tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label Agustus 2009- edisi akhir bulan - upload Roes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agustus 2009- edisi akhir bulan - upload Roes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2009

SR edisi 75 - C E P U




Penambangan Sumur Minyak Tua
Status Kepemilikan Lahan Masih Disengketakan


BLORA, SR – Setelah secara resmi, memeperoleh ijin penambangan dari PT Pertamina, melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Pendapa rumah dinas Bupati Blora, (24/3) antara Koperasi Unit Desa (KUD) Wargo Tani Makmur (WTM) Kecamatan Jiken, dengan Pihak Pertamina. KUD langsung merespon dengan melakukan upaya penambangan di Sumur tua yang akan dikelola.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, menyambut baik upaya penambangan sumur minyak tua dikelola KUD, sehingga mampu memberikan mata pencaharian bagi masyarakat yang ada di sekitar lokasi sumur tua yang merupakan peninggalan Kolonial Belanda.

Sebenaranya, KUD Jiken telah lama ingin mengelola langsung penambangan sumur tua. Itu di mulai sejak 1996, saat akan mengajukan ijin Usaha. Niat itu didasarkan pada potensi yang sangat besar bila pengelolaan sumur tua di optimalkan, dengan cara di lakukan penambangan sehingga bias memproduksi minyak mentah.

Kemudian, pada tahun 2003, kembali KUD mengajukan proposal kepada PT Pertamia Region Jawa EP Cepu, usaha itu baru berhasil pada tahun 2009 ini, setelah diijinkan menambang 24 sumur yang ada. Kemudian melakukan penambangan perdana di sumur banyubang, Desa Bangoan, Kecamatan Jiken.

“Setelah mendapatkan ijin resmi dari Pertamina dan Pemkab, baru KUD melakukan penambangan dengan melibatkan warga masyarakat di Kecamatan Jiken,” kata Ketua KUD Wargo Tani Makmur, Sungkono saat ditemui SR, Kamis (13/8).

Konflik Lahan
Setelah mendapat ijin, ternyata masalah lahan sumur minyak tua muncul di permukaan. Hal itu karena sebagian besar lokasi sumur tua berada di hutan yang merupakan wilayah Perhutani.

Salah satu penambang saat ditemui SR di lokasi menjelaskan, bahwa pernah pihak Perhutani akan menghentikan aktifitas penambangan di sumur tua, akan tetapi pihak penambang yang ada dilapangan tetap meneruskan kegiatannya walaupun harus dengan beradu argumentasi terlebih dahulu dan bahkan hampir baku hantam.

Untuk memecahkan jalan keluar, akhirnya digelar pertemuan yang dilakukan di Pendopo Kecamatan Jiken, Selasa (4/8) dengan agenda membahas tentang status kepemilikan lahan penambangan sumur tua yang berlokasi di Desa Banyubang tersebut apakah milik Perhutani atau Pertamina.

Hadir dalam acara pembahasan tersebut, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Blora Adi Purwanto, Dinas Pertanahan, PT Perhutani, Kasi Perencanaan unit I Perhutani Semarang, PT Pertamina EP dan Muspika Jiken

Namun dalam pembahasan itu belum ada kesepakatan, karena masing-masing saling beradu peta lokasi, pihak perhutani menyatakan bahwa lahan tersebut adalah milik Perhutani, dan Pertamina menyatakan bahwa lahan tersebut adalah lahan penambangan sumur tua milik PT Pertamina.

Meski, kesepakatan belum tercapai, pihak KUD, tetap menjalankan penambangan sumur tua tersebut, karena pihak KUD berkeyakinan BP Migas tidak akan salah ketika mengeluarkan izin penambangan sumur tua tersebut.

“Kalau mau menghentikan pengelolaan sumur tua ya jangan kami, tapi yang memberi kami izin dong,” terang Novi penanggung jawab lapangan pengeboran sumur tua di banyubang. (Nh)



Beban haji Bertambah ?

CEPU, SR.-
Musim haji yang akan datang sebentar lagi seudah mulai menampakkan kesibukan bagi para calon jemaah yang akan berangkat pada bulan Oktober nanti. Persiapan pengurusan surat-surat dan sebagainya sudah dilakukan sebelum hari H tiba.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Cepu dan juga pemerhati calon haji di wilayah ini ada beberapa hal yang kurang pas diterapkan panitia kepada para calon jemaah itu, Selasa (18/8).

Haji yang sekarang menggunakan paspor hijau semua biaya ditanggung Depag dengan wanti-wanti dari menteri agama agar jangan ada yang membebani jamaah.

Untuk mengurus paspor di kantor imigrasi Pati, para jamaah berombongan menuju kesana, sayangnya biaya yang dikenakan lumayan yakni 110 ribu rupiah untuk setiap calon jamaah. “Katanya biaya itu untuk ongkos transportasi, makan dan snek, tapi kok mahal amat,” keluh salah seorang jamaah yang enggan disebut namanya.

Menurut informasi biaya sewa bus Cepu-Pati PP untuk bus paling istimewa dengan AC hanya Rp 2.250.000,- sedangkan kelas dibawahnya (seperti yang dipakai jamaah Cepu) hanya dua juta rupiah.

Jika masing-masing bus dimuati rata-rata 50 orang saja maka yang diperlukan untuk biaya perorang berkisar 40-50 ribu saja. Jika ditambah biaya makan dan snek 15 ribu rupiah, maka jumlah yang dibutuhkan 65 ribu atau maksimal 70 ribu.
Jumlah urunan 110 ribu perorang yang dikenakan untuk masing-masing jamaah haji Blora (sekitar 650 orang) jumlahnya sangat fantastik. Sayang sekali banyak calon jamaah yang kurang peduli akan hal ini padahal jika dicermati banyak hal yang membebani mereka. (Agt)




Dialog Interaktif Penambang Pasir dengan Pemkab Blora



CEPU, SR.- Heboh sedot pasir menggunakan mesin tak henti-hentinya menjadi perhatian masyarakat, baik yang merasa dirugikan maupun penambang yang diuntungkan ataupun pemerintah yang terkesan bingung menghadapi dilema ini.






Salah satu usaha untuk mencari solusi masalah ini. Pada hari Kamis (20/8) diadakan dialog interaktif membangun kebersamaan mencari keserasian antara masyarakat penambang pasir Bengawan Solo dengan Pemkab Blora yang bertempat di desa Jipang, Kecamatan Cepu.



Dialog yang dipicu operasi perampasan mesin sedot oleh Satpol PP beberapa hari sebelumnya ini menarik perhatian karena pihak penyelenggara LSES (Lembaga Studi Ekonomi sosial ) Madani mencantumkan nama para pejabat ditingkat propinsi hingga kecamatan sebagai pihak yang diundang, selain para penambang mulai dari Kecamatan Menden, Kedungtuban hingga Kecamatan Cepu.



Pejabat dari Blora yang bersangkutan dengan penambangan hampir semua hadir atau diwakilkan. Rupanya undangan LSES Madani yang baru berdiri tanggal 11 agustus 2009 dianggap penting untuk ditindak lanjuti. Direktur LSES madani, Aris Subandono merasa perlu mengadakan dialog untuk meminimalkan friksi yang terjadi di masyarakata tentang penambangan pasir dengan mesin sedot.



Pihak Pemkab sendiri sedah siap menjawab pertanyaan apapun tentang tindakan Pemkab untuk menyelamatkan lingkungan hidup yang rusak akibat dampak mesin sedot pasir yang merusak sedimentasi dasar sungai.



Menurut Sugiyatno dari DPU Blora penambang pasir dianggap iolegal karena belum mempunyai ijin. “Jika diijinkanpun pasti dengan syarat-syarat tertentu,” tandasnya. Gubernur sendiri memberikan larangan terhadap penambang pasir sepanjang sungai bengawan Solo dengan mesin sedot karena daya sedotnya melampaui sedimentasi tanah dan secara biologis mematikan bioda air dan bibit ikan yang masih kecil.



UU Lingkungan hidup secara tegas memberikan hukuman bagi perusak lingkungan dengan UU LH no 23 tahun 67 dengan pidana penjara 10 tahun dan denda 10 M.



Ketika petugas membacakan UU itu sempat terjadi kegaduhan dari para penambang pasir karena menganggap hukuman itu tidak manusiawi. “Kami hanya bekerja untuk mencari makan kenapa sampai diancam hukuman seberat itu?” tanya salah seorang penambang, namun petugas yang membacakan UU itu tak bisa berbuat banyak karena memang UU nya jelas.






Suasana panas itu mereda ketika Kepala Saaatpol PP Blora Slamet Wiryanto, SE menjelaskan kepada para penambang tentang tugasnya untuk menegakkan peraturan. “Jika tidak ingin disebut ilegal maka segeralah mengurus ijin kepada pihak yang berwenang, tentang diijinkan atau tidak itu urusan mereka.






Kami hanya menjalankan tugas untuk mnertibkan dan menegakkan aturan,” tandasnya. Sebelum mendapatkan ijin itu para penambang tetap dilarang untuk menambang pasir dengan mesin sedot. (Agt)



Chanifah tentang Dewan

CEPU, SR.-
Masalah dewan di Blora mengalami berbagai fase yang kadang membingungkan masyarakat awam bahkan dewan itu senidri banyak yang bingung. Masyarakat awam berharap terjadinya perubahan dengan terpilihnya dewan yang baru sementara dewan yang baru belum bisa menunjukkan kinerjanya karena belum juga dilantik.

Salah satu dewan terpilih dari dapil II Hj Siti Nur Chanifah mengakui hal itu. “Harapan masyarakat kepada dewan yang baru memang sangat besar, mayoritas menginginkan perubahan dn kinerja yang lebih baik daripada dewan yang baru,” ujarnya. Di TK Assalam Cepu, Jumat (14/8).

Saat ini jumlah wanita yang duduk di DPRD Blora meningkat menjadi 11 orang. Jumlah ini meskipun belum mencapai 30 % dari seluruh dewan di Blora namun diharapkan bisa mewarnai wakil rakyat itu menjadi lebih baik dan positif.

“Dewan yang perempuan dari Dapil II sudah sepakat untuk mngedepankan tanggung jawab dan menerima kruitikan dari pihak manapun. Masyarakat harus mengontrol DPR pilihannya namun harus sportif terhadap tindakannya, artinya jangan hanya bisa mengritik namun harus bisa bercermin terhadap tindakannya,” kata perempuan yang aktif di berbagai organisasi ini.

Chanifah mengharap perlu adanya penguatan jalinan komunikasi antara perempuan, LSM dan ormas lainnya sehingga tidak berkesan jalan sendiri-sendiri. Banyak kaum tertindas yang memerlukan bantuan terutama kaum wanita, dengan kerja sama yang baik antara pihak yang bersangkutan maka kaum tertindas akan berkurang, ungkapnya.

Sebagai dewan baru yang terpilih ia merasa sikap beberapa dewan yang lama kurang simpatik dan terkesan seenaknya sendiri. “Mungkin mereka meremehkan dewan yang baru terpilih meskipun demikian saya mohon doa dan kesempatan serta dukungan dalam mengemban amanah rakyat ini,” pungkasnya merendah. (Agt)

SR edisi 75 - PENDIKAN & OLAH RAGA




Main Lepas
Persikaba Mampu kalahkan Persiwa 3-2

BLORA, SR – Persikaba Blora, akhirnya bisa meraih kemenangan melawan tim besar yang berlaga dalam Idonesia Super liga (ISL) Persiwa Wamena 3-2 (2-0), saat pertandingan uji coba yang dilangsungkan di Stadion Kridosono Blora, Kamis (20/8).

Kemenangan laskar Haryo Penangsang ini, tercipta lewat tendangan jarak jauh Hariyanto di menit 8, gagal ditangkap oleh Kiper Johan Charles. Dua gol lainnya diborong oleh striker Indriyanto Nugoro di menit 25 dan menit 64. Sekaligus sebagai gol perdana Indriyanto selama memperkuat Persikaba, yang disambut gembira oleh sekitar 1500 suporter yang memadati stadion.

Gol Perdana Indriyanto tercipta lewat sundulan setelah menerima umpan dari Sukisno, sementara gol kedua dari tendangan bebas, namun sempat diblok oleh kiper penganti Geri Mandagi namun bolanya masuk ke gawang.

Sepanjang pertadingan berlangsung sangat menarik, bahkan anak asuhab Bonggo Pribadi kali ini bermain lebih berani menyerang dan tampil konsisten, bahkan berkali-kali tekanan yang dilancarkan Budiyana, Bambang Harsoyo, dan Indriyanto yang berduet dengan Hariyanto mampu merepotkan gawang Persiwa.

Baru pada babak kedua, setelah masuknya Peter Rumaropen, Yohanes Kabasaimu, Isak Kanon, serta Gari Mandagi, pertahanan Budiyana dkk menjadi tertekan. Sebelum akhirnya gawang Persikaba yang di jaga Catur jebol oleh tendangan keras Vendy Mofu pada menit 55.

Lewat kerjasama yang manis antara Peter Romaropen, kembali Vendy Mofu mengoyak gawang catur untuk yang kedua kalinya setelah mengecoh barisan pertahanan yang digalang oleh Nugroho Andriyanto dan Feby Sofi membuat skor 3-2.

Sebenarnya nyaris saja Indriyanto membuat hattrik kalau saja tendangannya tidak digagalkan oleh kiper Gari Mandagi. Skor 3-2 tetap bertahan hingga wasit Slamet Kusdianto membunyikan peluit terakhir.

Asisten Manajer Persiwa Agus Santoso mengakui bahwa bukan hasil akhir yang dia inginkan, karena Persiwa baru melakukan tahap seleksi pemain. Termasuk ada 4 pemain asing dan satu kiper yang ikut seleksi dimainkan saat melawan Persikaba.

”Secara keseluruhan masih banyak kekurangan kalau melihat pertandingan hari ini, sekaligus dijadikan untuk seleksi pemain, masih ada waktu untuk persiapan,” kata Agus Santoso.

Menurut dia, sudah satu bulan ini Persiwa melakukan latihan di Malang. Merasa senang bisa diundang Persikaba untuk latihan uji coba.

Terpisah Pelatih Persikaba Bonggo Pribadi, cukup puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhannya. Dia menilai pemain bermain lepas dan sudah tidak grogi lagi, hasilnya meski menghadapi tim yang dua level diatasnya bisa mengimbangi dan menunjukkan semangat untuk menang, akhirnya terbukti.

”Kali ini mereka bermain lepas, tanpa beban sehingga bisa mengimbangi, ini salah satu kuncinya, kali ini mental mereka sangat bagus,” ungkap mantan pelatih PSIS Semarang ini.

Kemenangan itu sekaligus menuntaskan dendam saat dikalahkan tim dari divisi utama Pro Duta Yogyakarat 1-2 saat uji coba yang dilaksanakan, Jum’at (14/8). (Gie)






Tidak masuk Terget Justru raih 2 Perunggu

BLORA, SR.- Prestasi yang cukup membanggakan bagi Blora, dalam keikutsertaanya porprov yang berkahir pecan lalu.

Seperti diketahui hasil akhir porprov Blora menduduki ranking 8 dari 35 kota/kabupaten . Kontingen Blora mampu mendapatkan 19 emas 24 perak 30 perunggu dengan nilai 235. Nilai tersebut sama dengan kabupaten Klaten namun kalah dalam selisih emas.

Perbakin Salah satu Cabang olah raga yang baru dan tidak ditarget KONI Blora justru mampu menyumbangkan medali. “Walau hanya 2 medali perunggu, menurut kami sangat praktise mengingat, cabor ini baru dan tidak nominasi medali oleh KONI,” kata ketua Perbakin Blora, Suryanto.

Untuk itulah sebagai ucapan syukur dirinya beserta pengurus dan atlit Kamis lalu mengadakan syukuran dihalaman rumahnya.

Disamping syukuran tersebut dalam orasinya Suryanto meminta agar 2 medali perunggu tersebut dijadikan dasar untuk mengejar medali emas pada even mendatang.

“Awal yang baik untuk langkah kita kedepan agar lebih baik dari saat ini,” jelas Suryanto.(Roes)





Mobil Pintar untuk Gali Potensi Desa

BLORA, SR.- Mobil pintar yakni sebuah mobil keliling yang berisi tentang buku perpustakaan dan internet mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal ini terbukti saat didesa Beji kecamatan Kunduran, antusias warga, mulai dari pelajar hingga orang tua mengujungi mobil pintar yang menyertai Bupati dalam kunjungannya ke daerah.

Khususnya para pelajar mereka mendatangi mobil pintar tersebut semata-mata untuk mengenal lebih dekat dengan internet. Disamping itu membaca buku perpustakaan yang ada dan sebagian melihat vedio yang diputar di mobil itu.

“Saya ingin tahu mobil katanya dilengkapi internetnya, setelah aku buktikan memang benar,” kata Edi siswa SD yang ikut menyambut kedatangan Bupati Blora (13/8) lalu.

Program yang diluncurkan Dinas Pendidsikan Blora melalui UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) pimpinan Drs Sarjono ini, memang mengundang kagum sebagian besar warga desa.

Disamping itu salah satu pengenalan tehnologi internert dipedesaan, SKB juga pembelajaran warga keaksaraan dan ketrampilan Boga. “Untuk ketrampilan Boga kami menggali potensi yang ada didesa tersebut kemudian untuk dikembangkan. Meliputi juga cara pemasaran produk desa tersebut,” ungkap Sarjono.

Sedang untuk Pembelajaran warga keaksaraan menurut Sarjono, SKB mendatangkan Guru yang mengerti psikologi orang tua.

Sementara Bupati Blora Yudhi Sancoyo dalam sambutanya, mengucapkan sangat bangga terhadap antusias warga terhadap program pemberdayaan masyarakat melalui bidang pendidikan ini. “Saya bangga terhadap saudara-saudara, walau didesa namun kemajuan tehnologi saudara tak mau ketinggalan dengan yang dikota,” katanya.

Untuk itulah Yudhi berharap dengan diadakannya program ini, semangat masyarakat guna mengikuti sekaligus mensukseskan kegiatan ini tetap terjaga.

“Manfaatkan semua fasilitas yang disediakan pemerintah. guna meningkatkan ketrampilan saudara dan anak-anak saudara. Karena semuanya itu toh demi kemajuan diri sendiri dan daerah saudara,” tegas Yudhi. (Roes)




Gaet Siswa dengan Jurusan Tehnik Komputer Jaringan

BLORA, SR.- Gebrakan baru muncul dari SMK Ma’arif Blora, yakni menggabungkan antara Tehnik dan Menejemen Komputer ternyata membuahkan hasil.

Terbukti di awal tahun pendidikan sebulan yang lalu, berhasil menggaet 40 siswa terpilih dari 63 pendaftar pada jurusan Tehnik Komputer Jaringan ini.

Menurut Kasek H. Suratman dengan jurusan baru ini, nantinya para lulusan SMK Ma’arif dapat bersaing dengan sekolah tehnik dalam bursa tenaga kerja.

“Tujuan utama adalah agar para lulusan nantinya dapat mengikuti tehnologi yang selalu berkembang, sehingga peluang bersaing dengan lulusan dari sekolah lain lebih menjanjikan,” kata Suratman.

Dia juga menjelaskan bahwa sekolahnya yang telah berdiri sejak tahun 1995 semata-mata buka mencari profit saja, namun juga membantu siswa tidak mampu dengan membebaskan pembiayaannya.

“Sejalan dengan program pemerintah, kami juga menggratiskan siswa yang tidak mampu dan juga memberika bea siswa bagi siswa berprestasi pada sekolah kami,” jelasnya.

Saat ditanya berapa siswa sekolah yang digratiskan, Suratman mengatakan setiap tahunnya minimal mengratiskan 10 siswa yatim piatu yang dibebaskan dari segala bentuk pembayaran disekolahnya.

Dari segi tenaga pendidik terdapat 37 Guru, sedang yang sudah bersertifikasi sebanyak 13 guru. Mereka yang siap mengajar sekitar 703 siswa, yang terbagi di tiga jurusan.

“Unggulan kami tetap jurusan Akuntansi, akan tetapi jurusan Menejemen Komputer Jaringan nantinya akan menjadi alternatif unggulan lain ditahun mendatang,” tambah Suratman. (Roes)

SR edisi 75 - REMBANG-KUDUS-GROBOGAN-SEMARANG-KENDAL

Meriam Kuno ditemukan

REMBANG, SR- Tanpa sengaja beberapa petani garam di Desa Punjulharjo yang sedang menggali parit untuk mengairi lahan tambak menemukan benda peninggalan sejarah berupa besi yang diperkirakan sebagai ujung dari moncong meriam kuno.

Tempat penemuan hanya berjarak sekitar 300 meter timur laut dari lokasi situs kapal kuno Punjulharjo yang saat ini telah ditangani oleh pihak berwenang.

Ikhsan (44), saksi mata penemuan, menuturkan kepada beberapa wartawan, seminggu lalu sejumlah petani tambak menemukan sebuah besi tua yang berbentuk pipa saat menggali parit .

''Besinya itu menyerupai moncong meriam,'' ungkapnya saat berada di sekitar lokasi penemuan.

Demikian juga dengan Nursalim, kepala Desa Punjulharjo, mengungkapkan, secara keseluruhan benda yang masih terpendam di dalam parit ini tidak terlihat secara utuh. ''Selain masih berada di dalam tanah, lokasi penemuan juga tergenang air tambak,'' jelasnya.

Perkiraan Warga desa ketebalan besi yang terkubur itu sekitar 2,5 cm dengan panjang 3-3,5 m. Sementara itu, diameter lubang besi sepanjang 3 cm.

Nursalim juga menambahkan, setelah mendapat laporan penemuan dari warga, pihaknya langsung meminta untuk menjaga lokasi itu. (Roes)



Kelompok Berjubah Resahkan Warga

REMBANG, SR- Belakangan ini sejumlah warga beberapa desa di Rembang merasa khawatir dan resah dengan munculnya kelompok syiar agama Islam. Karena penampilan mereka eksklusif dan berjubah. Mereka datang berkelompok terdiri sekitar 10 orang, kemudian tidur dan masak di masjid atau musala di mana mereka mekakukan kegiatan, yaitu syiar agama Islam.

Sejauh ini mereka telah melakukan kegiatan syiar di musala Dukuh Sono, Desa Waru, sebuah musala di Desa Pandean dan di Masjid Desa Pasarbanggi, semuanya di Rembang Kota.

Kelompok pertama datang di musala Dukuh Sono minggu lalu. Mereka minta izin pada takmir musala setempat untuk melakukan syiar di Dukuh Sono selama tiga hari. Anggota kelompok tersebut diketahui juga warga Rembang, bahkan beberapa warga Sono sudah mengenalnya.

Setelah mereka melakukan kegiatan, warga mulai resah karena mereka mlawang dan minta kepada warga agar menjalankan salat di musala. Karena kegiatannya tidak lazim seperti para kiai, warga Sono dan sekitarnya mulai resah.

”Kami memberi waktu selama tiga hari sesuai izin mereka, jika tiga hari mereka tidak angkat kaki terpaksa kami usir,” ujar Imron Rosyadi, salah seorang tokoh masyarakat Sono.

Kelompok lain sempat berdakwah di salah satu musala di sebelah utara Alun-alun Rembang. Mereka merupakan jamaah tablig yang berasal dari Pamotan, Pancur, Banyudono dan ada pula yang datang dari Semarang. Keberadaaan mereka juga sempat didatangi aparat kepolisian, setelah dilaporkan oleh warga Desa Pandean.

Dan satu kelompok terrakhir melakukan kegiatan yang sama di masjid Desa Pasarbanggi. Kelompok ini datang dari Nusatenggara Barat.

Kapolsek Kota Rembang AKP Isnaeni kepada sejumlah wartawan mengemukakan, sejauh ini memang belum diketahui apakah ajaran mereka menyimpang atau tidak.

Namun pihaknya harus bergerak cepat untuk melakukan pendekatan, sehingga jangan sampai muncul konflik di tengah masyarakat. Apalagi kedatangan kelompok jamaah tabliq ini juga tidak sepengetahuan pihak desa setempat.

”Setelah dilakukan pendataan, akhirnya kedua kelompok jamaah tersebut pergi membubarkan diri,” kata Isnaeni.

Kapolsek juga berharap masyarakat lebih berperan aktif apabila mengetahui kegiatan kelompok eksklusif atau berbeda.(Roes)
Kerugikan Negara Rp186,68 Miliar akibat Korupsi di Jateng

SEMARANG, SR- Tak kurang dari 116 kasus korupsi ditemukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah di sejumlah daerah di Jateng selama kurun waktu 2007 - 2009. Total kerugian negara akibat praktik korupsi selama hampir tiga tahun tersebut mencapai Rp186,68 miliar.

Untuk tahun ini saja, BPKP Jateng menemukan 30 kasus tindak pidana korupsi. Rinciannya, 11 kasus diantaranya telah diaudit investigasi dengan nilai kerugian negara sebesar Rp20,31 miliar. Sedang 19 kasus sisanya kerugian keuangan negara ditaksir sebesar Rp33,87 miliar. Sehingga total kerugian keuangan negara tahun ini senilai Rp54,18 miliar.

"Temuan BPKP Jawa Tengah tersebut sudah disampaikan ke aparat penegak hukum yang berwenang dalam hal ini kepolisan dan kejaksaan," ujar Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jateng

Arzul Andaliza mengatakan saat acara serah terima jabatan ke pejabat yang baru Muchtar Husein, di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, minggu lalu.

Arzul memaparkan, rinciannya untuk kasus korupsi sepanjang tahun 2007 - 2009, audit investigasi 49 kasus dengan nilai kerugian Rp109,58 miliar. Sedang perhitungan kerugian keuangan negara dari 67 kasus korupsi lainnya senilai Rp77 miliar.

Sedangkan untuk tahun 2009 ini, hingga Agustus, BPKP Jateng sedang menangani 16 kasus perkara korupsi di sejumlah daerah di Jateng mulai dari Demak hingga Banjarnegara. Materi kasus-kasus ini beragam, ada yang berupa proyek pembangunan jalan seperti yang terjadi di Purwodadi, pengadaan alat kesehatan seperti yang terjadi di Kebumen atau kasus pengadaan pakaian dinas seperti yang terjadi di Pekalongan.

"Sebanyak 16 kasus ini masih ditangani, jadi kerugian negara berapa belum diketahui," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo berharap kasus korupsi di Jateng dapat berkurang di masa kepemimpinannya. Bibit mengatakan, saat ini lembaga pengawasan sudah berlapis, mulai Bawasda, BPK, BPKP, KPK, kepolisian, kejaksaan dan lembaga lainnya.

"Saya juga heran, kok masih saja ada yang lolos," ujarnya, dalam acara yang dihadiri semua Bupati dan Wali Kota tersebut.

Gubernur juga berpesan pada para kepala daerah di jajarannya untuk memantau penggunaan uang negara sampai ke tingkat desa. Apalagi, dalam waktu dekat Pemprov Jateng menggelontorkan dana Rp 100 juta di semua desa yang dianggap tertinggal di Jateng. Untuk tahap pertama ini, sebanyak 350 desa di Jateng akan menerima bantuan tersebut. "Saya minta semuanya mengawasi penggunaannya. Sebab kita ingin dengan uang itu desa menjadi sejahtera, bukan sebaliknya," jelasnya.
Dalam sertijab tersebut, Muchtar Husein menggantikan Arzul Andaliza menempati jabatan baru di BPKP pusat pada divisi pengawas BUMD se-Indonesia. Sedangkan pejabat baru sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jateng. (Roes)
GROBOGAN RAIH TIGA PENGHARGAAN

GROBOGAN, SR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan pada tahun 2009 ini, kembali menorehkan prestasi. Berupa penghargaan di tiga bidang yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, saat peringatan hari Jadi Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Semarang.

Tiga penghargaan kepada Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH.Diantara penghargaan itu adalah :

Penghargaan pertama adalah keberhasilan Kelompok Petani Ngudi Luhur, Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan dalam mengelola pertanian secara maksimal.

Penghargaan kedua adalah Manggala Karya Kencana yang diberikan kepada bupati atas keberhasilannya dalam menjalankan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Grobogan.

Data yang diperoleh dari Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,.dan KB di 19 kecamatan pada tahun 2009 mencapai 35.475 peserta.

Dan yang terakhir adalah penghargaan atas nama Jaswadi, seorang petugas inseminasi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), sebagai petugas lapangan terbaik.Karena Pak Jaswadi sebagai petugas inseminasi Disnakkan dinilai berhasil dalam menjalankan tugas, penghargaan itu pantas diberikan kepadanya, kata Kabag Humas setda kabupaten Grobogan Agung Sutanto seusai upacara penyerahan penghargaan.(@wang)
Penderita ISPA meningkat

GROBOGAN, SR- Kondisi cuaca yang ekstrem di musim kemarau kali ini, di mana siang hari sangat terik dan udara dingin di malam hari, menyebabkan penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Grobogan capai 11.005 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Bambang Pudjianto melalui Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkunagn (P2&PL), dr Johari Angkasa, Rabu (26/8), sebagian besar penderita adalah anak-anak.

”Memang meningkat tajam, ini dilihat dari jumlah penderita ISPA yang berobat di RSUD dr R Soedjati Purwodadi dan 30 Puskesmas di Kabupaten Grobogan,” kata dr Johari.

Diakui Johari, sebagian besar penderita adalah anak-anak karena menurunnya kondisi daya tahan tubuh saat musim kemarau seperti sekarang ini. Di mana cuaca sangat ekstrem sehingga melemahkan daya tahan tubuh manusia.

Adapun gejala yang sering muncul saat diserang ISPA adalah, demam dan flu juga disertai batuk. Menurut Johari, jika tidak secepatnya diobati, maka penyakit ini akan membahayakan.

Cepatnya penyebaran ISPA, tambah Johari, selain karena faktor cuaca yang ekstrem juga kebersihan lingkungan yang kurang terjaga selama musim kemarau ini. Belum lagi asupan vitamin yang tidak terjaga.

”Pencegahannya sebenarnya mudah dilakukan, yakni dengan memperhatikan asupan gizi dan vitamin dalam makanan, serta tetap menjaga kebersihan lingkungan dan diimbangi banyak istirahat bagi penderita,” ungkap Johari.

Mengenai kasus ISPA di Kabupaten Grobogan, diakui Johari memang terhitung tinggi. Terutama saat memasuki musim kemarau seperti ini. Tahun 2008 lalu, penderita ISPA mencapai 22.000 penderita.

”Memang risiko kematian akibat serangan penyakit ISPA kecil. Namun masyarakat tetap harus menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau yang kebetulan juga bersamaan dengan ibadah Puasa,” tandas Johari.(Roes)
SAERI, SEBAGIAN HIDUPNYA UNTUK MENGABDI

KENDAL, SR- Saeri (61 th), sosok pria berperawakan kecil menatap tajam langit langit kantor Kelurahan Desa Ngargosari kecamatan Sukorejo. Tak terasa sudah 41 tahun dirinya mengabdi dan melayani masyarakat desa Ngargosari Sukorejo. Saat ini dia dia tercatat sebagai perangkat desa urusan Kesra di desa setempat.

Saat SR menemui dikantornya dia menceritakan bahwa motivasi menjadi perangkat desa adalah semata mata untuk beribadah. Dirinya merasa bangga bila dalam hidupnya dapat melayani masyarakat. “Kulakukan pekerjaan ini dengan ikhlas “ tutur Saeri.

Diakuinya bahwa selama menjadi perangkat desa’ kehidupanya hanya pas pasan, maklumlah tidak mempunyai pekerjaan tambahan. Sawah yang diterima sebagai imbalan pekerjaannya seluas ½ Ha pun diolah sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Kalau dijual tahunan lakunya sangat murah, tidak cukup untuk membiayai keluarganya.

Seiring dengan perjalanan waktu, Saeri pun merasa bangga atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal yang telah memberikan penghasilan tambahan bagi Perangkat Desa. Saat ini dia dan rekan rekanya mendapatkan tambahan dari Pemda tiap bulan yang dibayarkan setiap 3 bulan sekali. “Alkhamdullillah mas nasib para perangkat telah dipikirkan oleh pemerintah, sehingga perekonomian keluarga bisa terangkat” tambah Saeri.

Sebelum ada tambahan penghasilan dari Pemda, dia selalu hutang kesana kemari untuk membiayai keluarganya, dan hutang itu akan dibayar manakala musim panen tiba. Kehidupan semacam ini dialakukan selama bertahun tahun. Namun sejak menerima panghasilan tambahan kehidupanya mulai berubah, saat ini tidak lagi hutang kepada orang lain. (imam)

Selasa, 25 Agustus 2009

SR Edisi 75 - RENCANA FOKUS

Fokus
Pelantikan DPRD tanggal 27 AGUSTUS ?

BLORA, SR.- Polemik kapan anggota DPRD baru hasil pileg 2009 akan dilantik masih menjadi teka-teki dimata para anggota dewan terpilih.

Demikian juga dikalangan eksekutif masih juga belum bias mengatakan secara pasti kapan pelantikan anggota DPRD baru terlaksana. Seperti halnya Asisten 1 Pemkab Blora Bambang Darmanto saat ditemui SR (20/8) mengatakan belum bisa memastikan waktunya.

Demikian juga Plt Sekwan Didik Lukardono kepada SR juga mengatakan yang hampir sama. Dia membenarkan bahwa jadwal pelantikan memang belum jelas. “Kemungkinan tanggal 27 atau 28 Agustus,” katanya (24/8) lalu.

Meski tidak gamblang, dia menyatakan saat ini masih ada persoalan administrasi yang belum beres.

''Memang masih ada beberapa yang harus diselesaikan. Kalau selesai mungkin segera dijadwalkan (pelantikan),'' ungkapnya.

Sementara itu, beberapa caleg terpilih saat dihubungi mengaku belum bersikap. Mereka memilih menunggu perkembangan yang ada. HM Kusnanto, caleg terpilih dari Partai Golkar, mengatakan bahwa pihaknya masih akan menggelar rapat dulu untuk mengambil sikap terkait gagalnya pelantikan anggota dewan baru.

Sama halnya dengan Abdullah Aminuddin dari PKB menyatakan, kegagalan pelantikan itu bisa berakibat pada implikasi politik dan hukum. Namun, ketua DPC PKB Blora ini masih belum mau menyebut secara rinci akibat politik dan hukum itu. ''Wacana sementara memang dari sisi politik dan hukum akan kita tempuh,'' katanya.

Bahkan Caleg terpilih lain yang cukup energik dengan kritikanya yakni Yantinah tampak sedikit pasrah. Kepada SR dirinya menyatakan terserah kapan waktu dirinya pelantikan. “Mau bilang apa, lha keadaanya memang begitu. Yang penting gaji kita terhitung bulang September bisa kami terima, walau dibayrakan kapanpun,” ungkapnya.

Lain halnya Seno Margo Utomo dari PKS, kepada SR menuturkan setelah tidak ada pelantikan 14 Agustus lalu, dia melakukan introspeksi kedalam

''Sebenarnya kami tidak hanya diam. Hanya gerakan kami memang tidak frontal,'' ujarnya.

Menurutnya, hasil rapat bersama yang membawa persoalan itu ke Pemprov Jateng dan Mendagri, sampai saat ini belum ada kabarnya. Dia mendengar penyelesaian surat pertanggungjawaban (SPJ) untuk berbagai kegiatan anggota dewan lama belum diselesaikan pihak setwan. Persoalannya, kata kader PKS ini, ada sejumlah bahan SPJ yang tidak ada.

''Bagaimana mereka mau menyelesaikan SPJ-nya kalau bahan tidak ada. Seperti misalnya untuk kunjungan kerja anggota dewan, laporannya banyak yang tidak ada,'' imbuhnya.

Karena itu, dia menduga, persoalan pelantikan ini masih akan berlarut-larut. Dia sangat berharap partai-partai besar seperti Golkar, PD, PKB atau PDIP yang bakal menjadi pimpinan di DPRD juga terus bergerak. Jika gerakan itu dilakukan bersama-sama, kata dia, maka segera menemukan titik terang.

“Secara personal kita masing sering komunikasi untuk membahas langkah selanjutnya,'' ujarnya.

Selama ini, menurut Seno, Ketua DPRD Warsit menyatakan kalau pelantikan akan dilakukan akhir bulan Agustus ini. Namun, melihat gelagat yang berkembang, dia tidak yakin kalau 31 Agustus nanti anggota dewan baru bisa dilantik. Sebab, persoalannya saat ini bukan pada waktu. Melainkan soal tuntutan pencairan hak sejumlah anggota dewan lama.

''Teman-teman masih menunggu sampai akhir bulan. Yang perlu kita sikapi adalah setelah 31 Agustus itu langkah apa yang akan dilakukan. Itu penting,'' tuturnya.

Karena itu, dia mengaku saat ini sedang koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Komunikasi dengan banyak pihak juga dilakukan, mulai dari birokrasi hingga penegak hukum. Sampai saat ini, menurut Seno, para calon wakil rakyat itu masih memegang komitmen untuk kompromi. Artinya, masih mempunyai batas kesabaran untuk menunggu semua proses administrasi di DPRD selesai.

''Ya, minimal sampai 31 Agustus itulah. Setelah itu, tunggu saja gerakan kami,'' ancamnya.

Ditempat terpisah ketua DPRD Blora HM Warsit ketika dikonfirmasi beberapa kali selalu mengatakan jawaban yang sama. Bahwa pelantikan bisa dilakukan sewaktu-waktu asal hak-hak yang harus diterima anggota DPRD harus dipenuhi eksekutif dulu.

Warsit yang juga salah satu orang terkuat di Blora ini, juga menjelaskan bahwa pelantikan anggota DPRD harus melalui tahapan-tahapan sebelum diparipurnakan, diantaranya Panmus. Padahal sampai saat ini dirinya belum mengadakan Panmus tersebut.

Dia juga mencontohkan Pemberhentian jabatan seorang Bupati adalah akhir bulan. Sedang untuk anggota dewan berdasarkan perundangan yang berlaku, adalah selambat-lambatnya satu bulan setelah menerima SK.

“Kalau SK Gubenur dikeluarkan bulan Juli maka pelantikanya adalah bulan berikutnya yakni Agustus dan itupun akan saya lakukan akhir Agustus,” tegas Warsit.

Disisi lain Amin Faried ketua Forum Transparansi Blora justru menekankan pentingnya koordinasi eksekutif dibawah pimpinan Bupati Yudhi Sancoyo dengan Legislatif pimpinan Warsit tentang penyelesaian administrasinya dengan hati yang dingin.

“Mungkin solusi yang tepat adalah adanya perjanjian hitam diatas putih, terutama terkait dana, andai sampai akhir Agustus belum cair,” jelas Amin.

Alasanya cukuplah sederhana, untuk memenuhi tuntutan anggota DPRD baru yang belum dilantik. Dan juga untuk memenuhi konsekwensi dari batas waktu, dalam hal ini Bulan Agustus seperti yang diinginkan ketua DPRD HM Warsit.
“Saya yakin bila hal ini terpenuhi niscaya pelantikan sebelum atau setidaknya 31 Agustus akan dapat terlaksaana,” tegas Amin Faried. (Roes).





Fokus Samping

Wahono ( Ketua Panwaslu Blora)
Pelantikan Dewan Gagal – Panwaslu Laporkan Bawaslu

BLORA, SR.- Wahono selaku ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Blora melaporkan gagalnya pelantikan anggota DPRD Blora. Caleg terpilih hasil pileg 2009 dilaporkan ke Bawaslu dan ditembuskan ke Panwaslu Provinsi Jateng.

Menurut Ketua Panwaskab Blora Wahono, laporan itu terkait tidak dilaksanakannya SK gubernur Jateng yang mengamanatkan pelantikan anggota dewan baru pada 14 Agustus lalu.

''Salah satu tugas panwaskab adealah juga mengawasi pelantikan atau peresmian anggota DPRD baru,'' katanya.

Sesuai perhitungan, lanjut dia, masa jabatan 60 bulan bagi anggota dewan periode 2004-2009 habis pada 14 Agustus lalu. Sebab, para wakil rakyat itu dilantik pada 14 Agustus 2004. Karena itu, SK gubernur yang mengamatkan pelantikan 14 Agustus lalu harus dilaksanakan.

''Implikasi tidak dilaksanakan SK Gubenur tersebut, kami laporkan apa adanya bahwa diBlora memang ada kejadian seperti itu,'' tegas Wahono.(Roes)



Bambang Susilo ( Caleg terpilih Partai Demokrat)
Berharap Paling tidak 31 Agustus

BLORA, SR.- Seperti diketahui awal bulan Agustus lalu sebagian besar anggota dewan terpilih pileg 2009, mengadakan pressure ke DPRD agar ketua Dewan segera melakukan pelantikan, namun tak membuahkan hasil.

Untuk itulah selanjutnya mereka tak begitu antusias terhadap kapan waktunya pelantikan dirinya.

Bambang Susilo caleg terpilih dari Demokrat ketika dikonfirmasi enggan mengeluarkan stetemen yang nantinya justru akan menjadikan pelantikan molor lagi.

“Saya tidak komentar dulu saja mas, nanti kalau komentar justru malah bikin molornya pelantikan,” kata Bambang.

Namun dia berharap agar hak-hak anggota dewan lama segera dibayarkan. Seperti halnya Pengembalian Uang Purnabakti yang kasusnya sudah divonis tidak bersalah, dan dana Kunjungan Kerja yakni dengan menyelesaikan administrasi pencairan dananya.

Ketika ditanya kapan waktu penyelesaiannya, dirinya tidak bisa memastikan. “Bisa jadi minggu ini dan paling tidak sebelum 31 Desember,” tambah Bambang Susilo. (Roes)




Suningsih (Caleg terpilih Partai Golkar)
Prihatin atas keadaan ini

BLORA, SR.- Caleg terpilih dari dapil 1 Blora, Suningsih tanpa tebeng aling-aling mengatakan sangat prihatin keadaan di Blora saat ini.

Mulai dari penetapan APBD yang setiap tahunnya selalu mendapat ranking terbuncit seluruh Indonesia, sampai jelang pelantikan dirinyapun belum jelas waktunya.

“Kalau benar pelantikan 31 Agustus kebangeten, saya pribadi sangat prihatin dengan keadaan Blora saat ini. Masak pergantian DPRD harus buat sensansi masuk MURI lagi sebagai kabupaten terbuncit pelantikanya,” kata Suningsih.

Menurut kandidat sekretaris fraksi Partai Golkar ini masyarakat Blora sudah mengharap dan menunggu perubahan Blora kedepan. Bahkan mereka sangat berharap banyak supaya Blora kedepan jauh lebih baik dibanding sekarang ini.

Suningsih juga mengaku tidak mau mencari kambing hitam terhadap permasalahan kabupaten Blora selama ini. Akan tetapi bagaimana mencari pemecahan suatu masalah yang terbaik bagi semua pihak.

“Mbok dirembuk sing apik-apik, Jare wong jowo unen-unene ono rembug yo di rembug bareng-bareng, ojo asal pokok-e,” ungkapnya dalam bahasa jawa.

Suningsih juga menambahkan, dirinya sangat yakin andai kedua pihak yakni eksekutif maupun legislatif ditahun mendatang dapat dapat bekerjasama dengan baik. “Dan inilah keyakinan saya pembangunan Blora kedepan jauh lebih baik dari pada yang lalu,” iambah Suningsih. (Roes)