petroleum Association (IPA) di Jakarta, 26-29 Mei 2008
ATASI KRISIS MINYAK, GENJOT PRODUKSI
Jakarta, Suara Rakyat,-
Perkumpulan perusahaan migas nasional dan internasional yang mempunyai kontrak kerja di Indonesia menggelar konvensi dan pameran selama ke-32 selama tiga hari, 27-29 Mei di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta. Berikut laporan Pemimpin Redaksi Tabloid Suara Rakyat, Siswanto, S.Pd yang mengikuti kegiatan tersebut, yang terbagi di halaman ini (2 berita) dan halaman Blok Cepu (halaman 13).
Sebanyak 113 perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas membuka stand di Konvensi dan Pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut. Acara dibuka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Prof Dr Purnomo Yusgiantoro, Selasa (27/5) di JCC. Kepada SR, Purnomo menyatakan Indonesia saat ini sedang menghadapi tuntutan energi yang semakin besar sehingga dibutuhkan startegi agar dunia terutama Indonesia bisa menyelesaikan tuntutan tersebut.
Sedangkan Roberto Lorato selaku Presiden IPA menyatakan konvensi dan pameran diikuti oleh perusahaan migas, media serta perusahaan jasa dan konsultan dari seluruh penjuru dunia. Menurut Lorato tercatat ada beberapa perusahaan multinasional yang mengikuti kegiatan tersebut, diantaranya Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI), Chevron, Total E&P, Medco, Pertamina, dan Santos.
Pembicara hadir dan menyampaikan materi diantaranya Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Ketua Komisi VII DPR RI (Bidang Pertambangan) Airlangga Hartarto, Dirjen Migas Luluk Sumiarso, Dirut Pertamina Ari H Soemarno, dan Presiden dan GM Exxon Mobil Oil Indonesia Terry S Mcphail.
Investasi Rp 2 Trilyun
Selain konvensi dan pameran, Kementerian ESDM juga mengumumkan lima pemenang tender di wilayah kerja migas untuk tahun 2008. Wilayah kerja migas untuk tahun 2008 yang ditenderkan adalah wilayah South Barito, Rangkas, South East Palung Aru, West Timur, dan Kasuri. Para pemenang ternder secara berurutan adalah Murphy Overseas Ventures Inc, Lundin Oil & Gas B.V, Konsosium CNOC dan Petronas, Eni Indonesia Ltd, dan Genting Oil & Gas Ltd.
Total inverstasi dari lima perusahaan tersebut sebesar US$ 201, 45 juta atau setara dengan dengan Rp 2 trilyun selama tiga tahun pertama. Sedangkan untuk pemerintah sendiri mendapatkan bonus tandatangan (Signature Bonus) sebesar US$ 24,40 juta atau setara dengan 240 Miliar. (Ss)
BEKAS LAUT DANGKAL, DASAR TANAH BANYAK KARANG
Jakarta, Suara Rakyat,-
Tiga kabupaten di wilayah konsesi Blok Cepu ternyata dulunya adalah laut dangkal, sehingga ketika dilakukan pemboran banyak ditemukan karang dan air yang keluar terasa asin. Demikian disampaikan Bagian Eksplorasi Mobil Cepu Limited. Ltd (Anak perusahaan Exxon Mobil) Agung Budi Cahyono kepada SR, Rabu (28/5) di Stand Exxon Mobil Gedung JCC Senayan Jakarta.
Menurut Agung hingga saat ini telah dilakukan empat pemboran di Lapangan Banyuurip Kabupaten Bojonegoro dan dipastikan minimal 350 juta barel minyak ada disana.
Lebih lanjut Agung menjelaskan pemboran tersebut sudah sampai kedalaman 2000 meter (2 km) sehingga dia meyakini jumlah cadangan tersebut. Namun demikian dirinya juga menyebutkan jumlah ini sebagai angka minimal karena paling tidak pihaknya akan melakukan 50 pemboran untuk mengetahui jumlah cadangan seluruhnya. “Minimal dilakukan pemboran 50 kali untuk mengetahui cadangan keseluruhan, ini sekarang yang sedang kami lakukan,” terangnya.
Menurutnya dengan cadangan minimal 350 juta barel maka jika diproduksi tahun ini, lapangan tersebut akan mampu bertahan hingga 20 tahun yang akan datang. Hitungannya akhir tahun ini diproduksi 20 ribu barel per hari sampai tahun 2011, sedangkan mulai tahun 2012 produksi akan mencapai 165 ribu barel per hari.
Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo kepada SR di sela-sela konvensi menyatakan pihaknya berharap Blok Cepu segera diproduksi akhir tahun ini. Setelah mengadakan beberapa koordinasi dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan pihak Exxon Mobil dirinya mendapat informasi bahwa akhir tahun ini Blok Cepu akan dieksploitasi sehingga menghasilkan minyak 20 ribu barel per hari. Disinggung bulan apa dimulai, pihaknya belum mendapat jawaban secara pasti. “Pemerintah dan Exxon Mobil menyatakan akhir tahun ini Blok Cepu sudah memproduksi minyak,” papar bupati yang sederhana ini kepada SR.
Bupati Bojonegoro Suyoto yang ditemui SR usai konvensi mengharapkan apa yang diputuskan dan apa yang saat ini dikerjakan Exxon Mobil di wilayahnya akan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat. “Kami akui Community Development dari Exxon Mobil sudah berjalan di Bojonegoro, namun untuk masalah tenaga kerja lokal masih minim sekali yang dilibatkan, mungkin karena pekerjaan masih minim,” terangnya pria yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur tersebut. (Ss)
Panwas tertibkan atribut Pilgub
Cepu, Suara Rakyat.-
Sejak dilantik, Panwas Pilgub Kecamatan Cepu telah dua kali melakukan sweeping untuk membersihkan atribut-atribut peserta Pilgub Jateng, demikian dikatakan Ketua Panwas Kecamatan Cepu, Ahmad Rohadi SHI kepada SR,Kamis (29/5). "Panwas Kecamatan Cepu sangat tegas terhadap peserta Pilgub yang melanggar," tambahnya. Ucapan itu ia buktikan dengan berbagai tindakan nyata seperti mencopoti atribut-atribut calon peserta Pilgub yang marak dipasang diberbagai tempat di Cepu. "Sebelum masa kampanye gambar atau atribut yang terpasang di jalan umum/protokol, tempat ibadah,instansi, sekolah dan tempat yang mengganggu ketertiban umum kami copoti semua tanpa pandang bulu," katanya. Ketua Panwas yang masih lajang ini mengaku tak membeda-bedakan perlakuan kepada semua kandidat untuk menghindari diskriminasi. Langkah tegas ini diambil untuk menciptakan independensi, mandiri dan non partisan. "Kami berusaha bekerja secara transparan, jujur, adil dan tidak diskriminatif,"ujarnya. Pada operasi yang pertama, Sabtu (10/5) Panwas Cepu berhasil mencopoti satu baleho Bambang Sadono, satu baleho Tamsil, dua baleho dan satuspanduk Bibit-Rustri, lima spanduk Agus Suyitno, satu spanduk perserta independen (Sahid-Anto) dan tiga spanduk Sutawi-Sudarto. Gelombang kedua, Sabtu (24/5) berhasil mencopoti 12 baleho dan dua spanduk Bambang-Adnan, 14 baleho dan sembilan spanduk Bibit-Rustri dan tiga spanduk Agus Sutyino. "Tim sukses pihak terkait dapat mengambil barang-barang bukti di atas di sekretariat Panwas Cepu dua hari sebelum masa kampanye, dengan membawa surat tugas dari pimpinan dan dituangkan dalam berita acara pengambilan," jelas Roy, panggilan akrab Ketua Panwas Cepu. (Agt)
Hanya dengan Rp. 3000,- Bisa pakai Internet Bebas
Blora Suara Rakyat.-
Kebijaksanaan yang cukup menjanjikan bagi pendidikan dilingkungan SMAN 1 Blora telah digulirkan. SMA yang tertua di kabupaten Blora dibawah kepemimpinan Drs. Niyadi ini memberi kesempatan pada siswa untuk maju dan berkembang.
Ketika SR membuktikan langsung Jumat (30/5) sore hari, tampak didalam gedung berlantai II yang didirikan atas bantuan Ilusa, APBD Blora dan Sumbangan orang tua murid, tampak enam siswa asyik menggunakan fasilitas internet ini
“Kami diberi kesempatan Jum’at dan Sabtu untuk menggunakan internet sekolah hanya dengan bayar Rp.3.000,- dan tidak dibatasi jamnya pada disore hari, ” kata Galih siswa kelas X SMAN 1 Blora.
Ketika ditanya apakah selalu rutin menggunakan kesempatan ini, dirinya mengaku rutin. “Mumpung ada kesempatan murah, yaa jelas kami manfaatkan,” kata siswa bernama lengkap Nitya Trusthaning Panggalih.
Sementara siswa wanita yang juga menggunakan fasilitas itu, kepada SR justru mengharap agar teman-temanya secara rutin memanfaatkan kesempatan ini. “Dengan memanfaat internet ini secara tidak langsung memberi tambahan pengetahuan yang luas bagi kami. Disamping harganya sangat murah bila disbanding di warnet, kita juga tidak dibatasi jam penggunaanya,” ungkap Nia diamini 2 teman lainnya.(Roes)
Pengunjuk rasa trobos paripurna,
Ali Mufiz tak dukung aksi demo harga BBM
Semarang, Suara Rakyat.-
Gubernur Jateng Ali Mufiz tak bersedia menerima spanduk penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan pengunjuk rasa dari Elemen Masyarakat Peduli Bangsa (Emas Bangsa), Senin (26/5) lalu.
Para pengunjuk rasa meminta Gubernur menyampaikan pernyataan sikap mereka ke pusat. Sementara itu Rapat Paripurna DPRD Jateng dikagetkan dengan masuknya pengunjuk rasa ke dalam ruangan. Para pengunjuk rasa langsung membentangkan spanduk sepanjang tiga meter bertuliskan Menolak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak. Penolakan Gubernur disampaikan saat menemui para pengunjuk rasa di teras Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang. ”Saya tak bersedia menerimanya,” kata Ali Mufiz.
Setelah menyatakan penolakan, Gubernur yang didampingi Sekda Pemprov Jateng Hadi Prabowo kemudian bergegas masuk ke dalam gedung. Puluhan aktivis Emas Bangsa berasal dari KAMMI, BEM Undip, dan BEM Unnes Semarang yang kecewa dengan sikap Gubernur serentak meneriakkan suara kekecewaan.
”Kami sangat kecewa dengan sikap Gubernur selaku bapaknya rakyat Jateng yang tak berpihak kepada masyarakat,” kata koordinator aksi Muhith Harahap. Sebelumnya Gubernur di hadapan para pengunjuk rasa menyatakan bahwa kenaikan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, lanjut Ali, pihaknya hanya menjalankan kebijakan tersebut. Dan pemerintah pusat juga telah memberikan penjelasan tentang kenaikan BBM itu. ”Pemerintah sudah ada upaya membantu rakyat miskin, seperti melalui bantuan langsung tunai (BTL),” ujar dia.
Dia menyadari dan dapat memahami demonstrasi yang digelar mahasiswa serta elemen masyarakat lainnya untuk kepentingan rakyat miskin. ”Tapi yang punya kewenangan menaikkan BBM adalah pemerintah pusat,” tukas dia.
Menurut pengunjuk rasa dari Emas Bangsa kebijakan menaikkan BBM sama dengan membunuh rakyat kecil, karena dilakukan di tengah-tengah kondisi masyarakat yang memprihatinkan.
Menurut Presiden BEM Undip Geri Setyawan, pemberian dana BTL kepada rakyat sebagai kompensasi kenaikan BBM suatu bentuk penyederhanaan masalah. ”BLT adalah suatu bentuk cuci tangan dari pemerintah yang mengindikasikan ketidakbecusan dalam menangani program pengentasan kemiskinan,” ujar dia.
Untuk itu, Emas Bangsa mendesak kepada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) membatalkan kenaikan harga BBM. Serta meminta kepada DPR menjalankan hak-haknya dalam rangka menurunkan harga BBM. Seusai melakukan orasi, aktivis Emas Bangsa membatalkan rencana menggelar mogok makan selama lima hari di teras Kantor Gubernuran Jateng.
Sementara itu, pengunjuk rasa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) membuat kaget peserta Rapat Paripurna DPRD Jateng lantai IV Gedung Dewan yang dipimpin Wakil Ketua Dewan HM Hasbi dan Hisyam Alie serta dihadiri juga Gubernur Ali Mufiz.
Mereka menerobos masuk ke dalam ruangan rapat dan langsung membentangkan spanduk yang dibawa sambil meneriakkan penolakan kenaikan harga BBM. Aksi yang berlangsung singkat itu, membuat gerah kalangan pejabat Pemprov yang hadir. ”Demonstrasi kok tak tahu tata tertib dan tempat,” ujar seorang pejabat. (Roes)
KPK Awasi Kekayaan 2.382 Pejabat di Jateng
Semarang, Suara Rakyat.-
Sebanyak 2.382 nama pejabat negara di Jateng kini masuk pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya harta kekayaan mereka yang terlampir dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) belum seluruhnya diserahkan ke komisi tersebut.
Wakil Ketua KPK M Jasin menyampaikan, sampai 19 Mei pejabat negara yang sudah melaporkan LHKPN 2.050 orang atau 86,06%. Dari jumlah itu, 294 laporan dalam proses pengolahan di KPK dan 1.756 telah dibuat dalam bentuk berita negara.’’Saya harapkan semua pejabat harus melaporkan LHKPN.
Laporan itu sebagai bentuk tanggung jawab atas pengelolaan keuangan seorang pejabat negara, apakah ada unsur korupsi atau tidak,’’ kata dia, Senin (26/5) di Semarang.
KPK saat ini sedang menyelidiki LHKPN pejabat negara di Pemkot Semarang, mulai dari wali kota, sekretaris daerah (Sekda) sampai asisten.Ada temuan indikasi penyalahgunaan kekayaan secara tidak wajar dari pejabat pemkot.
’’Ada pejabat, tidak perlu saya sebutkan, yang jelas telah melakukan penyalahgunaan kekayaan,’’ kata dia.
Selain pengawasan di Pemkot Semarang, KPK juga akan menyelidiki LHKPN para pejabat antara lain di Kabupaten Pati, Blora, Kudus dan Kota Solo. Sementara untuk anggota Dewan, dari 1.816 anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang sudah melaporkan LHKPN 1.738 orang atau 95,7%.
KPK sudah mengoreksi 1.675 laporan yang semuanya dibuat dalam berita negara. Yang dalam proses pengolahan 63 laporan.Menurut Jasin, bila dalam LHKPN terjadi penyimpangan, KPK akan menindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke daerah. (Roes)
PNS TERIMA BLT DIKENAI SANKSI.
Kendal, Suara Rakyat,-
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) telah digulirkan oleh Pemerintah. Pro dan Kontra menyangkut pelaksanaan pemberian BLT bermunculan. Banyak para Bupati dan Walikota yang menolak program pemerintah tersebut.
Berkenaan dengan pemberian BLT Plt Bupati Kendal Dra Hj Siti Nurmarkesi kepada sejumlah wartawan menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dengan program pemerintah dalam penyaluran BLT. Kita berada dalam wadah NKRI, jadi segala program yangdi keluarkan oleh pemerintah harus di dukung.Apalagi program ini bertujuan untuk membentu keluarga miskin.
Menurutnya untuk kabupaten Kendal pemberian BLT diberikan pada tahap ke II. Wakil Bupati menyatakan bahwa keluarga miskin di Kendal yang akan mendapatkan BLT akan mengalami penurunan.
Dalam pemberian BLT data yang digunakan adalah data tahun 2005 yang telah diferivikasi. Data tahun 2005 keluarga miskin yang mendapatkan BLT sekitar 96 000, setelah diferivikasi mengalami penurunan. Jumlahnya sekitar 74000.
Hal ini dikarenakan data tahun 2005 ada PNS dan keluarga yang mampu memperoleh BLT. Untuk tahun ini semua PNS yang sebelumnya memperoleh BLT sekarang tidak boleh memperoleh lagi.
“BLT harus benar-benar diberikan kepada keluarga yang benar miskin. Apabila masih ada PNS yang masih memperoleh BLT,” ungkap Nurmakesi.
Wakil bupati akan menindak tegas dengan memberikan sanksi tidak akan diberi tunjanngan. Apabila PNS masih memperoleh kupon pengambilan BLT harus mengembalikan atau menyerahkan kepada pihak desa untuk dilimpahkan kepada keluarga yang lebih membutuhkan. (IM)
Tabur Bunga Masyarakat Tionghoa Di TMP Cepu
Kebersamaan Akan Memperkuat Persatuan Bangsa
Cepu, Suara Rakyat.-

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang dipimpin oleh Ketua Umum Bigjen TNI (Pur) Tedy Jusuf mengadakan acara tabur bunga (nyekar) di Taman Makam Pahlawan Nusa Bakti, Nglajo Cepu, Kamis (22/5) lalu.
Menurut Tedy Juyuf acara tabur bunga merupakan wujud rasa nasionalisme kepada bangsa dalam rangka seabad kebangkitan nasional. "Tujuan acara ini selain memperingati 100 tahun kebangkitan bangsa juga untuk menggugah rasa kebangsaan orang-orang Tionghoa di Indonesia," katanya.
Di TMP Nusa Bakti terdapat makam seorang pejuang Indonesia yang berdarah Tionghoa, Lie Tiong Pik. "Diharapkan generasi muda dapat meneladani dan melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam rangka baktinya kepada nusa dan bangsa," tambah Tedy .
Kaum Tionghoa di Indonesia menyadari negara ini negara kita bersama dan merasa punya hak yang sama dalam bela negara.
"Orang Tionghoa itu tidak semua baik namun juga tidak semua jelek," ujarnya. Dia berharap kebersamaan dalam membangun negara akan memperkuat persatuan bangsa ini.
Sementara itu Danramil Cepu, Suwarno mendukung kegiatan langka ini. "Acara semacam ini akan menggugah jiwa pemuda/remaja agar peduli dengan jasa pahlawan, menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi muda dan menghormati jasa para pahlawan," katanya. (Agt)
Pengawalan Polisi bagi CAGUB-CAWAGUB Belum Dimanfatkan
Semarang, Suara Rakyat,-
Lima pasang calon gubernur (Cagub)-calon wakil gubernur (Cawagub) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng hingga kini belum ada yang meminta pengawalan polisi.
”Sejak ditetapkan sebagai Cagub-Cawagub Jateng, kami sudah menawarkan kepada mereka untuk mendapat pengawalan. Namun hingga kini mereka menyatakan belum perlu pengawalan polisi,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol FX Sunarno seusai rapat persiapan pelaksanaan Pilgub yang diikuti Muspida Jateng, di Semarang, Selasa (27/5).
Muspida Jateng yang hadir dalam acara itu, antara lain Gubernur Jateng Ali Mufiz, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro dan Kapolda Jateng Irjen Pol FX Sunarno, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Kadir Sitanggang.
Meskipun kelima pasang Cagub-Cawagub Jateng 2008 menyatakan belum memerlukan pengawalan aparat kepolisian dalam menjalankan aktivitasnya, kata Kapolda, anggotanya sudah siap melaksanakan tugas.
Menurut Kapolda Jateng, paling tidak nantinya setiap pasang Cagub-Cawagub yang akan mengikuti Pilgub Jateng 2008 ini akan mendapat pengawalan seorang ajudan saat menjalankan aktivitasnya. ”Saya sendiri kurang tahu alasannya (tak mau dikawal), tanyakan saja kepada lima pasang Cagub-Cawagub,” katanya dihadapan para wartawan.
Apakah belum bersedianya kelima pasang Cagub-Cawagub Jateng 2008 mendapat pengawalan aparat kepolisian terkait adanya pungutan biaya, Kapolda Jateng menyatakan bukan itu masalahnya. ”Emangnya kami menarik duit,” imbuh Kapolda. (Roes)
Klenceran
Warga Cabak inginkan juga Kontribusi EXXON untuk Sumur Air
Jiken, Suara Rakyat.-
Warga Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora meminta sumber air milik Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil di wilayahnya. Sebab, selama ini sumur air itu tidak dimanfaatkan perusahaan yang menjadi operator minyak dan gas (migas) di Blok Cepu tersebut. Warga menghendaki sumur dimanfaatkan untuk mencukupi keperluan air bersih sehari-hari. Kepala Desa Cabak Ngadenan Rabu (21/5) mengemukakan beberapa waktu lalu, telah menyampaikan proposal ke MCL terkait dengan pemanfaatan air bersih dari sumber tersebut untuk warga. Namun, belum mendapatkan jawaban. (Roes)

Jadikan Pengabdian Tolok ukur CPNS
Blora, Suara Rakyat.-
Guru Taman Kanak-Kanak (TK) non- PNS yang ada di Blora menginginkan masa pengabdian dijadikan tolok ukur utama syarat pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Pasalnya, mereka menilai saat ini pemerintah lebih memprioritaskan status ijazah dibanding lamanya masa pengabdian. ”Memang ijazah belum relevan karena saya bukan sarjana dan hanya lulusan sekolah menengah.Tapi masa pengabdian sudah sebelas tahun. Seharusnya ini juga diperhatikan,” ujar guru TK PGRI IV Randublatung, Siti Mukaranah saat ditemui SR di sela-sela acara ulang tahun Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kab Blora yang diikuti ratusan guru TK se- Blora di Pendopo DPRD, Rabu (21/5) lalu. (Roes)
Sedekah Bumi Ngroto
Cepu, Suara Rakyat.-
Ratusan warga Ngroto Kecamatan Cepu berbondong-bondong menuju maka Kyai Komari, cikal bakal Dukuh Ngroto, Jumat Pon (30/5). Dengan pakaian terbaik yang mereka miliki dan membawa makanan mereka bergegas mengikutiacara sedekah bumi (manganan) yang diadakan di dua tempat yakni makam Kyai Komari dan tempat persemediannya.Kepala Kelurahan Ngroto, Yayuk Windrati SIP yang hadir beserta stafnyamengatakan acara yang diadakan sehabis panen pada hari Jumat Pon ini, bermakna sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas panen di desa itu. "Selain sebagai rasa syukur atas hasil panen bagi para petani juga syukur atas kesehatan dan kemakmuran di desa ini. Tujuan kedua acara inisebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat Ngroto," ujarnya di hadapan warga yang hadir.(Agt)

Jika Warga Tionghoa Peringati 100 Tahun Harkitas
H. Susanto Raharjo: Mari Bersama Membangun Bangsa
Blora, Suara Rakyat,-
Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia tidaklah lepas dari peran semua elemen bangsa, mulai dari elemen pemuda, pelajar, mahasiswa, dan semua suku, golongan yang ada di Indonesia termasuk warga Tionghoa. Kita ambil contoh perjuangan Mayor John Lie dalam menembus blokade pertahanan Belanda setelah Indonesia merdeka.

John Lie dikenal sebagai Mualim pada kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM yang kemudian bergabung dengan Angkatan Laut RI. Pada mulanya ia bertugas di Cilacap dengan pangkat kapten. Selain itu Mayor John Lie juga ikut aktif dalam penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku dan kemudian PRRI/Permesta.

Demikian disampaikan H. Susanto Raharjo selaku pembina Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kepada SR pada pelatikan Pengurus PSMTI Blora di kediamannya Jl Arumdalu 15 Mlangsen Blora, Rabu (21/5) lalu. Pada kegiatan itu para pengurus PSMTI Blora dilantik oleh Ketua PSMTI Pusat yaitu Brigjen (Purn) Tedy Yusuf. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo, Sekda H Bambang Sulistya, Anggota DPRD Kab Blora HM Hartomi Wibowo, dan sejumlah kepala dinas/kantor/badan/bagian di lingkungan Pemkab Blora, serta tokoh masyarakat. Selain Ketua PSMTI Blora Thomas Manggala, dilantik pula para pengurus yang lain diantaranya Singgih Hartono, Simon Boedhi Sugiarto, Liembang Priyadi Daljono.

Dalam sambutannya, Brigjen (Purn) Tedy Yusuf menyampaikan golongan Tionghoa juga memfasilitasi terjadinya Sumpah Pemuda denagn dipinjamkannya dan kemudia dihibahkannya gedung sumpah Pemuda oleh Sie Kong Liong. “Ada beberapa pemuda Tinghoa yang duduk dalam kepanitiaan Sumpah pemuda, diantaranya adalah Kwee Tiam Hong, “ papar Tedy Yusuf.

Lebih lanjut Tedy Yusuf menyampaikan pada gerakan mahasiswa tahun 1966 dikenal juga Soe Hok Gie yang bersikap kritis dan berani mengungkit kemapanan. Ketika melihat pengemis tua dia menulis “ Ya, dua kilometer dari pemakan kulit mangga, paduka kita mungkin lagi tertawa-tawa, makan-makan dengan istri-istri cantik. Aku besertamu orang-orang malang”.

Sedangkan di Blora H Susanto Raharjo ayng akrab dipanggil Tik Sun menyatakan ada empat pemuda Tionghoa yang gagah berani dan ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. “Ada Tjan Tok Giap dan Tjan Tok Gwan yang sampai dibuang ke Digul, Papua karena menentang penjajah,” paparnya.
Selanjutnya Lie Ting Pik yang disiksa Jepang dan meninggal karena lanjut usia dan dimakamkan di Desa Temurejo, Blora. Terakhir adalah Sie Tik Hok (Sastro Handoyo) atau dikenal dengan nama Mbah Bejo. Dia adalah pejuang yang bertugas memata-matai markas Belanda dengan menyamar sebagai penjual roti dan daging.

Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo menyatakan salut dan bangga atas perjuangan warga Tionghoa di Indonesia khususnya Blora. “Kita jangan membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan yang ada dan hidup di Indonesia. Semua kita adalah saudara dan mari bahu-membahu membangun Indonesia,” paparnya disambut tepuk tangan meriah peserta yang hadir. (Ss/Adv)

Panwascam Jepon Petakan Desa Rawan Konflik
Blora, Suara Rakyat,-
Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur (Panwas Pilgub) Jateng Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang dianggap rawan konflik. Hal ini dilakukan sebagai langkah mengantisipasi kekisruhan dalam proses pemungutan suara maupun paska pemungutan suara di Kecamatan jepon.
Ketua Panwascam Jepon, Sugie Rusyono mengatakan, kegiatan pemetaan sangatlah penting dilakukan agar pelaksanaan pilgub dapat berjalan lancar tanpa adanya permasalahan yang signifikan. “Daerah rawan harus kita perhatikan, terlebih masyarakat habis melaksanakan pilkades tentu imbas dari itu harus kita waspadai,” ungkap Sugie kepada SR, Jum’at (30/5) lalu.
Untuk kecamatan Jepon dari 25 desa, yang perpotensi rawan konflik terutama di tiga desa, Desa Turirejo, Desa Gedangdowo dan Desa Kawengan. Pasalnya ketiga desa tersebut hingga saat ini imbas dari Pilkades masih terasa,
Selain pemetaan daerah rawan, Panwascam melakukan pengawasan terhadap distribusi logistif terutama kartu pemilih yang kini telah sampai pada PPS masing-masing desa. Ditemukan dibeberapa desa banyak kartu pemilih yang kosong tidak adan nama, alamat. Bahkan juga ada nama pemilih tertukar dengan desa lainnya sehingga membuat beberapa ketua PPS kewalahan akan hal ini.
Untuk kartu kosong sementara ditemukan di desa Kawengan, Soko. “Ada 1 atau 2 yang kosong tidak ada nama pemilih, bahkan ada juga yang namanya tidak sesuai dengan DPT, kami akan segera melaporkan ke Panwaskab,” kata Sugie
“Kalau dilihat imbas dari pilkades masih hangat di ketiga desa itu, jadi perlu antisipasi agar pilgub kali ini dapat berjalan sukses,” tandasnya.Terpisah Kapolsek Jepon AKP Sugiharto, menyatakan bahwa memang ada beberapa desa di kecamatan jepon yang perlu di perhatikan terkait pilub nanti, selain itu sebagai lokasi kampanye terbuka tentu pengamanan harus disiapkan. “Desa yang rawan harus diperhatikan, namun desa lain juga tidak boleh diabaikan, siapa tahu justru desa tersebut malah yang menimbulkan konflik, semua desa akan diprioritaskan,” kata Sugiharto, Jum’at (30/5) lalu. (Don)

Kulanuwun

PEMDA vs PUSAT Soal BLT
Oleh: Agung Budi Rustanto, Drs, Ec*)

Mungkin apa yang dilakukan Pemerintah Kota Solo mengikuti langkah beberapa kabupaten lain di Indonesia yang menolak mekanisme pembagian bantuan langsung tunai (BLT) plus, bisa dijadikan pertimbangan para penggede di Kabupaten Blora dan sekitarnya.
BLT plus yang diputuskan pemerintah pusat adalah sebuah kebijakan kompensasi kenaikan BBM. Pemerintah Kota Solo dan Pemda lain menolak kebijakan ini karena mereka tidak bersedia menanggung konsekuensi pembagian BLT yang ricuh karena ketidakakuratan data. Mendagri Mardiyanto menyayangkan penolakan beberapa pemimpin daerah terkait dengan kebijakan pembagian BLT. Sebagian besar pemimpin daerah informal baik ketua RT, RW, lurah, camat dan bupati beralasan pembagian BLT tahun 2005 lalu menuai masalah karena banyak keluarga yang layak mendapatkan BLT malah ditinggalkan.
Sementara mereka yang seharusnya tidak masuk kelompok masyarakat miskin malah mendapatkan bantuan. Banyak kejadian tiga tahun lalu, pembagian BLT jatuh korban karena warga berdesak-desakan. Belum lagi penyelewengan yang dilakukan oknum aparat pemerintah. Alasan lain yang dikemukakan pemerintah daerah adalah BLT tidak mendidik masyarakat miskin.
Pemberian cuma-cuma atau charity menjadikan masyarakat miskin bermental pengemis. Jumlah yang dibagikan yaitu Rp 100.000 per bulan plus paket Sembako sebenarnya belum cukup untuk mengejar kenaikan harga bahan pokok pascakenaikan harga BBM. Penolakan beberapa pemerintah daerah atau paling tidak keberatan mereka terhadap kebijakan pembagian BLT adalah sebuah fenomena menarik.
Otonomi daerah ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah untuk menolak kebijakan pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut pengamatan penulis, Pemerintah daerah menolak kebijakan pembagian BLT dan juga kenaikan BBM karena merekalah yang akan menghadapi risiko, bukan pejabat pemerintah pusat.
Pada masa Orde Baru, kebijakan ekonomi strategis dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melaksanakannya. Hierarki militer dalam pemerintahan pada masa itu tidak memberikan peluang bagi pemimpin daerah baik bupati maupun walikota untuk menolak kebijakan pemerintah pusat. Melawan pemerintah pusat berarti pembangkangan dan bisa berarti berhentinya karier pejabat daerah.
Perubahan iklim politik demokrasi dan penerapan otonomi daerah mengubah konstelasi politik dan hubungan pemerintah pusat dan daerah. Para pemimpin daerah baik bupati/walikota dan gubernur merasa tidak mempunyai hubungan hierarkis kuat dengan pemerintah pusat karena mereka dipilih langsung oleh rakyat. Implikasi positif dari Pilkada langsung adalah pemimpin daerah merasa mereka lebih bertanggung jawab kepada rakyat daripada kepada pemerintah pusat.
Perasaan bertanggung jawab terhadap pemilihnya ini menjadi alasan utama mengapa ada beberapa pemerintah kabupaten/kota yang menolak kebijakan pembagian BLT dan bahkan ada yang menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Mereka merasa kedua kebijakan ekonomi pemerintah pusat itu berisiko terhadap popularitas mereka di mata pemilih.

*) Penulis adalah Redaktur Suara Rakyat

Dari Redaksi
BLOK CEPU SEBAGAI MASA DEPAN BANGSA
Oleh: Siswanto, S.Pd*)
Pembaca yang Budiman…
Minggu lalu kita kembali harus menarik nafas panjang setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Bagaimana tidak, sebelum kenaikan harga BBM saja kita sudah begitu payah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai untuk membeli kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, dan bayar listrik sehingga tidak sempat menabung sama sekali.
Namun apa lacur semua sudah diputuskan pemerintah, wakil rakyat kita sudah memperjuangkan agar kenaikan ditunda. Bukan hanya wakil rakyat kita di Senayan yang gembar-gembor, mahasiswa pun turun ke jalan untuk meneriakkan suara penderitaan rakyat, bahkan ada yang sampai melakukan aksi mogok makan segala.
Tapi sudahlah jangan diratapi, hari yang telah lewat tidak akan pernah kembali, pemerintah tidak akan mengembalikan ke harga semula. Bukankah lebih baik kita membuat strategi agar hari ini dan hari esok kita bisa tidak hanya sekedar bertahan hidup tapi harus merubah hidup. Kata orang bijak, hari kemarin tidak akan pernah kembali, hari ini harus kita perjuangkan, hari esok masih misteri.
Dampak kenaikan BBM tidak hanya terasa di daerah, petinggi di Jakarta dan seluruh penjuru dunia pun kegerahan. Saking gerahnnya para senator di Amerika memanggil perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia diantaranya Exxon Mobil, dan Chevron untuk menjelaskan mengapa harga minyak mentah dunia melambung. Pihak Exxon dan empat perusahaan lain menyatakan margin antara persediaan dan permintaan sangat lebar. Stok sedikit, permintaan banyak, maka hukum bisnis berlaku, harga pasti naik!
Penulis yang baru datang dari Konvensi dan Pameran Migas yang diikuti 113 perusahaan migas terkemuka dunia, 27-29 Mei di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta juga mendapatkan informasi serupa tentang alasan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 135 ribu per barel! Padahal dalam APBN kita harga minyak hanya diasumsikan 90 ribu per barel.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyebut pemakaian minyak untuk kebutuhan dalam negeri berkisar 1,1 juta barel per hari, sedangkan Indonesia saat ini hanya bisa memproduksi 800 ribu barel per hari. Dari angka tersebut kita minus 300 ribu barel per hari, maka satu-satunnya jalan adalah impor! Padahal harga minyak terus melangit. Adakah jalan lain?
Tawaran lain adalah dengan mencari cadangan minyak baru, atau mengoptimalkan lapangan yang sudah ada untuk digenjot produksinya. Bahkan jika memang bisa, optimalkan penggunaan energi alternatif, baik yang berbahan baku gas, pohon jarak, kotoran sapi, hingga air sekalipun. Maka jangan heran jika ada cluster gas, biofeul, biogas, bahkan ada blue energy.
Sementara untuk penemuan cadangan baru tahun ini tampaknya tidak mudah.
Jalan terdekat dan mudah adalah segera eksploitasi cadangan yang sudah ada. Dari sekian banyak konsesi, Blok Cepu mempunyai cadangan minyak terbesar di Indonesia yaitu mencapai lebih dari 350 juta barel. “Saya minta kepada Wapres Jusuf Kalla agar Blok Cepu dieksploitasi sekarang juga! Demikian teriak Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo di hadapan Wapres JK, Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia di Jakarta April silam.
Buktinya, teriakan ini didengar oleh Wapres JK, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Bahkan Exxon Mobil di depan Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo, Bupati Bojonegoro H Suyoto, Ketua PWI Jateng II Wahono, Wartawan Suara Merdeka Abdul Muiz, Wartawan Jawa Pos-Radar Bojonegoro Sriwiyono, dan penulis, memastikan Blok Cepu akan dieksploitasi dan mulai berproduksi akhir tahun ini!. Semua pejabat teras yang disebut di atas bilang, Blok Cepu adalah masa depan bangsa!.

*) Penulis Mahasiswa S-2/Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Politik UNDIP Semarang, Pemimpin Redaksi Tabloid Suara Rakyat.



Selasa, 20 Mei 2008

SR Edisi 44 -Model TABLOID

Klik KIRI pada Gambar Yang ingin anda BACA













































SR Edisi 44 -Model MO Word

fokus
GOLPUT Akan Meningkat ?? Siapa yang Unggul ?
Blora, Suara Rakyat.-
Langkah pemerintah menaikkan harga BBM diperkirakan akan memicu naiknya jumlah golput dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah. Pasalnya, masyarakat semakin apatis dan menganggap bahwa pilgub tidak akan bisa memberikan perubahan apapun bagi Jawa Tengah.
”Secara sederhana mereka berfikir, presiden dan wakil presiden yang mereka pilih, dinilai tidak memberikan perubahan kearah yang lebih baik. Sehingga mereka juga berfikir, Pilgub juga tidak akan memberikan perubahan apapun,” ujar Ketua KPU Jateng Jateng Fitriyah dalam ”Focus Group on Discussion”
Adapun tema diskusi itu sendiri tentang Mewujudkan Pilgub Jateng berkualitas yang digelar Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jateng, Rabu (14/5).
Fitriyah mengaku, tidak bisa memperkirakan berapa angka golput dalam Pilgub Jateng mendatang. Namun, jika melihat tren jumlah golput sejak Pemilu 1999 secara nasional terus meningkat.
Pada Pemilu 1999,Golput tercatat 7,26% dan kemudian melonjak menjadi 15,93% pada Pemilu 2004.Angka golput bertambah besar pada Pilpres 2004 putaran I, yakni 21,77 persen dan naik lagi menjadi 22,56 persen pada Pilpres putaran II. Jumlah golput di Jateng juga menunjukkan kecenderungan yang sama,baik untuk pemilu, pilpres, maupun pilkada.
Pada Pemilu 2004 tercatat jumlah golput 16,11%,Pilpres putaran I (19,99), naik lagi menjadi 23,04),dan rata-rata golput pada 29 daerah yang sudah menggelar pilkada mencapai 30,21%. ”Kecenderungannya memang meningkat. Dan kemungkinan, dalam pilgub mendatang golput pragmatis nampaknya akan lebih menonjol. Yakni golput yang dilakukan masyarakat berdasarkan kalkulasi rasional,bahwa pilgub tidak akan berdampak pada apapun,”tegasnya.
Sementara itu dari peta politik di Blora, Tim Sukses dari kelima cagub dan Cawagub yang akan bersaing pada 22 Juni tersebut, optimis semua jagonya akan mendapatkan suara terbanyak.
HM.Kusnanto ketua Tim Sukses Bambang Sadono- Moh. Adnan yang bernomor urut 1 ini, optimis dan yakin masyarakat yang datang menggunakan hak pilihnya berkisar pada bilangan 70 – 80 persen. “Kesadaran politik masyarakat Blora cukup tinggi dan saya pribadi yakin merka yang datang keTPS sekitar 70-80% dari jumlah pemilih”, jelasnya.
Sedang HM Hartomi Wibowo ketua DPC PDIP Blora ketika ditanya Prediksi berapa persen pemilih yang datang, enggan berasumsi. “Saya hanya berharap semua yang mempunyai hak pilih menggunakan haknya pada waktu pilgub nanti.”, katanya.
Yang cukup mengejutkan adalah prediksiBambang Susilo, ketua Tim Sukses Sukawi-Sudarto, memprediksi 40% masyarakat Blora yang menggunakan hak pilihnya dari seluruh pemilih di Blora.
“Saya memprediksi jumlah pemilih di Blora yang menggunakan hak pilihnya hanya 40% dari seluruh jumlah pemilih”, ungkapnya.
Namun saat ditanya dari jumlah itu, target suara Sukawi-Sudarto di Blora yang dibebankan dirinya menjawab hanya 10 persen. “Di Blora saya prediksi pasangan Bambang-Adnan paling unggul dilanjutkan Bibit-Rustri dan Agus-Kholiq”,tandasnya (Roes)

HM.Hartomi Wibowo
Target minimal 50 persen untuk Bibit-Rustriningsih
Blora, Suara Rakyat.-
Orang nomor satu PDIP Blora, HM Hartomi Wibowo memang cukup sensansi membuat target perolehan suara pasangan cagub dan Cawagub Bibit-Rustriningsih. “Saya mempunyai target suara Bibit-Rustriningsih pada kabupaten Blora sebanyak 50 persen”, kata Tomo panggilan akrabnya.
Alasan Hartomi cukup sederhana karena selama pemilu baik Pilpres dan Pemilihan Legislatif (pilleg) suara dari partai banteng bermoncong putih ini selalu unggul di Blora.
“Anda lihat pada pemilu lalu (Pilpres, Pilleg th 2004-red) kami selalu menang di Blora, apalagi tahun ini pada pilgub, saya yakin menang karena kami satu-satunya yang mengusung cawagub wanita”, ungkapnya.
Ketika ditanya fakta yang ada pada Pilbup yang digelar di Blora tahun 2005 lalu, pemenang adalah pasangan Basuki-Yudhi dari partai Golkar dirinya mengatakan ada penilaian lain. “Figur Basuki (Bupati Basuki Widodo alm-red) yang juga kader PDIP masih melekat, sehingga penilaian dimasyarakat masih mengganggapnya wonge PDIP”, jelas Hartomi.
Untuk itu dia berharap agar pada pilgub Jateng yang sebentar lagi akan digelar masyarakat Blora semua hadir untuk menggunakan hak politiknya. (Roes)

HM.Kusnanto
Yakin Unggul Di Blora
Blora, Suara Rakyat.-
HM.Kusnanto ketua Tim Sukses Bambang Sadono-Moh. Adnan kabupaten Blora melihat target yang dibebankan pada pundaknya, yakni kemenangan cagub dan cawagub yang diusung partai Golkar menyatakan optimis tercapai.
“Keyakinan kemenangan mas Bambang dan pak Adnan disamping didasarkan survey, juga realita dilapangan pasangan kami meruapakan pasangan yang terlengkap, karena mewakili suara dimasyarakat’, kata Kusnanto.
Dirinya mengatakan itu dengan melihat sisi organisasi partai Golkar mempunyai basis masa yang jelas dan tingkat loyalannya anggota sangat tinggi. Disisi lain nama Muhammad Adnan (ketua NU Jateng-red) memberi jaminan tersendiri bagi para pengikut dikalangan NU, yang merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
“Saudara bisa melihat dari Pilbup 2005 lalu, terbukti pasangan kami (Basuki-Yudhi-red) dapat menang di Blora. Dan juga coba amati dua kali pemilihan legislatif pada tahun 1999 dan 2004 lalu, kami mengalami tren kenaikan suara partai Golkar”, jelas Kusnanto yang juga sekretaris DPD Partai Golkar Blora ini.
Untuk itu dirinya meminta agar masyarakat Blora khususnya menggunakan hak pilihnya menurut hati nuraninya.”Saya yakin masyarakat Blora sudah lebih dewasa dalam berpolitik, tentunya mereka sudah bisa menentukan pilihannya, Apalagi ada calon gubenur wong mbloro asli”, tandasnya Kusnanto.(Roes)

KPK akan Periksa bila Boros Anggaran
Blora, Suara Rakyat.-
Peringatan akan munculnya KPK di Blora diungkapkan Bupati Blora Drs.RM. Yudhi Sancoyo MM, seusai acara Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Kab Blora (DPA – SKPD) TA 2008 dan Sosialisasi Peraturan Bupati Blora No 4/2008 tentang Pedoman Pena-tausahaan Pelaksanaan APBD 2008 di Pendopo Kabupaten Kamis (15/5).
Untuk itu Dirinya menghimbau seluruh instansi pemerintah yang ada di jajaran Pemkab Blora agar melakukan efisiensi dan tidak boros dalam penggunaan anggaran APBD Blora 2008.
Disamping itu, semua kepala SKPD juga diingatkan agar tidak membuka peluang terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang nantinya akan memunculkan masalah baik administrasi maupun hukum. Pasalnya, tanggung jawab penggunaan anggaran tersebut ada pada masing-masing SKPD, bukan kepala daerah yang bersangkutan.
”Perjalanan dinas maupun pekerjaan yang tidak produktif jangan sampai dilakukan.Nanti Bawasda dan KPK akan memeriksa penggunaan anggaran tersebut,”kata Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo.
Dia menerangkan, selain tertib administrasi, berbagai instansi tersebut juga harus transparan dalam penggunaan anggaran termasuk dalam pengadaan barang dan jasa. Selain itu, harus ada koordinasi dan sinkronisasi antar berbagai instansi.
Tujuan lainnya agar progam tidak tumpang tindih juga untuk meminimalkan terjadinya double proyek yang akan digarap oleh rekanan yang digandeng.
”Perlu perencanaan prioritas progam, dan anggaran tetap harus digunakan secara utuh. Ini dimaksud merupakan hal yang penting guna stimultan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Bupati Blora ke 26 ini.
Yudhi juga menggarisbawahi, pihaknya sudah meminta kepada Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk membuat visualisasi hasil kerja masing-masing instansi tersebut secara berkala.
Langkah ini dilakukan agar pemkab dapat memantau kinerja serta perkembangan instansi terkait penggunaan anggaran dari APBD tersebut. ”Dengan begitu nanti akan terlihat prestasi masing-masing SKPD akan terlihat naik apa turun prestasi kerjanya, ”tandasnya.
Dikesempatan lainnya Sekda Blora Ir.H.Bambang Sulistya MM menekankan pentingnya pemberdayaan birokrasi di internal masing-masing instansi lewat berbagai koordinasi secara periodik. “Kita juga nantinya mengupayakan satu pintu untuk setiap pemecahan masalah atupun pelaksanaan pelaporan sistim kerja dilingkungan pemkab Blora”, tegasnya. (Roes)


Anggaran rutin jabatan struktural naik Rp 700 juta/tahun
SOTK Pemprov Jateng tak sesuai harapan
Semarang, Suara Rakyat.-
Anggota DPRD Jateng menyayangkan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang saat ini masih dalam pembahasan, tidak sesuai harapan.
Khususnya struktur pemerintahan ramping dan efisien. Menurut anggota panitia khusus (Pansus) SOTK DPRD Jateng A Fikri Faqih, SOTK bukannya ramping, sebaliknya mengalami pembengkakan struktur pemerintahan. ”Meski seolah ramping di atas namun struktur level-level tingkat bawahnya terjadi pembengkakan yang cukup besar,” katanya di Semarang akhir pekan lalu.
Penyebab utamanya adalah Peraturan Pemerintah (PP) yang terlalu longgar sehingga membuat peluang untuk ditafsirkan pada pelaksanaannya di lapangan untuk menggemukkan struktur.
Dengan kondisi ini, lanjut anggota Dewan dari FPKS ini upaya penggabungan beberapa dinas dalam tidak berdampak efisiensi pada anggaran rutin untuk jabatan struktural. ”Dapat dilihat dari anggaran rutin untuk jabatan struktural yang diperkirakan akan naik lebih dari Rp 700 juta per tahun,” ujarnya.
Padahal, sambung Fikri, dalam penjelasan PP No 41 Tahun 2007 struktur yang dibentuk seharusnya diprioritaskan untuk memenuhi urusan wajib terlebih dahulu. Setelah ada kajian serius karena potensi unggulan sebuah daerah maka muncullah institusi untuk menangani urusan pilihan. ”Namun kesan yang tertangkap seolah yang penting struktur sekadar pantas saja,” tukasnya.
Dia menambahkan, seharusnya melalui SOTK Pemprov Jateng yang baru terjadi perampingan struktur di pemerintahan sehingga diharapkan kinerja aparat birokrasi bisa lebih berfungsi secara optimal.”Karena selama ini kinerja aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat belum optimal,” katanya (Roes)

Semua Tim Sukses Setuju PILGUB Damai
Semarang, Suara Rakyat.-
Tim sukses lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wilayah Kota Semarang berkomitmen membantu tugas Polri dan TNI untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di Kota Semarang dalam proses pemilihan gubernur (pilgub).
Komitmen tersebut mereka tuangkan di kesepakatan bersama dalam rangka mensukseskan pilgub damai Jateng 2008,kemarin. Acara kesepakatan diprakarsai Polwiltabes Semarang dan dilakukan di aula lantai III Mapolwiltabes Semarang, Jalan Dr Sutomo No 19.
Hadir menyaksikan penandatanganan komitmen tim sukses, Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Masjhudi,Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip beserta jajaran Muspida Kota Semarang, KPU dan Panwaslu Kota Semarang.
Ada tujuh poin penting yang disepakati di pertemuan tersebut. Selain, berpartisipasi aktif membantu tugas Polri dan TNI, masing-masing tim sukses juga berikrar menghormati hasil pilgub, mematuhi segala peraturan perundang- undangan, menghormati hak dan perbedaan politik. Disamping itu juga menjaga persatuan dan kesatuan, senantiasa menyelesaikan permasalah yang muncul sesuai peraturan, serta melaksanakan pemilihan kepala daerah secara langsung, umum bebas dan rahasia,
Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Masjhudi menjelaskan kesepakatan bersama merupakan salah satu bentuk antisipasi Kepolisian dalam mengatasi kemungkinan gangguan kamtibmas di ajang pilgub.
”Jika terjadi pelanggaran, tentunya menjadi kewenangan Panwas untuk menindaklanjuti. Kita juga telah menyiapkan penyidik kalau ada pelanggaran pidana pemilu,”jelas dia.
Wali Kota Semarang Sukawi Sutarif dalam sambutannya mengatakan perbedaan yang terjadi dalam penyampaian hak memilih tidak boleh menjadikan penyebab perpecahan masyarakat. Sebab, ajang pemilihan kepala daerah merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dilakukan dalam tahapan pembangunan.
Sementara Ketua KPU Kota Semarang Hakim Junaedi dan Ketua Panwaslu Abdul Kholiq merespon positif acara yang digagas pihak kepolisian itu. Sebab,menurut keduanya, tanggungjawab kamtibmas tidak bisa hanya dibebankan di pundak polisi. ”Kami juga berharap sosialisasi tentang pilgub bisa dibantu. Karena harus kami akui,meski sudah ada tenaga hingga tingkat Kelurahan, tetap masih banyak keterbatasan. Dan target kami, di pilgub nanti tingkat partisipasi masyarakat bisa mencapai 80 persen,”ujarnya. (Roes)

Mantan Bupati PATI calon Tersangka Kasus Korupsi APBD 2003
Semarang, Suara Rakyat.-
Penyidik Satuan Tindak Pidana Korup-si (Sat Tipikor) Polda Jateng, Kamis (15/5) memeriksa mantan Wakil Bupati (Wabup) Pati Kotot Kusmanto.
Pejabat Pati periode 1999-2004 tersebut dimintai keterangan sebagai saksi. ”Dia kita periksa sebagai saksi perkara dari Bupati Pati Tasiman.(Untuk) pemerik-saan Bupati Tasiman sebagai saksi perkara Kotot,masih menunggu surat izin presiden,” kata Kasat Tipikor Polda Jateng, AKBP M Yusuf.
Menurut Yusuf, kendati Kotot diperiksa sebagai saksi perkara Tasiman, namun tidak berarti status Tasiman sudah tersangka. Status Bupati Pati dua periode, 1999-2004 dan 2004-2009,tersebut hingga sekarang masih calon tersangka.
Untuk tahap penetapan tersangka, pihaknya memerlukan kajian lebih dalam yang akan dilakukan di forum ekspos perkara internal. Dalam pemeriksaannya, Kotot datang tanpa didampingi pengacara mulai pukul 09.00 WIB.
Mengenakan baju putih bermotif garis yang dipadu celana warna gelap, Kotot dicecar pertanyaan oleh penyidik AKP Sutarta. Tak diketahui materi pemeriksaan yang bersangkutan. Sebab, selain dilakukan secara tertutup di ruang C104 Gedung Reskrim, Kasat Yusuf juga enggan membeberkan rencanapertanyaanyangakan diajukan penyidiknya. Kotot sendiri berusaha menghindari wartawan dengan berjalan menuju lantai dua.Padahal diketahui pemeriksaan akan dilakukan di lantai satu.”Saya hanya diperiksa sebagai saksi”, Jawabnya singkat ketika akan memasuki ruangan pemeriksaan.(Roes)

Padat Karya Solusi terbaik untuk Masyarakat Miskin
Blora, Suara Rakyat.-
Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Golkar, H. Bambang Sadono SH MH. meminta pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Namun jika langkah tersebut terpaksa tetap diambil, pemerintah diminta me-ngeluarkan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah, seperti program padat karya. ”Opsi menaikkan harga BBM seharusnya dijadikan alternatif terakhir.
Sebab kenaikan harga minyak dunia seharusnya sudah bisa diantisipasi jauh hari,” terangnya kepada SR Sabtu (10/5) lalu di Bale Asri Blora.
Menurutnya, program padat karya untuk pembangunan fasilitas-fasilitas sosial menjadi salah satu solusi yang harus dilakukan. Sebab, program dengan memberikan pekerjaan kepada masyarakat miskin tersebut, selain manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat umum,orang miskin juga bisa mendapatkan manfaat secara langsung, karena mendapatkan pekerjaan.
”Program pendampingan jangan hanya BLT saja sebab pengalaman dari dulu program ini sudah penuh dengan masalah. Dalam jangka pendek, program ini menimbulkan kekisruhan dimasyarakat, sementara untuk jangka panjang akan membuat masyarakat selalu berharap,” jelasnya.
Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng, Soejatno Pedro HD ketika dihubungi via HP-nya menilai, menyelamatkan rakyat jauh lebih penting daripada menyelamatkan APBN. Melonjaknya harga minyak dunia, menurutnya harus disikapi dengan hati-hati. Solusi yang diambil jangan justru menjadi bom atau boomerang bagi bagi SBY-JK. ”Kami minta batalkan rencana kenaikan BBM apapun alasannya,”tegasnya. (Roes)

Komentar Sitirejo Cup
H.Bambang Sadono

Blora, Suara Rakyat.-
Turnamen Bola Volly di Blora dan terpanjang penyelenggaraanya di Indonesia yakni Sitirejo Cup, yang diucapkan Bupati Blora Drs.RM Yudhi Sancoyo MM, sebentar lagi akan diimbangi juga dengan turnamen serupa di tingkat Jateng.
“Kami juga ingin menggelar turnamen serupa ditingkat Propinsi, agar prestasi olah raga di Jateng diperhitungan dan akan kami pusatkan di Blora”, kata H. Bambang Sadono SH.MH disambut aplus peserta yang hadir disitu.
Hal itu diungkapkan Bambang Sadono saat memberikan sambutan sebagai tokoh masyarakat yang peduli terhadap olah raga di jateng.
Disisi lain Bambang berharap agar turnamen yang bertema Pemuda bebas Miras, Judi dan Narkoba ini betul-betul dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi di Blora.
“Selamat bertanding dan junjung sportifitas, jadikan Blora nomor 1 di Jawa Tengah”, tandas Bambang sadono yang juga calon gubenur jateng ini. (Roes)

Politik Hukum
SK CPNS Rawan Pemanfaatannya

Semarang, Suara Rakyat.-
“Kami harap para PNS yang baru terima SK untuk berhati-hati dalam pemanfaatnya”, kata Kapolres Semarang Barat AKBP Sugihardi didepan para wartawan Senin (12/5) lalu.
Modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan bendahara Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Mijen Kota Semarang, Waginem, 54, mirip penipuan berkedok investasi, diantaranya dengan menjaminkan SK PNS.
Sebab, uang yang dipinjamnya dari sejumlah bank, selalu diputarnya untuk membayar tagihan para korban dan bank lainnya. Hasil kejahatan tersebut juga tak ada yang dibelikan aset berupa barang.
Hal tersebut terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polres Semarang Barat. Menurut Kapolres Semarang Barat AKBP Sugihardi, Waginem melakukan cara gali lubang tutup lubang dalam aksi penipuannya.
"Uang pinjaman yang didapatnya, sebagian dipakai untuk dikembalikan kepada bank. Setelah itu, dia mengajukan kredit baru, begitu seterusnya," ungkapnya kemarin didampingi Kasatreskrim AKP Gandung Sardjito.
Menurut Kapolres, saat diperiksa, warga Jalan Mijen RT 1 RW 1 Kecamatan Mijen, Semarang, tersebut mengaku uang pinjaman bank sekitar Rp 1,7 miliar sudah habis.
Sugihardi menambahkan, nyaris tak ada aset milik tersangka yang dapat disita untuk kepentingan penyelidikan. "Sementara yang kita tangkap ya tersangka saja. Kita periksa rekeningnya juga kosong. Sedangkan rumahnya juga sederhana dan kita anggap bukan dibeli dari hasil kejahatan," ujarnya. Meski begitu, polisi terus menelusuri aset dan kekayaan milik tersangka.
Modus yang dilakukan tersangka dengan menawari para korban untuk meminjam uang di bank dengan jaminan SK PNS, surat tanah, dan dokumen berharga lainnya. Namun saat dana cair, sebagian besar uang dipakainya sendiri. Ada juga yang memakai sistem 50-50. "Korban juga sebagian mengangsur lewat dia, namun tidak dibayarkan ke bank," paparnya.
Setelah kasusnya mencuat, sekitar Oktober 2007, Waginem buron. Hingga akhirnya tersangka tertangkap di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Jumat (9/5) lalu.
Untuk menindaklanjuti penangkapan Waginem, polisi berencana memanggil para korban. Tujuannya untuk mengkroscek jumlah kerugian yang diderita. Sejauh ini, menurutnya, ada sekitar 39 korban yang dirugikan. Namun yang melapor secara resmi baru dua orang. Yaitu dua guru SD di Mijen, Siswanto dan Sudarwati.(Roes)

Khawatirkan Golput, masyarakat diminta tak apatis
Semarang, Suara Rakyat.-
Gubernur Jateng Ali Mufiz mengimbau masyarakat tidak apatis dan hadir di tempat pemungutan suara (TPS) pada hari H coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 22 Juni mendatang.
”Saya bahkan mendengar langsung saat mendampingi kunjungan Presiden di Magelang beberapa waktu lalu, sebagian masyarakat menyatakan tak akan hadir di TPS pada hari coblosan,” kata Gubernur kepada wartawan di Semarang, Senin (12/5).
Sikap apatis itu, lanjut Gubernur bisa jadi karena mereka melihat prospek masa depan tak akan berubah, karena tak percaya dengan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) yang ada. Padahal kehadiran masyarakat di TPS untuk memberikan hak suaranya sangat penting, sebagai bentuk kepercayaan sosial terhadap para calon.
Gubernur menambahkan kalau sampai masyarakat yang tak hadir di TPS jumlahnya cukup besar, sangat disayangkan mengingat biaya penyelenggaraan Pilgub cukup besar. Seperti diketahui biaya penyelenggaraan Pilgub Jateng 2008 mencapai Rp 498 miliar.
Sementara untuk membantu sosialisasi Pilgub, Pendopo Sumaryoto melalui organisasi Taruna Merah Putih mulai Senin (12/5) berkeliling di 35 kabupaten/kota se-Jateng dengan mengunakan dua mobil minibus melakukan sosialisi kepada masyarakat.
Pelepasan mobil sosialisi bergambar lima pasangan Cagub-Cawagub peserta Pilgub Jateng 2008 dilakukan di kantor KPU Jateng Jl Veteran No 1A, Kota Semarang, Senin (12/5).
Dihadiri Ketua KPU Jateng Fitriyah, anggota KPU Ida Budhiarti, Hasyim Asy’ari, anggota DPR asal Jateng Sumaryoto, Ketua DPP Taruna Mera Putih, Wisnu Sakti Dewantoro. ”Kami tak ingin pengalaman Pilgub di Jawa Barat dan Sumatera Utara yang angka golongan putih (Golput) cukup tinggi, terjadi di Pilgub Jateng,” kata Sumaryoto.(Roes)

Kamis, 08 Mei 2008

SR Edisi 43 - Model TABLOID

Klik KIRI untuk membaca berita pada gambar yang anda pilih






























































Selasa, 06 Mei 2008

SR Edisi 43 - Model MO Word

Fokus
Anggaran Diknas Blora 30 % tertinggi di Jateng, adakah kemungkinan penyimpangan

Blora, Suara Rakyat.-
Seperti pada sambutan Bupati Blora Drs.RM Yudhi Sancoyo saat rapat paripurna penetapan APBD Blora tahun 2008 Selasa (29/4) lalu, bahwa anggaran Dinas Pendidikan Nasional Blora dialokasikan sebesar 30 persen.
“Pada tahun in (2008-red) anggaran yang kami alokasikan untuk dinas pendidikan nasional sebesar 30% dari seluruh anggaran yang ada pada APBD 2008. Dan anggaran ini adalah yang terbesar di jateng bahkan juga di Indonesia”,kata Yudhi disambut aplaus ribuan orang yang hadir di gedung DPRD Blora itu.
Yudhi yang juga pernah sebagai wakil ketua DPRD Blora di tahun 2005 lalu, menggarisbawahi agar alokasi sebesar itu betul-betul dapat bermanfaat untuk dunia pendidikan di kabupaten Blora.
Untuk itu dirinya meminta agar pelaksanaan anggaran yang telah ditetapkan itu betul-betul digunakan sesuai apa yang diatur dalam perundangan-undangan.
Amin Farid ST Salah satu LSM terkemuka di Blora yang anggotanya dikirim Exxon mobil studi di USA, ketika dimintai pendapatnya menyatakan buapti Blora tanggap terhadap masalah pendidikan di Blora. “Pak Yudhi bersama DPRD kami akui tanggap terhadap aspirasi permasalah didunia pendidikan, seperti juga diatur dalam UU no 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, khususnya pasal 49 ayat (1) yang memberi ketentuan batas minimal 20% dari APBD”, kata Direktur BCC ini.
Lanjut Amin, Namun bila kita kembali beberapa tahun lalu, janganlah dana untuk pendidikan ada kesalahan dalam pelaksanaannya. Seperti pada hasil pemeriksaan BPKRI no 120/R/XIV.Yk/06/2007, tanggal 12 Juni 2007 bahwa Diknas Blora dinilai lalai dalam melaksakaan pembukuan bantuan propinsi sebesar Rp.2.825.000.000,-
Menurut Amin Faried, direktur BCC Blora pada tahun 2006 lalu alokasi bagi hasil dan bantuan keuangan dari provinsi Jateng berupa bantuan pembangunan telah dibukukan pada kode rekening 2.4.02. Adapun anggaran tersebut sebesar Rp.2.256.036.000,- melalui kas daerah dan telah dilaporkan pada LRA tahun anggaran 2006 baik pendapatan ataupun belanjanya.
Disamping itu ada dana bantuan keungan propinsi tahun 2006 pada dinas Diknas Blora sebesar Rp.2.825.000.000,- melalui rekening bupati Blora, yang pada saat pemeriksaan BPK bulan Juni tahun lalu belum dicatat LRA tahun 2006.
“Inilah yang menurut saya merupakan kelalaian kepala dinas Diknas tidak segera memindah bukukan bantuan keuangan propinsi ke rekening kas daerah”, tegas Amin.
Dia menambahkan sesuai rekomendasi BPK RI memang tidak terjadi dugaan korupsi. Akan tetapi merupakan kesalahan administratif, yakni merealisasi belanja bantuan keuangan dari propinsi tidak melalui mekanisme pengeluaran APBD.
“Saya berharap pak Yudhi agar memerintahkan kepada Kadin Diknas dan mungkin SKPD lainnya, agar relaisasi APBD 2008 ini tidak ada sedikit kesalahan apapun”, tambah Amin. (Roes)


Fokus Samping
H.Basuki Sujono SH
Walau Sakit Basuki Widodo tetap loyal Tugas
Blora, Suara Rakyat.-
Dana Ingub sebesar Rp.2.825 juta untuk bantuan prasarana dan sarana di Diknas menurut Plt kadinas Dra.Ratnani W adalah bukan kewenangan dirinya. “Saya waktu itu belum menjabat Kadin Diknas,mas. Jadi saya nggak bisa komentar” katanya.
Memang dari data SR yang menjabat kepala Diknas Blora, H. Basuki Sujono SH dan sekarang sudah pensiun.
Ketika ditemui di kediaman mengatakan bantuan sarana dan prasarana sekolah yang masuk ke rekening Bupati Blora saat itu Ir.H,Basuki Widodo (alm) sudah terlaksana semua. “Saya melihat sendiri walau beliau (Basuki Widodo-red) walaupun baru selesai menjalani pengobatan di Singapura, menyerahkan sendiri bantuan ke sekolah masing-masing”, katanya Senin (5/5) lalu.
Lanjut Basuki Sujono, bantuan Ingub tersebut dialokasikan ke 16 SD, 5 MI, 3 SMP, 3 Mts, 4 SMK, 2 Ponpes dan 1 Madrasah Diniyah meliputi seluruh wilayah kabupaten Blora.
Dirinya juga menambahkan bahwa pelaksanaan phisik bantuan inggub itu terakhir tertanggal 12 Desember 2006 berdasarkan surat pengatar bupati blora nomor 910/5230. “Jadi apa yang benar apa yang direkomendasikan BPK RI bahwa kesalahan administratif tidak segera memindahbukukan Ingub itu. Karena realisasi terakhir inggub itu pada bulan Desember sehingga tidak masuk APBD 2006”, tambahnya.(Roes)


Ateng Sutarno Amd

30 persen harusnya non Gaji
Blora, Suara Rakyat.-
“Sesuai UU no 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan Nasional alokasi 3O persen dari APBD diluar gaji pendidik dan biaya pendidikan”, kata Ateng Sutarno.
Untuk itulah Direktur LSM Wong Cilik ini, berharap apa yang diutarakan Bupati Blora, Drs.RM Yudhi Sancoyo MM pada paripurna pengesahan APBD beberapa hari lalu, betul betul sesuai apa yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut. “Saya saat ini tidak bisa komentar banyak karena belum mendapatkan APBD Blora 2008 yang telah ditetapkan tersebut”, ungkapnya.
Namun disisi lain Ateng sangat terkesan dan kagum apa yang dianggarkan Bupati Blora untuk sektor pendidikan sungguh sangat fantastik. “Kalau benar sebesar 30 persen dana yang dialokasikan untuk pendidikan kami acungkan jempol untuk pak Yudhi yang sangat peduli dunia pendidikan di Blora”, tandasnya.(Roes)


Panwas Blora mulai intruksikan Tertibkan atribut Cagub-Cawagub
Blora, Suara Rakyat.-

"Kami instruksikan kepada seluruh panwas kecamatan untuk memetakan lokasi pemasangan atribut pilgub," kata Ketua Panwas Kabupaten Blora Wahono Ssos.
Hal itu merupakan peringatan Panitia pengawas (panwas) pemilihan gubernur (pilgub) Jateng Kabupaten Blora yang mengintrusikan agar tim sukses pasangan cagub-cawagub tidak memasang atribut partai di sembarang tempat. Itu Kesimpulan panwas kabupaten Rabu (30/4), saat menggelar rapat pleno untuk menyikapi hal itu.
Atribut pilgub, lanjut Wahono mestinya dipasang di tempat yang elegan dan tidak asal tempel. Selain itu, pemasangan atribut, baik berupa spanduk, baliho atau pamphlet tidak merusak lingkungan,bisa membekas atau membuiat lingkungan kotor. "Kami baru akan bergerak setelah pengumuman resmi pasangan cagub-cawagub beserta nomor urutnya," jelasnya.
Di kecamatan, ujar dia, juga harus dipetakan tempat mana saja yang boleh dipasangi dan tempat mana yang tidak. Untuk ini, dia mepercayakan pada panwas kecamatan yang mengetahui wilayahnya masing-masing.
Anggota panwas dari unsur pers itu menjelaskan berdasarkan pengumuman calon dari KPU Provinsi jateng, dalam pilgub 22 Juni nanti akan diikuti lima pasangan. Yakni Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDIP), Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar). Agus Suyitno-Abdul Kholiq Arif (PKB), M. Tamzil - Abdul Rozaq Rais (PAN dan PPP) serta Sukawi Sutarip - Sudharto (PD dan PKS). "Lima pasangan itu sudah mendaftar, namun nomor urut pasangannya belum," ungkapnya.
Sejak beberapa bulan terakhir, pemasangan atribut pilgub di Blora memang mulai marak, terlebih satu bulan terakhir. Bukan hanya spanduk, sejumlah baliho besar juga dipasang. Pamflet tempel juga mulai dipasang di tempat-tempat umum. Bahkan di tembok-tembok pagar rumah, sekolah, gedung dan lainnya juga ditempeli pamflet tersebut. bahkan, tak jarang satu lokasi terpasang lebih dari satu spanduk atau pamflet, sehingga terkesan perang atribut.(Roes)


Bambang Optimistis di 20 Daerah
Semarang, Suara Rakyat.-
Calon gubernur (cagub) yang diusung Partai Golkar, Bambang Sadono terus percaya diri menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2008.
Bambang optimistis menang di 20 kabupaten/kota dalam pesta demokrasi yang dihelat 22 Juni mendatang itu. Dia menyebutkan, beberapa kantong basis suaranya antara lain di Kabupaten Semarang, Boyolali, Purworejo, Blora,Grobogan dan lainnya. ”Berdasarkan survei terakhir, saya bersama cawagub Muh Adnan masih teratas dengan memenangi suara di 29 daerah.Itu memang hanya survei. Tetapi yang jelas, dari 29 daerah itu kami optimis bisa menang di 20 daerah di Jateng,” ungkapnya akhir Bulan April lalu..
Menurut Bambang,kekuatan suaranya selain dari Partai Golkar juga didukung oleh kalangan nahdliyin (NU). Cawagub Adnan yang saat ini menjabat sebagai Ketua PWNU Jateng diyakini mampu meraup suara dari kalangan NU. ”Selain dari Partai Golkar dan NU, kami juga mendapat dukungan dari relawan dan tim-ttim khusus dalam menggalang massa,” imbuhnya.
Namun dia mengakui dari 35 kabupaten/kota di Jateng, ada enam daerah yang diprediksi tidak bisa dimenanginya. Enam daerah itu antara lain Kota Semarang, Kota Solo,Kabupaten Klaten,Pati, Kudus dan Kota Magelang. ”Enam daerah itu memang bukan basis suara kami. Namun,belakangan ini suara kami mengalami trend naik. Jika pun kalah, kami hanya kalah tipis,”ungkapnya.
Sementara itu ketua Tim Sukses BS-Adnan kabupaten Blora, HM Kusnanto SH diberi tugas khusus agar menguatkan suara Bambang-Adnan pada Pilgub Jateng, mengatakan akan berjuang sekuat tenaga agar apa yang menjadi tugasnya dapat tercapai.
Sementara itu Ketua Pengurus Ranting PDIP Kamolan Sunyoto kepada SR mengatakan keyakinanannya cagub dan cawagub partainya yakni Bibit Waluyo dan Rustriningsih akan menang pada pilgub mendatang.
“Kami tambah yakin setelah terjun dilapangan dengan meminta pendapat mereka bahwa Bibit-Rustriningsih mulai menarik dihati mereka” kata Pria yang juga pengurus BPP DPC PDIP Blora ini.
Dia juga menambahkan bahwa untuk semua Cagub dan Cawagub jateng, hanya PDIP lah yang memunculkan calon wanita. “Sehingga mayoritas wanita didaerah, saya yakin akan memilih calon kami”, tandas Sunyoto. (Roes)


Soal UN didalam almari yang disegel
Blora, Suara Rakyat.-
Usaha pengamanan soal Ujian Nasional demikian extra ketatnya. Sampai-sampai soal-soal dan Lembar Jawab Komputer (LKJ) dari empat mata pelajaran (mapel) dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/- MTs/Sederajat yang tersimpan dalam lemari di lima sub rayon yang ada di Blora disegel dengan kertas HVS tipis berukuran 70 gram.
Langkah ini dilakukan agar soal dan LJK yang sudah didistribusikan dari Diknas sejak Sabtu (3/5) pukul 12.30 WIB tersebut tidak bocor sebelum waktu pelaksanaan UN 5-8 Mei ini. “Justru biar mudah robek. Jadi kalau terjadi sesuatu langsung bisa diketahui,” ujar Sekretaris Sub Rayon 01 yang membawahi 23 sekolah di lima kecamatan yang ada di Blora, Agus Hermawan H..
Dia menerangkan, selain menyegel lemari, pihaknya juga menyegel pintu dan jendela ruang penyimpanan soal dan LJK tersebut. Selain itu, ruang tersebut juga diamankan 24 jam penuh dengan dijaga tiga hingga empat orang. “Kecuali pintu keluar masuk semuanya kita segel. Kunci lemari penyimpan juga hanya dipegang ketua dan sekretaris saja,”imbuhnya. Untuk UN tahun ini,lanjut dia,pihaknya masih memakai caraka (kurir) yang setiap harinya akan mengantar soal dan LJK ke masing-masing Sekolah Penyelenggara Ebtanas (SPE) tersebut.
Langkah ini dinilai lebih aman untuk mengurangi resiko kebocoran soal dibanding ketika semua bendel soal dan LJK tersebut langsung diserahkan ke masing-masing SPE sejak didistribusikan oleh Diknas setempat. “Kalau di Rembang soal dan LJK tidak di sub rayon tapi langsung di masing- masing SPE. Mungkin mereka mempunyai pertimbangan tersendiri,”ujarnya. Tentang target kelulusan siswa dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs/Sederajat tahun ini, target Diknas Blora lebih rendah dibanding UN tingkat SMA/MA/Sederajat yakni 92% saja.
Target ini, selain karena melihat hasil beberapa kali try out yang telah digelar juga karena realisasi kelulusan tahun kemarin yang hanya 85% dari total peserta UN. “Ini lebih realistis. Kalau tingkat SMA kita berani target sampai 95%,” ujar Kasubdin SLTP dan Dikmen Dinas Diknas Blora,Marsono.(Roes)


Guna Sertifikasi para Guru kejar status Sarjana

Blora, Suara Rakyat.-
Guna memenuhi syarat sertifikasi, para guru berlomba-lomba untuk mengejar gelar sarjana (S1). Sebab, sarjana adalah syarat wajib bagi guru yang akan mengikuti sertifikasi. Sehingga saat Universitas Terbuka (UT) membuka pendaftaran mahasiswa, yang mendaftar membeludak. "Ini karena adanya sertifikasi yang memberi tambahan atu kali gaji bagi yang lulus. Kalau tidak ada saya kira semangatnya tidak seperti ini," ujar Bupati Blora Yudhi Sancoyo saat membuka orientasi studi mahasiswa baru (OSMB) UT di Blora.
Cara yang digelar di GOR Mustika itu, dikuti 987 mahasiswa baru. Mereka adalah mahasiswa program S1 sekolah dasar (SD) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) atau untuk guru taman kanak-kanak (TK). Di antara para mahasiswa ini sebagian besar adalah PNS yang sudah menjadi guru, dan sebagian lainnya mahasiswa murni.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Nasional (diknas) setempat Ratnani Widowati menjelaskan, dari 987 mahasiswa yang ikut OSMB itu, 905 di antaranya adalah program pendidikan guru SD (PGSD) dan sisanya program PAUD. Tahun ini, kata dia, adalah angkatan kedua. Tahun lalu mahasiswa UT di Blora seribu lebih. "Saat ini tercatat 2.620 mahasiswa UT dari Blora," katanya.
Pelaksanaan kuliah, lanjutnya dilakukan din 16 kecamatan yang dibentuk menjadi 85 kelompok belajar. Setiap kelompok belajar beranggota 30 mahasiswa. Program itu, lanjut dia, merupakan kerjasama antara diknas dengan UT. Diharapkan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di kalangan guru. "Kami targetkan pada 2012 nanti seluruh guru di Blora minimal S1," ujarnya.
Saat ini guru yang ingin melanjutkan kuliah ada subsidi Rp 2,5 juta per mahasiswa. Hanya, tidak seluruh guru sudah kebagian subsidi tersebut karena harus guliran. Jumlah itu disesuaikan dengan jumlah dana yang diterima dari APBN dan APBD provinsi. Tahun lalu Blora mendapat kuota 1.040 guru yang mendapat subsidi kuliah tersebut. "Tahun ini baru dari APBD provinsi yang sudah turun untuk skeitar 100 orang," tegasnya.
Sukertiyarno Kepala Unit Pengelola Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Semarang mengatakan, UT adalah universitas yang diakui pemerintah. Karena, pemerintah melarang kelas jauh. "Jadi, ijasah UT diakui. UT adalah universitas terbaik ke delapan di negeri ini," ungkapnya. (Roes)


Klenceran
Rp.1 Milyar untuk kembangkan Biogas
Blora, Suara Rakyat.-
Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo mengemukakan, keterbatasan energi minyak dalam negeri disikapi pemerintah dengan penghematan. Selain itu, pemanfaatan energi alternatif antara lain dengan mengolah kotoran sapi menjadi gas terus diupayakan sehingga masyarakat tidak tergantung sepenuhnya pada minyak tanah. Populasi sapi di Blora, menurutnya, relatif banyak.
Maka setelah uji coba selama setahun yang lalu dan berhasil nyata. Pemkab Blora akan lebih menfokuskan dan memperluas program pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas. Bersama DPRD, Pemkab mengalokasikan dana sekitar Rp 1 miliar untuk pengembangan program biogas.
‘’Pemkab akan mengembangkan program biogas lebih luas lagi. Sudah ada dana untuk keperluan itu,’’ ujar Bupati Blora, yang rajin berolah raga ini.(Roes)

Baliho Bambang Sadono-Adnan beri Kontribusi terbanyak ke kas daerah
Cepu, Suara Rakyat.-
Pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Jateng yang dilaksanakan 22 Juni 2008. Menjelang pemilihan, tim sukses memasang tanda gambar setiap pasangan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) dalam bentuk baliho, spanduk, dan atribut lainnya di Blora.
Namun tidak semua atribut itu mengantongi izin pemasangan. Akibatnya, daerah dirugikan karena tidak ada kontribusi pendapatan pajak dari pemasangan tanda gambar tersebut.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Blora, Heru Sutopo SH, mengemukakan, baliho gambar cagub dan cawagup yang memiliki izin pemasangan jumlahnya tidak lebih dari delapan buah.
‘’Yakni enam baliho Bambang Sadono-M Adnan dan dua baliho pasangan M Tamzil-Abdul Rozaq Rais. Sedangkan baliho, spanduk dan atribut lainnya tidak ada yang memiliki izin pemasangan,’’ jelasnya ketika ditemui di Cepu (30/4) lalu.. (Roes)

Lowongan 74 Bidan Desa di Blora
Ngawen, Suara Rakyat.-
Keberadaan bidan di Kabupaten Blora ternyata belum merata di semua desa. Dari 296 desa, 74 di antaranya belum memiliki bidan. Idealnya, satu desa terdapat satu bidan.
Kasubdin Pemeliharaan kesehatan DKK Blora, Lilik Hemanto MKes mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar desa yang belum memiliki bidan segera diisi. Itu dilakukan supaya pelayanan kesehatan kepada warga desa terutama ibu dan anak menjadi lebih baik. ”Idealnya, memang untuk satu desa ada satu bidan agar pelayanan kesehatan lebih terjamin,” ujarnya saat mengadakan Kunjungan ke Puskemas Ngawen beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, hingga tahun 2009 pemerintah menargetkan pembentukan desa siaga di semua desa di Blora. Sebab, melalui desa siaga warga semakin termotivasi menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, pertolongan pertama bagi warga yang terserang penyakit bisa segera dilakukan dengan tersedianya petugas kesehatan di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD).(Roes)


Peringatan Hari Kartini di Kecamatan Blora
Blora, Suara Rakyat,-
Dalam memperingati Hari Kartini, di Aula Kecamatan Blora, Rabu (30/4) digelar lomba yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT). Lomba yang diikuti oleh beberapa desa/kelurahan dengan mengusung semangat Hari Kartini kita wujudkan produk unggulan KWT.
Di Stand Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kunden yang lebih dikenal dengan Dewi Sri tampak ramai dipadati para pembeli. KWT Kelurahan Kunden menjual produk unggulannya berupa peyek, kripik singkong, kripik pisang, cheestik dan manisan, trampak sibuk melayani para pembeli. Selain mengikuti lomba, KWT juga bisa memamerkan dan menjual produk unggulan mereka.
Menurut Joko Waspodo, Ketua KID kelurahan Kunden, meskipun KWT Kelurahan Kunden belum mendapat juara namun dari melihat animo pembeli yang memadati stand kami, kami merasa senang”, jelasnya.(Don)