Dinasty Warsit Habis, Kusnanto ketua DPRD 2009-2014
BLORA, SR.- Setelah memimpin selama 2 periode sebagai DPRD Blora, HM Warsit tak lama lagi akan purna. Hal itu terkait masa bakti anggota DPRD periode 2004-2009 akan segera berakhir pada bulan ini.
Sebagaimana diketahui HM Warsit untuk pertama kalinya memimpin DPRD Blora pada tahun 1999-2004. Dan tahun itulah merupakan kejayaan para wakil rakyat karena didukung UU 22/2002 yang menurut para ahli hukum kewenangan dewan sangatlah kuat.
“Saat itu masih diberlakukanya UU 22/2002 kewenangan dewan sangatlah kuat, sehingga Muspidapun dapat diklarifikasi dengan mengadakan pemanggilan langsung,” kata Amin faried.
Sedang Periode kedua kepemimpinan HM Warsit yakni tahun 2004 – 2009 dengan 2 wakil ketuanya yakni H Mahmudi Ibrahim dan RM Yudhi Sancoyo.
Namun Yudhi Sancoyo baru menjabat kurang lebih 4 bulan, jabatan tersebut harus ditinggalkanya karena dirinya terpilih sebagai Wakil Bupati Blora mendampingi Bupati alm Basuki Widodo.
Kemudian jabatan tersebut diisi HM Kusnanto yang juga berasal dari partai Golkar seperti partainya RM Yudhi Sancoyo.
Seperti diketahui pada bulan lalu DPRD terpilih dari Pemilu Legislatif telah ditetapkan, sehingga secara otomatis, mereka akan menduduki gedung rakyat Blora ini.
Plt Sekwan Didik Lukardono saat dikonfirmasi kapan pelantikan anggota DPRD Baru dilakukan hanya menjawab menunggu SK Gubenur.
“Sesuai aturan yang berlaku kami menunggu SK Gubenur Jateng keluar dan kemudian baru membuat panmus yang membahas pelantikan anggota DPRD Baru,” kata Didik Jumat (24/7) diruang kerjanya.
Saat dikejar tentang tanggal yang pasti dirinya mengatakan akhir bulan Agustus 2009 mendatang.
“Sesuai kesepakatan awal pelantikan anggota DPRD Baru adalah 31 agustus 2009, sambil menunggu SK Gubenurnya,” jelasnya.
Sementara kabar terbaru tentang siapa ketua DPRD Baru era kepemimpinan Warsit, sudah bisa dikatakan 90% ditangan HM Kusnanto caleg terpilih dari partai Golkar.
Dengan pertimbangan tanggal Rabu (22/7) lalu, Setelah melalui Lobi fraksi DPR dengan pemerintah dalam pembahasan RUU Susunan dan Kedudukan (Susduk) MPR, DPR, DPD, dan DPRD telah menyepakati bahwa ketua DPR ditetapkan secara otomatis dari partai pemenang pemilu legislatif.
"Pertimbangannya etis saja kok, kami ingin menghargai partai pemenang pemilu," kata Ketua Pansus RUU Susduk Ganjar Pranowo di Jakarta kemarin (22/7) dalam keterangan Persnya.
Lobi ditingkat pusat itu sendiri berlangsung mulai siang sampai pukul 18.30 di Hotel Santika, Slipi, Jakarta. Dari pihak pemerintah, hadir Mendagri Mardiyanto dan Mensesneg Hatta Rajasa
Sehingga teka-teki yang selama ini selalu membjadi pembicarangan masyarakat Blora, siapa yang nantinya menggantikan HM Warsit telah terpecahkan.
“Anggota DPRD Blora adalah 45 orang dan Golkar pemenang dengan mendapat 9 kursi, maka secara otomatis ketua Dewan nantinya akan dijabat Kusnanto,” tegas Urip Daryanto Tokoh terkemuka di Blora. (Roes)
Ratnani “Wajib Semua Sekolah Laporan Sumbangannya”
BLORA, SR.- Kadinas Pendidikan Blora Ratnani Widowati mulai menunjukan ketegasanya, dalam meminpin instansi dan jajarannya. Terlebih menyikapi sumbangan yang diterima sekolah saat Penerimaan Siswa Didik (PSD) tahun ajaran baru lalu.
“Dinas Pendidikan Blora mewajibkan semua sekolah untuk melaporkan jumlah sumbangan yang diterimanya saat PSD lalu,” katanya
Alasannya agar Disdik Blora lebih mudah untuk memantau dan mengendalikan sumbangan itu. Sehingga dengan keputusanya ini diharapkan dapat memberikan kesempatan masyarakat memperoleh pelayanan pendidikan murah.
Saat ditanya bagaimana bila ada sekolah yang melaporkan tidak sesuai kenyataanya. “Kami akan menerjunkan petugas disdik ke masing-masing sekolah untuk cross check, bila nantinya tidak sesuai laporan akan kami ambil sanksi administratif bagi pengelola sekolah tersebut,” jelas Ratnani Kamis (23/7) lalu.
Menurut Dia dalam upaya pencapaian wajib belajar 9 tahun, pemerintah sudah meluncurkan Program BOS. Dengan adanya program BOS tersebut mestinya harus menggratiskan seluruh siswa miskin ditingkat pendidikan dasar yakni SD dan SMP.
“Melaui BOS inilah harusnya tidak boleh ada siswa miskin putus sekolah, hanya karena tak mampu membayar iuran atau pungutan yang dilakukan sekolah,” tegas Ratnani.
Ratnani juga menambahkan bila sekolah yang akan menarik sumbangan ke orang tua harus melalui rapat pleno komite sekolah. “Dengan catatan, keputusan Itupun harus bertujuan utama memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat, untuk mempoeroleh pendidikan murah,” tambahnya. (Roes)
Ratusan Ribu Warga Blora Tidak Ber-KTP Capil Berlakukan Jemput Bola dan Denda
BLORA, SR - Tahapan Pilkada 2010 persiapannya sudah mulai tampak, seperti yang tengah dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Blora terkait penyediaan DP4-nya. Terkait itulah Kepala Disdukcapil Slamet Pamudji berjanji akan melakaukan jemput bola dalam pengurusan KTP.
Hal itu dilakun karena ratusan ribu warga Blora ternyata belum mempunyai kartu tanda penduduk (KTP). Dari jumlah penduduk yang wajib KTP sebanyak 749.274 orang, ternyata yang telah melengkapi diri dengan bukti kependudukan tersebut baru 249.681 orang. Sedangkan 398.509 lainnya belum memiliki KTP.
''Selain itu masih ada 101.084 warga lain yang masa berlaku KTP-nya habis,'' kata Slamet Pamuji Kamis (23/7) di ruang kerjanya.
Mumuk, sapaan akrab Slamet Pamudji mengakui, sampai kini kesadaran warga untuk memiliki KTP masih sangat rendah. Ini menjadi penyebab utama banyaknya warga yang tak ber-KTP.
Menurutnya, jika tidak ada kepentingan (dengan KTP), warga masih enggan mengurus pembuatan KTP. Selain itu, ada kecenderungan warga baru membuat KTP jika ada program KTP massal. Padahal, program pembuatan KTP masal belum tentu dilaksanakan setiap tahun.
''Kami telah berupaya memudahkan prosedur pembuatan KTP. Harapannya bisa mengurangi jumlah warga yang tak memiliki KTP itu,'' tuturnya.
Begitu juga dengan akte kelahiran yang sangat kurang diperhatikan warga desa, akan diberlakukannya denda bagi orang tua yang tidak mengurus akte anaknya.
Meski pemberlakukan resminya masih membutuhkan peraturan daerah (perda), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Blora akan segera memberlakukan UU Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).
”Memang undang-undang tersebut belum bisa dilaksanakan semua. Namun, kami sudah melangkah ke arah sana,” ujar Kepala Disdukcapil Blora ini.
Dia mengemukakan, salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah menarik kewenangan perubahan biodata. Semula, perubahan biodata bisa dilakukan di kecamatan namun sejak beberapa bulan ini mulai ditarik ke dinas. Perubahan biodata dimaksud antara lain jika ada kesalahan data, seperti nama dan tanggal lahir. Termasuk jika ada anggota keluarga baru, kedatangan keluarga dan sebagainya.
Hal itu, selain lebih tertib juga lebih menjamin kevalidan data tentang kependudukan. Hanya, lanjutnya, belum semua kewenangan di kecamatan ditarik ke Dinas.
Saat ditanya apa penyebabnya Mumuk panggilan kadisdukcapil ini, disebabkan oleh keterbatasan tenaga.
Dia juga menambahkan masih ada beberapa kewenangan yang diserahkan ke kecamatan. Misalnya perpanjangan kartu tanda penduduk, itu pun datanya tetap dari Dinas sedangkan kecamatan sekadar mencetak. (Roes)
Mahasiswa Asli Cepu Ikut Diplomasi Kebudayaan ke Eropa
SR.- 42 Vokalis PSM ITB yang terpilih dari berbagai fakultas diantaranya, fakultas Arsitektur, Informatika, tehnik Industri, Tehnik Sipil, Planolog, awal bulan Juli lalu mulai diplomasi kebudayaan keseluruh Eropa.
Para Mahasiswa ITB yang membawa nama Indonesia serta mengenalkan budayanya Indonesia ke beberapa negara di eropa.. Menurut rencana mereka akan disana selama kurang lebih 1 bulan.
Diantara ke 42 mahasiswa tersebut salah satu diantaranya putra daerah asli Blora kelahiran Cepu yakni Dea Aulia Evan. Mahasiswi Arsitektur Semester 8.
Ketika dihubungi via HPnya, Dea mengatakan keberhasilanya masuk anggota Tim PSM ITB ini suatu kebahagiaan tersediri baginya.
“Melalui seleksi yang cukup ketat yang dikuti ratusan mahasiswa ITB, akhirnya Aku terpilih dan berangkat dari Jakarta tanggal 3 Juli lalu. Sekarang Aku sudah di Marseille.” katanya Senin (27/7).
Menurut Dea pertama kalinya menginjakan kakinya di Eropa, adalah Frankurt-Praha (Czeckh republic). Selanjutnya istirahat untuk penyesuai iklim dan tanggal 5 juli Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB tampil di gedung prestisius Museum Nasional Ceko.
Selama 2 Jam mereka menebar suara naviri, dengan lagu-lagu internasional Abendlied gubahan Josef Rheinberger, Un Sonnet Per Tu (Josef Villa). Dilanjutkan Water Night (Eric Whitacare), hingga Jokpiniana No.1 karya komponis tanah air Ananda Sukarlan dan diakhiri dengan Karimana Nu Kuicha (Ko Matahushita).
“Yang membuat kami bangga adalah standing ovation dari para diplomat asing, mahasiswa asing, mitra KBRI Praha, dan ratusan penonton yang memenuhi ruang utama Museum Nasional Ceko,” jelas Dea putri pasangan (alm) Basuki Widodo dan Dr.Ir. Kesi Wijayanti MM ini.
Ketika ditanya apakah lagu dan tari khas Indonesia juga diperagakan, Dea mengatakan dilantunkan dan diperagakan pada segmen ke dua.
“Pada segmen kedua kami melantunkan lagu-lagu daerah Indonesia yakni Sin-sin si Batu Manikam, Soleram, Lul-Luk Lumbu, Bengawan Solo, Bubuy Bulan, Wor dan Janger, disempurnakan dengan Tari Saman,” ungkapnya.
Dea juga menggaris-bawahi PSM ITB ini secara khusus diundang, untuk tampil memeriahkan acara Karlovy Vary International Film Festival 2009, sekitar 150 km dari Praha. “Acara kami padat diantaranya mulai 5 Juli konser di Praha, 6 Juli di Pilzen Cheko, 9 Juli Konser di West bohemian Univ. Kemudian tanggal 21 konser ke beberapa kota di Italy dan terakhir di Paris 28 Juli,” tambah Dea mengakhiri pembicaraannya. (Roes)
Anggaran PILBUP Blora Rp 12 Milyar
BLORA, SR – Tugas baru KPU Blora sudah menunggu yakni tahapan awal persiapan Pilkada Blora 2010 yang akan dating. Komisi Pemilihan Umum Blora mulai disibukkan dengan kegiatan lainnya. "Sekarang kami tengah menyusun rencana anggaran pilbup (pemilihan bupati) yang akan kami ajukan kepada Pemkab Blora," kata Ketua KPU Blora Moesafa Senin (20/7).
Safa menjelaskan, secara teknis pihaknya memiliki waktu persiapan kurang dari satu tahun. Untuk itu, meski sebagian tahapan pilpres belum rampung, pihaknya harus mulai mempersiapkan pilbup.
Ini dimaksudkan agar jangan sampai persiapan pilbup mepet seperti halnya pileg dan pilpres. Akibatnya, terjadi beberapa kendala teknis di lapangan.
Secara umum, lanjut dia, beban KPUK dalam pelaksanaan pilbup lebih berat daripada dengan pileg dan pilpres. Sebab, semua tahapan langsung dilakukan oleh KPUK. Termasuk pengadaan logistik.
"Sebab, dalam pileg dan pilpres, pengadaan logistik dilakukan oleh KPU pusat dan KPUD Provinsi,'' terangnya.
Karena semua tahapan kegiatan terfokus di KPUK, menurut Safa jumlah anggaran yang dibutuhkan relatif lebih besar ketimbang pileg dan pilpres. Yang paling mencolok adalah adanya penambahan anggaran untuk pengadaan sejumlah logistik.
Seperti, surat suara, salinan daftar pemilih tetap (DPT) tinta sidik jari serta beberapa logistik lainnya. Termasuk honor untuk panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).
Saat ditanya berapa anggaran yang diajukan? Safa mengaku belum tahu persis. Sebab, saat ini pihaknya tengah melakukan penghitungan item-item kegiatan serta kebutuhan logistik. Namun, dia memperkirakan jumlahnya berkisar Rp 12 miliar.
"Informasinya tahun ini sudah ada alokasi anggaran dari pemkab. Cuma, berapa besarannya kami belum tahu. Sedangkan kekurangannya direncanakan akan ditambah dari APBD tahun depan," tandas ketua Safa panggilan akrab ketua KPU Blora ini.(Roes)
Blora Kirim Utusan pada Bintek Informasi
BLORA, SR.- Cepatnya era Globalisasi informatika pada saat ini perlu dibutuhkan, tenaga pemerintahan yang terapil untuk mengikuti perkebangan jaman. Untuk itulah pada Bintek Pengembangan program CIO di Yogjakarta minggu lalu, Pemkab Blora mengirimkan utusannya.
“Kami memang menugaskan Kabid Telematika dan Multimedia Diskominfo Blora untuk mengikutinya, mengingat tak lama lagi akan diberlakukanya UU Keterbukaan Publik,” kata Kadiskominfo Blora Dwi Santoso. Sementara usai mengikutui Bintek yang diselenggaran di Dwi Puji Rahayu yang juga Kabid Telematika dan Multimedia, kepada SR menyatakan pentingnya bintek yang diikutinya bagi dinasnya.
“ Bintek ini berkaitan kemajuan tehnologi, khususnya percepatan sistim informasi daerah, untuk segera mempersiapkan Pemegang kendali informasi daerahnya,” kata Puji Rahayu Selasa (21/7) diruang kerjanya.
Menurut Yayuk panggilan akrab Kabid Telematika ini, disamping itu Bintek yang diikuti seluruh kabupaten di Jateng dan DIY ini bertujuan terwujudnya sistim pengembangan profesi kominfo berbasis kompetensi.
Ketika ditanya kondisi apa yang dihadapi instansi Pemerintah yang berkaitan dengan wartawan ini, Dia menyatakan 3 permasahan.
“Permasaahan pertama yakni Belum adanya kesamaan misi serta pemahaman dari setiap unit kerja tentang pentingnya pengembangan tehnologi efektif,” jelas Yayuk.
Sedang kedua lanjutnya, Rencana pengembangan tehnologi Komunikasi hanya ditetapkan sepihak sehingga akan ditinggalkan unit kerja yang tidak berkepentingan.
“Permasahan terakhir dan pokok adalah Percepatan perkembangan tehnologi dan sistim informasi belum merupakan skala prioritas,” tambah Dwi Puji Rahayu.(Roes)
CEPU, SR - Kamis (23/7) salah satu tahanan di sel Mapolsek Cepu didandani lebih rapi dari hari sebelumnya, Roni Ardiansyah bin Jumali (20) yang sudah beberapa hari meringkuk di tahanan, hari ini akan melangsungkan pernikahannya.
Acara ini telah direncanakan jauh sebelum dia masuk sel karena mencuri TV bersamaWahyu Bayu Poncoluko (21), Minggu (12/7).
Acara langka ini berlangsung di mushola Al Hikmah, Polsek Cepu dengan pengawalan ketat pihak petugas dan hanya dihadiri keluarga dekat saja. Suasana haru tampak ketika Roni mengucapkan Ijab Kabul dipandu penghulu Yuni Tri Retnanto S Ag, MPdi dari KUA Cepu.
Pengantin perempuan lebih banyak menunduk, sementara kerabatnya tak kuasa menahan tangis menyaksikan perkawinan dengan mas kawin dua puluh ribu rupiah itu.
Roni terpaksa menikah di polsek Cepu akibat perbuatan nekadnya nyolong TV di rumah Sutrisno bin Wagiyo (29) yang beralamat di Wonorejo RT 3/13 Cepu. Dia bersama temannya Bayu (21) nekad dengan alasan butuh biaya nikah.
Kronologis kejadiannya dimulai pada hari Minggu (12/7) korban Sutrisno sekitar jam 04.00 WIB pulang dari jagong di rumah tetangganya yang punya hajatan. Betapa kagetnya ketika sampai rumah TV merk advance 21’ yang biasanya ada di ruang tamu lenyap. Cepat-cepat ia memeriksa rumahnya, ternyata pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka dan rusak gagangnya.
Korban kemudian mengatakan kepada saksi Masni alias Teguh (32) bahwa TV nya hilang di curi. Kebetulan saksi Masni dan Ladiantono (45) sempat melihat Roni dan Bayu sebelumnya berada di sekitar TKP. Kemudian korban melapor ke Mapolsek Cepu yang segera menindaklanjuti laporan itu.
Akhirnya dalam waktu 1 X 24 jam pihak polsek Cepu berhasil menangkap pelaku beserta BB yang saat itu masih berada di kediaman Roni di dukuh Sambongrejo Kelurahan Balun RT 01/15 Cepu sekaligus menyiduk Bayu yang beralamat di dukuh Wonorejo RT 04/13 Cepu.
Kapolsek Cepu, AKP Yaban, SE mengaku mengijinkan Roni menikah di Mushola Al Hikmah Polsek Cepu karena alasan kemanusiaan.
“Rencana pernikahan itu sudah lama dan menurut adat orang Jawa tidak mudah mengganti tanggal dan hari pernikahan yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Meskipun demikian acara itu mendapat pengawalan cukup ketat dari pihak polsek untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Pelaku diberi ijin menikah sebelum dikirim ke Blora karena perbuatannya melakukan pencurian dan pengrusakan pada malam hari. Perbuatan ini terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” tambahnya.
Kapolsek asli Malo ini menyayangkan perbuatan nekad ini. “Jika tidak nekad mencuri tentu dia bisa menikah dengan wajar, tapi karena perbuatannya terpaksa nikah di sini,” kata Yaban. (Agt)
Ultah IBI Cabang Blora
Tingkatkan Pelayanan, Bidan Lebih Profesional
CEPU, SR - Penduduk Blora saat ini hampir satu juta jumlahnya, jika pasangan usia subur tidak segera ber-KB maka akan semakin membludak.
Maka slogan dua anak cukup akan kita budayakan lagi, demikian antara lain dikatakan Bupati Blora Yudhi Sancoyo di Hotel Mega Bintang, Kamis (23/7), pada acara HUT ke-58 IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cabang Blora.
Lima ratus lebih undangan memadati Caesar Room pada acara Seminar Sehari dalam rangka HUT IBI ini. Tema acara yang dicanangkan Kontribusi Bidan dalam pencapaian MDGF’S (Millenium development Goal’s).
Pemalakah yang hadir dr R Soerjo Hadijono SPOG, DTRM LB (ch) dari RSUP Dr Karyadi, Semarang, yang menyampaikan makalah Manajemen dan Sistem Rujukan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi.
Menurut Kacab IBI Blora, Hj Sof Khasanah, S.St, target IBI dalam ulang tahunnya ke-58 antara lain untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan menurunkan tingkat kematian ibu dan anak khusunya di kabupaten Blora.
“Pada tahun 2008 ada 26 kasus kematian ibu dan anak di Blora. Kami berusaha mencapai target 102 per 100.000 kelahiran hidup sampai dengan tahun 1015,” ujarnya.
Hingga bulan Juli 2009 telah muncul 13 kasus namun penyebabnya penyakit penyerta atau komplikasi seperti jantung, paru-paru dan ginjal, bukan penyebab langsung seperti pendarahan ataupun preeklampsia,” tambahnya.
Cara yang akan ditempuh IBI Blora untuk meraih target ini dengan pendekatan kinerja bidan yang profesional, sesuai kewenangan, kompetensi, sasaran standar dan protap. Hal lain dengan melakukan P4K yakni Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi menuju Persalinan yang aman dan selamat.
“Sejak kontak dengan bidan ibu hamil diberi stiker P4K khusus sehingga selalu mendapat pantauan bidan. Minimal ibu hamil kontak dengan bidan 4 kali, pada saat persalinan sekali dan tiga kali pasca melahirkan,” terang Sof Khasanah. (Agt)
SAMBONG, SR – Nasib Loko Tour Kereta Tua milik Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, paska putusnya jembatan di Bok Brosot, Kecamatan Sambong menjadi memprihatinkan. Pasalnya menganggu dan menghambat paket wisata yang telah ada selama ini.
Jembatan yang lebih dikenal dengan Bok Brosot ini, rusak akibat dihantam truk tronton PT Mutiara Samudra Biru, yang bermuatan peti kemas pada bagian atasnya.
Sejak 14 Juni lalu, karena terkena akibatnya rel yang melintang jalan itu akhirnya rusak sepanjang 10 meter, serta beberapa bantalan rel yang terbuat dari kayu balok hilang dicuri oknum tidak bertanggungjawab.
“Kelangsungan paket wisata tor loko tua, kini mulai terancam, kalau rel tidak segera dibenahi, padahal itu menjadi adalan perhutani, bahkan warga asing telah memiliki jadwal wisata dengan ketera tua,” ungkap Wakil Adminstratur KPH Cepu Dewanto, Sabtu (18/7).
Sementara itu, biaya perbaikan juga sangat mahal, mencapai Rp. 128 juta, karena besi penyangga rel dalam kondisi melengkung, dampak lainnya harus membatalkan beberapa perjalanan loko tour yang sudah dipesan oleh beberapa pihak, bahkan kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan loko tua hanya akan tinggal kenangan.
Agar kelangsungan hidup loko tour berlanjut, Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Aset KPH Cepu, Imam Wigusono Aji, tetap memberikan pelayanan dengan cara memperpendek rute. “Kalau biasanya sampai gubung payung, kini hanya sampai bok brosot saja, kalau sudah selesai diperbaiki, baru kembali rute normal,” katanya.
Tarifnya juga berkurang dari Rp 7 juta menjadi Rp 3,5 juta karena jarak yang ditempuh adalah setengahnya dari 22 km menjadi 11 km.Bahkan rencannya pada 28 Agustus mendatang ada kunjungan dari Jerman yang akan menggunakan paket wisata loko tour.
“Semoga saja, sebelum kedatangan mereka, perbaikan jembatan peninggalan sejarah itu sudah selesai, sehingga loko tour sampai di gubug payung,” harap Imam.
Padahal unggulan wisata dengan loko tour kalau tidak penuh sampai gubug payung tidak terasa nikmat dan kurang pas. (Gie)
Belanja Pegawai Tinggi, FTB Sebar Pamflet
BLORA, SR – Meskisampai saat ini upaya Forum Transparansi Blora (FTB) untuk mengajak pemkab melakukan kerjasama dalam hal keterbukaan informasi public belum direspons, lembaga itu sudah mulai bergerak.
Sejumlah relawan disebar untuk memasang poster informasi berbagai hal di Blora. Salah satunya adalah soal APBD.
‘’Semua warga agar tahu kalau sampai hari ini, APBD Blora yang paling banyak untuk belanja pegawai. Sedangkan untuk belanja langsung kepada rakyat masih kecil,’’ ujar Sekretaris FTB Blora Lilik Yulianto.
Dalam poster yang dipasang itu, menunjukkan APBD Blora mulai 2006-2008 lalu. Besarnya biaya untuk belanja pegawai sangat tidak imbang dibanding belanja publik.pada APBD 2006 misalnya, belanja pegawai mencapai Rp 254,9 miliar, sedangkan belanja pembangunan hanya 58, 1 miliar. Pada APBD 2007juga demikian, dana belanja untuk pegawai naik Rp 337,5 miliar dan belanja untuk pembangunan hanya Rp 112,1 miliar.
Sedangkan tahun 2008 APBD menyebutkan dana belanja pegawai sebesar Rp 400 miliar sedangkan belanja pembangunan hanya Rp 158,5 miliar.
‘’Ini sangat ironis. Masyarakat perlu tahu itu, sehingga juga tahu kenapa insfrastruktur di Blora ini amburadul,’’ tandasnya.
Selain soal APBD, poster yang dipasang adalah soal sosialisasi mengenai berbagai hal. Seperti soal undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP) serta berbagai undang-undang lainya, termasuk soal pendidikan. Dengan poster itu, diharapkan masyarakat tahu, dan akan menjadi lebih kritis terhadap kondisi yang tidak sesuai.
Seperti poster soal APBD itu, masyarakat akhirnya tahu. ‘’Sebenarnya APBD itu untuk siapa to,’’ tambah tandas Lilik Yulianto.
Poster itu bukan hanya dipasang di tempat-tempat umum di perkotaan, namun juga akan disebar di 16 kecamatan di Blora. FTB, kata Lilik ingin agar keterbukaan informasi itu juga dinikmati semua lapiran masyarakat. (Gie)
Pelecehan Seksual
Siswi Kelas 2 SD Jadi Korban
BLORA, SR – Rumah terbuat dari kayu jati itu nampak sepi, saat SR sampai di halaman rumahnya. Tidak ada aktivitas apa-apa. Seperti kebanyakan rumah warga desa lainnya, bagian halaman yang luas dipakai untuk memelihara sapi atau kambing miliknya.
Itulah rumah korban pencabulan dilakukan oleh Hw (14) terhadap Melati (nama samaran) (7) , membuat gregetan warga di Dusun Tegalabe, Desa Bangoan, Kecamatan Jiken, Blora. Pasalnya korban Melati masih anak kecil, karena baru duduk di kelas II SD.
Kasus ini,saat ini telah telah di tangani oleh pihak kepolisian. Sementara Melati dan keluarganya melakukan pemeriksaan di RSUD Blora untuk melakukan visum dokter, setelah sebelumnya juga memeriksakan di puskesmas terdekat.
Keterangan berhasil dihimpun SR dari kelurga korban, pelecehan itu terungkap saat, Melati menceritakan kepada neneknya Karsi (50) soal sakit dikemaluannya saat buang air kecil, setelah di perkosa oleh Heribowo. Mendengar hal itu Karsi kaget dan langsung memberitahukan kepada Ibu kandung Melati, Juati (35).
“Putuku crito nek pernah di perkosa karo Heri sak kancane, trus nek arep kencing ngaku kroso nyeri lan loro mas, terus aku kandake karo ibune,” ujar Karsi didampingi suaminyaWariyo (60), yang tinggal di samping rumah korban.
Menurut Karsi, cucunya menceritakan sekitar 10 hari yang lalu, bahkan mengaku dua kali diperkosa oleh Heri. Dalam melakukan aksinya, ternyata Heri tidak sendirian, dia dibantu dua orang temannya, Andik dan Pupung. Ironisnya dua orang ini masih kelas dua SD, mereka saat kejadian hanya kebagian memegangi paha Melati.
Lanjut dia, saat kejadian cucunya saat itu dibekap mulutnya agar tidak bisa teriak, sementara tangan dan pahanya dipegangi oleh teman pelaku. Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah warga setempat yang saat itu sepi. “Malah diancam barang, makane mboten wani crito-crito,” katanya.
Setelah tahu cerita itu, Ibu korban Juati (35) langsung menemui orang tua pelaku yang masih satu dusun. Awalnya menurut Karsi, pelaku mengelak kalau telah memperkosa Melati. Namun setelah beberapa hari akhirnya mengakui perbuatannya. Kemudian keluarga korban langsung melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib.
“Keluarga ngih langsung lapor polisi, soale sampun ngrusak putu kulo, nek polsek mboten ditanggapi, langsung lapor polres, putuku soale sak iki isin karo konco-koncone,” ungkap Wariyo.
Pihak keluarga, lanjut Wariyo menginginkan agar pelaku, mendapatkan hukuman yang setimpalkarena perbuatannya, karena telah membuat cucunya menderita.
Sementara itu, ketika di konfirmasi pelaku Heribowo tidak ada ditempat dan sedang sekolah. Kedua orangtuanya Liswono dan Ngatini mengaku pasrah dan menyerahkan proses hukum atas perbuatan anaknya.
“Namanya juga anak mas, tetap dibela, biar proses hukum yang berjalan,” kata Liswono ayah pelaku.
Terpisah Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Blora, Amin Faried, sangat prihatin atas pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak yang masih kecil. Terlebih korban yang masih kelas dua SD.
“Kami mengecam keras tindakan itu, pelaku harus diproses yang tegas meskipun dia juga masih anak-anak, sangat disayangkan momentum hari anak 23 Juli dinodai dengan perbuatan yang tidak sepantasnya,” tegas Amien. (Gie)
18 Pertandingan, 14 Kali Menang
Dicari, Korban Berikutnya
BLORA, SR – Setelah melakoni 18 laga uji coba Laskar Haryo Penangsang Persikaba Blora membuat rekor fantastis dengan mencatat 14 kemenangan, 3 kali seri dan hanya sekali kalah.
Satu-satunya kekalahan diderita Budiana cs saat bertandang ke Stadion Letjend Soedirman, Bojonegoro melawan tim peringkat 10 Divisi Utama Persibo Bojonegoro.
Kekalahan itu terjadi ketika pada babak kedua anak asuh Bonggo Pribadi kebobolan dua gol setelah pada babak pertama sempat menahan imbang 0-0.
”Saat itu libero andalan kita, Nugroho Ardryanto mengalamai cedera sehingga ditarik keluar pada menit ke-15. Itu sangat mempengaruhi pertahanan kami,” ungkap Asisten Manajer Persikaba, Abdul Muiz.
Pasca kekalahan dari Persibo pada 20 Mei lalu, Laskar Haryo Penangsang tidak pernah kalah di 11 partai yang dijalani.
Bahkan dalam tiga laga away Persikaba juga mencatat dua kali kemenangan, masing-masing 2-1 saat bertandang ke Stadion Bahurekso Kendal melawan tuan rumah Persik Kendal dan memalukan tuan rumah PPLP Jateng (dulu Diklat Salatiga, red) 1-0 di Lapangan Batalyon 411/Salatiga, Jumat (24/7) lewat gol striker Arfi Sukmawan.
Dalam urusan mencetak gol, barisan depan Persikaba juga cukup ampuh dengan catatan 32 gol dalam 18 kali laga. Artinya 1,77 gol dihasilkan tim ini tiap pertandingan.
Pertahanan Persikaba yang digalang libero andalan Nugroho Ardryanto, duet stoper Febi Sofi dan Sukarmanto ’Togog’ juga menjadi benteng yang kokoh. Dari 18 laga, penjaga gawanng Tulus Sapmoko hanya 5 kali kebobolan.
Catatan rekor fantastis ini mendapat apresiasi dari insan sepak bola di Kota Sate. Bambang Prihantoro, tokoh sepak bola Kunduran menilai kunci sukses selama laga uji coba terletak pada kejelian manajemen dalam rekutmen pelatih dan pemain. Bambang merinci pembelian sejumlah pemain jadi yang pernah bermain di ajang Superliga menjadi kunci permainan tim.
Datangya mantan pemain Persitara Jakarta Utara Nugroho Ardryanto, mantan gelandang PSIS Ahmad Zaini, mantan striker tim nasional Indriyanto Nugroho, mantan pemain PSS Sleman Febi Sofi menjadi kunci utama.
Selain itu pengurus juga dinilai jeli dengan mengajak kembali pemain-pemain terbaik Blora untuk membela daerah asalnya. ”Tulus Sapmoko, Sukarmanto Togog, Hariyanto Jendil, Dian Jambul Kristanto, M Budiana adalah pemain-pemain terbaik Blora yang musim lalu membela klub lain, namun tahun ini mereka kembali ke Blora” terangnya.
Terkait pengunduran jadual kompetisi dari 19 Juli menjadi 4 Oktober, Bambang berharap agar pengurus memberikan libur maksimal 10 hari kepada pemain. Ini perlu dilakukan untuk menghindari kejenuhan latihan selama 4 bulan tanpa kompetisi. Dia menyarankan libur sebaiknya digelar pada awal puasa.
Untuk lawan uji coba berikutnya sebaiknya perlu diperbanyak pertandingan melawan tim divisi utama, dan divisi satu. Sedangkan melawan tim level di bawahnya (divisi II, III), sebaiknya dikurangi.
”Saya yakin tim ini lolos putaran kedua. Pada putaran kedua itulah tim yang kita hadapi makin berat,” ungkapnya.
Menanggapi harapan publik, Abdul Muiz menyatakan Persikaba sudah meliburkan pemain sejak Selasa (28/7) selama enam hari. Untuk uji coba terdekat pihaknya merencanakan melawan tim Divisi I PSTK Kota Tarakan, Kalimantan Timur dan Persibo Bojonegoro di Stadion Kridosono. (*)
REMBANG, SR - Belum lama ini pihak Kejaksaan Negeri Rembang akan segera menindaklanjuti kasus yang sudah lama dipendam (beku) selama ini dinilai masyarakat Rembang kurang ada respon. Maka dari itu menurut Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Wardinah SH melalui Kepala Seksi (Kasi Pidsus) Kusri SH.
Dalam menangani kasus tindak pidana korupsi telah melakukan penyidikan tiga kasus yaitu yang pertama kasus penyimpangan uang ganti rugi tanah bondo deso yang dilakukan Badrun (Mantan Kades Mahan Kec. Sluke), kedua mengenai penyimpangan pencairan kredit di BKK Kecamatan Kota (Penyimpangan Kredit Fiktif) modus operandinya dilakukan oleh Damar Hastono Aji (45 th) Jabatan Bagian dana Warga Desa Ketanggi Kec. Rembang Kota.
Jadi dia mencairkan Deposit milik nasabah atas nama Sugito (Rbg) sebesar Rp. 300 juta, saat ini sudah dijadikan tersangka. Terbongkarnya kasus ini yang jelas Sugito nasabah BKK setempat dengan pasti belum pernah mencairkan/menarik uangnya di Deposito ternyata sudah berkurang Rp. 300 juta dari yang ada semula belum diambil. Kepala BKK Rembang Kota Rustono siap menerima komplain sewaktu stafnya melakukan suatu tindak pidana.
Kasus Damar tersebut masih dalam tahap penyidikan, sementara masih aktif dan belum ditahan. ”Nanti kalau penyidikan selesai dan berkas sudah lengkap segera kami tangkap dan ditahan untuk mengalami proses hukum,” terang Kusri SH.
Kasus yang ketiga adalah penyimpangan kredit fiktif di BKK Sulang yang modus operasinya memalsukan data-data nasabah untuk dipergunakan pengajuan kredit. Jumlahnya bervariasi sekitar Rp. 325 juta dilakukan oleh Rumito sebagai Seksi Kredit Karyawan BKK setempat.
Terbongkarnya modus operasi tersebut pada waktu itu segera akan ada marger BKK setelah merger pasti ada pendataan azet ternyata diketahui ada beberapa penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh Rumito.
Masih terkait kasus penyimpangan uang ganti rugi tanah bondo desa milik Desa Trahan Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang oleh Badrun (Mantan Kades).
Kusri SH sewaktu dikonfirmasi SR di ruang kerjanya menyampaikan seharusnya uang ganti rugi dimasukkan ke Kas Desa tidak dimiliki pribadi dan uang tersebut habis dipakai untuk membangun rumah sebesar Rp. 150 juta, untuk beli mobil Rp. 30 juta, untuk beli sepeda motor Rp. 18 juta.
Lalu dipinjamkan kepada Gatot Sugiarto SH sebesar Rp. 100 juta (sudah dikembalikan). Alasan pinjam uang karena ada pekerjaan embung yang di Lodan Kecamatan Sarang anggaran APBD belum turun/cair sehingga karena itu sangat mendesak untuk segera direalisasikan sehingga mereka dengan cepat pinjam uang kepada Badrun.
Perbuatan melawan hukumnya adalah pengelolaan keuangan melanggar Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999, ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.
Saat ini rumah dan bangunan disita Kejari Rembang karena hasil dari korupsi untuk membangun rumah sehingga rumah iu disita pastinya. Seharusnya uang itu oleh Badrun sebagai kades diserahkan kepada Kas Desa, dimasukkan untuk dipergunakan beli tanah desa sebagai pengganti.
”Badrun sudah kami tahan, untuk saksi-saki termasuk Camat Sluke juga akan kami periksa,” ungkap Kusri SH. (Art)
Pelaksanaan DAK Rp 9,96 M Perlu Pengawsan Khusus
GROBOGAN, SR -Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran senilai 9,96 Miliar untuk perbaikan gedung SD rusak di Kabupaten Grobogan.Sekolah yang akan dibantu melalui kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, jumlahnya mencapai 70 SD.
Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Bambang Rusminto MM menjelaskan bantuan pemerintah akan menolong 142 ruangan rusak berat di puluhan sekolah. “Data yang masuk ada 227 ruangan rusak di 70 sekolah. Karena menyesuaikan anggaran akhirnya diprioritaskan untuk perbaikan 142 ruangan terlebih dahulu,” tandasnya kepada SR, Senin (27/7).
DAK tidak sekadar untuk membangun kelas rusak. Anggaran itu dikucurkan pula untuk pembelian mebel air dan bantuan untuk perbaikan kamar mandi/WC. Pembelian mebelair disediakan anggaran mencapai Rp 20 Juta dan Rp 10 Juta. Sementara untuk rehab ruangan, disediakan Rp. 60 Juta setiap ruangan. Khusus kamar mandi/WC nilainya Rp. 20 Juta.
Namun, tidak semua sekolah meneriman bantuan rehab kamar mandi/WC, kecuali yang benar-benar membutuhkan. Itupun dengan catatan penerimaan rehab ruangan dikurangi untuk memperbaiki fasilitas MCK itu. Bambang mengemukakan, masih ada 300 sekolah yang juga butuh perhatian lantaran ruangannya rusak.
“Satu diperbaiki saat ini. Tahu-tahu beberapa bulan berikutnya yang lain rusak,” tambahnya. Diakui hal itu karena kondisi gedung sekolah di Grobogan rata-rata berusia lebih dari 20 tahun.
Harus diawasi
Direktur LSM Madani P. Pujiono, SH meminta agar masyarakat secara bersama-sama mengawasi pemakaian anggaran yang digunakan untuk membangun puluhan gedung SD tersebut. Selain karena nilainya tinggi dan bertambah dibandingkan dengan tahun lalu, dana itu harus bisa di alokasikan untuk membangun gedung yang berkualitas.
Harus dihindari penyalahgunaan atau kebocoran anggaran dalam penggunaan DAK ”kalau sampai bocor atau menyimpang jelas akan mempengaruhi fisik gedung yang dibangun.Baru ditempati lima atau enam tahun gedung itu nantinya rusak.
Ini jelas akan mengganggu kegiatan akademik yang bermuara pada rendahnya kualitas pendidikan,” terangnya. Dia juga menambahkan, alokasi DAK beberapa waktu lalu juga menjadi sorotan, karena diduga telah
terjadi penyimpangan.
Kasus pemotongan gaji ke-13
Sementara itu terkait kasus dugaan pemotongan gaji ke- 13 yang dilakukan oleh kepala UPTD Dikdas kecamatan Tanggungharjo yakni Siti Khunaenah, Kadinas Pendidikan Drs.H.Bambang Rusminto, MM mengatakan bahwa persoalan itu sudah selesai dan uang tersebut sudah di kembalikan lagi pada guru yang bersangkutan.
Sebetulnya tidak memotong gaji melainkan sumbangan suka rela. Hal ini dilakukan karena selain untuk syukuran juga di pakai tambahan uang lelah untuk tiga tenaga wiyata bakti di lingkungan UPTD pasalnya tenaga wiyata bakti lingkungan UPTD bekerja lembur hingga larut malam untuk menyelesaikan administrasi gaji ke -13.
Selebihnya, uang di pergunakan untuk membeli kipas angin guna menunjang kegiatan pembagian gaji ke -13, dan biaya oprasional selama pengambilan uang di bank.
Disebutkan gaji ke -13 yang di cairkan mencapai hampir Rp.500 juta hingga butuh pengamanan layak. Gaji itu di bayarkan utnuk 163 PNS di lingkungan UPTD Tanggungharjo. Hasil pemotongan itu sendiri mencapai Rp 2,3 juta. Kita pun juga sudah diminta untuk mengklarifikasi masalah tersebut oleh Komisi D DPRD Kabupaten Grobogan,” jelasnya. (@wang)
Pendataan Jelang Konversi Gas
PEMBUATAN KTP DIWARNAI PUNGUTAN
REMBANG, SR - Pemkab Rembang dibantu tim konsultan PT Pertamina kini terus disibukkan pendataan warga terkait konversi dari minyak tanah ke gas. Namun di sela-sela pendataan tersebut warga di pedesaan yang mengurus KTP (kartu tanda penduduk) untuk mendapatkan tabung gas secara gratis terkena pungutan bervariasi antara Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu per orang. Termasuk KK (kartu keluarga).
Diperoleh keterangan, pengurusan KTP dimaksudkan agar memudahkan warga untuk mendapatkan tabung gas, namun mereka dikenai pungutan dengan alasan administrasi pengurusan tabung gas.
Adanya pungutan yang dilakukan sejumlah oknum membuat Ketua Komisi A DPRD Rembang, HA Cholid Suyono berang sekaligus meminta Pemkab turun tangan sekaligus segera mengembalikan penarikan dana siluman tersebut.
“Di dalam Perda sudah disebutkan kalau pengurusan KTP gratis, tetapi dengan menggunakan momen konversi mitan ke gas dimanfaatkan untuk menarik iuran,” jelas HA Cholid Suyono kepada SR, Senin (27/7).
Terpisah Kepada Dinas ESDM (energi sumber daya mineral) Kab Rembang Drs Agus Supriyanto mengaku tidak tahu menahu perihal penarikan terkait pendataan jelang konversi mitan ke gas. Untuk tugas itu, kata Agus, PT Pertamina telah menunjuk sejumlah konsultan yang dibagi di beberapa area. Data yang ada menyebutkan, warga Rembang yang akan diberi fasilitas konversi sebanyak 188.000 KK dan akan diberlakukan bulan Agustus nanti.
Beberapa warga masih memepertanyakan keberadaan minyak tanah di pasaran. Hal itu karena mereka merasa tidak bisa meninggalkan minyak tanah untuk kebutuhan dapur dan melaut bagi nelayan. Namun diperoleh keterangan jika setelah konversi minyak tanah yang ada di pasaran harganya berkisar Rp 6000 per liter karena sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. (Art/Ctr)
Kurang Perhatian, Reog Gondoreo Makin Tergusur
GROBOGAN, SR - Tradisi tari Reog Gondoreo adalah tradisi kesenian tari yang sudah turun temurun yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu yang ada di desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Kesenian ini adalah salah satu kesenian milik Kabupaten Grobogan yang masih dilestarikan. Walaupun demikian sekarang ini agak jarang kesenian tari reog gondoreo tampil atau manggung.
Jangankan untuk tampil secara umum, untuk tampil di pendopo guna menghibur tamu-tamu bupati saja tidak pernah. Namun satu kebanggaan bagi penerus tari reog gondoreo ini, setidaknya sudah pernah tampil berulang kali di Taman Mini Indonesia (TMI) mewakili Jawa Tengah.
Suparman alias Mamang (62) ketua dari tari Reog Gondoreo ini menuturkan bahwa ia akan terus melestarikan budaya tari reog gondoreo sampai ajal menjemput.
Harapannya ada penerus jika kelak ia sudah tidak lagi atau tidak mampu lagi menari reog gondoreo ini. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tari ini terdiri dari sekumpulan tari-tarian di antaranya bonangan, jaran kepang, dan pentul tembem.
Anggotanya sendiri berjumlah tiga belas orang yang terdiri dari sepuluh pemain gamelan, dan yang tiga orang lagi menari. Tiap minggu tiga kali latihan guna mengasah kemampuan agar tidak lupa, hal ini di lakukan jika sewaktu-waktu ada job atau tanggapan baik di dalam daerah maupun luar daerah, sebab kami juga sering ditanggap di luar daerah diantaranya di daerah Banyumas.
Sementara itu Kepala UPTD Dinas Pemuda dan Olah raga, Perhubungan dan Pariwisata Sriyono mengatakan bahwa kesenian tari reog gondoreo ini adalah tari warisan leluhur. Adapun fungsi kami terus melakukan pembinaan terhadap kesenian ini dan agar tetap di lestarikan keberadaannya.Apresiasi masyarakat terhadap seni tari reog gondoreo ini sungguh luar biasa.
Sebab sering pada acara-acara tertentu seperti mantenan, khitanan, tasyakuran dan lain-lain tari reog gondoreo ini ditanggap. Sekali manggung berkisar tiga jutaan sebab mulai manggung dari jam 10 pagi sampai dengan jam 4 sore. Namun bagi orang tua wajib berhati-hati jika punya anak kecil yang mau menonton tari reog gondoreo ini, sebab anak tersebut bisa sawanen atau kesambet .
”Tapi jangan takut karena untuk mengobati anak yang sawanen atau kesambet cukup dengan memotong rambut daripada topeng pentul tembem. Namun itu hanya mitos boleh percaya boleh tidak,” jelasnya. (@wang)
SEMANGAT WIRAUSAHA KAUM PERANTAU
KUDUS, SR -Hidup diperantauan sangat membutuhkan semangat hidup dan keberanian. Betapa tidak, berpindah dan tinggal jauh dari tempat kelahiran. Meninggalkan keluarga, sanak saudara, untuk mencari sumber penghidupan yang dipandang lebih baik.
Semangat hidup dan keberanian kaum urban (kaum perantau/ pendatang) inilah yang terbukti mampu menjadikan mereka tetap eksis, dan tidak jarang mampu mencapai kesuksesan. Semangat kaum perantau ini bisa kita lihat dilingkungan sekitar kita.
Adalah Muhammad Fudholi (biasa disapa Dholi), pria berusia 31 tahun, kelahiran Bangkalan, Madura ini, merupakan salah satu potret hidup kaum urban. Pada tahun 1995, saat usia 17 tahun, berbekal pendidikan terakhir SMP dan keinginan untuk hidup mandiri, dia meninggalkan desa asalnya, Sembilangan, Bangkalan, Madura dan memilih merantau ke kota Kudus.
Mengikuti jejak kakaknya yang sudah lebih dulu merantau di Kudus, Fadholi selama kurang lebih setengah tahun, belajar cara memotong rambut dari pamannya, yang sudah lebih awal pula tinggal di Kudus dan berprofesi sebagai tukang potong rambut. Sebagaimana kita ketahui, etnis Madura yang merantau, biasanya memiliki keahlian khusus selain berdagang sate, yakni potong rambut. Maka dikenalah sate Madura dan potong rambut Madura.
Tinggal lama di Kudus, membuat Fadholi menambatkan hatinya pada seorang wanita asal Loram Kulon, Kudus. Istrinya Ridhoa (29 th), dinikahinya pada tahun 2002 dan hingga kini telah dianugerahi seorang putri. Dalam sehari, di tempat praktek potong rambutnya di bilangan Jl. Bhakti Kudus, Fadholi melayani rata-rata 20 pelanggan. Dengan tarif potong untuk dewasa 8 ribu rupiah, anak-anak 7 ribu rupiah.
“Usaha lancar, rejeki lancar”, itulah harapannya untuk kelangsungan usaha potong rambutnya. Inilah sekilas potret kaum urban di Kudus, semangat wirausahanya pantas dicontoh. Tidak menjadi beban bagi lapangan kerja alias pengangguran, namun mampu menciptakan lapangan kerja, minimal bagi dirinya.(Wan)