tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label EDISI 68. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDISI 68. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2009

PNS Naik Pangkat & Bio Etanol




Lintas Kecamatan

Bioetanol Blora akan Rambah Nasional
Todanan, SR.-

Deklarasi Asosiasi Pengusaha Bioetanol Indonesia (APBI) Jawa Tengah di Todanan, Rabu (20/5) berlangsung di Balai Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan Blora.

Deklarasi tersebut disaksikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Adi Purwanto, Staf Ahli Bupati Blora Setyo Edi, Kasi dan Suplayer bahan baku beoetanol dari Kudus serta plasma Beoetanol.

Ketua APBI Suparyadi mengatakan, Pembentukan APBI tersebut semula adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Satria. Setelah termotivasi oleh isu nasional terkait dengan berkembangnya kebutuhan energi alternatif selain bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini terkait dengan adanya potensi bahan baku bioetanol yang melimpah di daerah Todanan, maka Untuk itu Suparyadi tergugah membentuk APBI yang menurutnya kedepan sangat prospektif sekali.

Suparyadi juga menambahkan, saat ini Asosiasi yang dipimpinnya itu, telah memproduksi bioetanol yang bahan baku ketela jenis Daplang dan Markonah,
“Kami juga membuat bio etanol dari tetes tebu yang disuplai dari Kudus,” ungkapnya.

Suparyadi juga menambahkan saat ini pihaknya sudah bisa memproduksi bioetanaol antara 300 - 500 liter perhari dengan harga perliter bisa terjual Rp 4.000,-. Pihaknya jua optimis kedepan bisa berlipat kali hasil produksinya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Blora Adi Purwanto dalam sambutannya mengatakan, Selaku pribadi dan pemerintah Kabupaten sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Suparyadi dan kawannya.
“Dengan adanya APBI tersebut, natinya bakal menjadi image masyarakat luas bahwa Blora juga populer dengan Bioetanolnya,” kata Adi.

Selain itu menurut Adi Purwanto, secara tak langsung APBI di Todanan ini ikut berperan serta secara aktif dalam membantu melestarikan produksi energi alternatif.

Adi juga menambahkan, dengan adanya APBI d ini juga berarti tanggap dan mampu menjabarkan instruksi Presiden terkait dengan penggunaan energi alternatif.

Ketika ditanya tentang kesiapan pemda dalam menyukseskan program bio etanaol ini , Adi optimis pihaknya (Pemkab Blora-red) akan siap membantu demi kemajuan dan berkembangnya APBI ini.
"Jika dapat terus berkembang, insyaAllah tahun depan (2010-red)) kami akan usulkan di APBD Blora," ujar Adi Purwanto. (Roes)



Kenaikan Pangkat 898 PNS saat Harkitnas
Blora, SR.-

Sebanyak 898 PNS Blora menerima SK kenaikan pangkat. pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diadakan di Halaman kantor Bupati Blora, Rabu (20/5) lalu. SK diserahkan secara langsung oleh Bupati Blora RM Yudhi sancoyo MM. Tampak hadir Muspida plus, semua kepala SKPD, Semua Kabag, seluruh karyawan setda, kosgoro serta perwakilan pelajar di Blora.

Sementara usai upacara Kabag humas setda Blora Hj H Indiani dalam keteranganya ke 898 PNS yang naik pangkat itu mulai golongan I hingga golongan IV. Dengan kenaikan pangkat itu, diharapkan para PNS semakin meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat.

''Selain itu, bupati juga menyerahkan penghargaan pengabdian bagi PNS lain,'' ujarnya. Adapun penghargaan yang diberikan itu, kata kabag humas setda Blora, berupa Satya Lencara Karya Satya untuk pengabdian 20 tahun.

“Juga ada 12 PNS yang menerima penghargaan ini. Namun, seorang di antaranya tidak bisa hadir menerima penghargaan,” jelas Anik panggilan akrab kabag humas ini.

Disamping itu Anik menggarisbawahi, pada kegiatan itu juga diserahkan tali asih masing-masing Rp 1 juta bagi 146 PNS yang purna tugas. Serta uang duka bagi 28 ahli waris PNS yang meninggal dunia.''Uang duka sebanyak Rp 2,5 juta,'' tandasnya.

Usai upacara bendera, bupati dan rombongan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Bhakti.(Roes)


Kamis, 28 Mei 2009

OPINI PENDIDIKAN - Polemik SERTIFIKASI

Penulis: Drs.Didik Supriyadi. Wakasek Kehumasan SMKN 2 Blora

Menanti Kepastian Tunjangan Guru

Akhir-akhir ini, para guru sedikit resah karena pemberitaan soal tunjangan profesi akan dihapuskan. Para guru kemungkinan tidak dapat menikmati lagi tunjangan profesi guru.


Lebih kasihan lagi bahwa guru yang selama ini sudah menerima tunjangan ini dimungkinkan diminta mengembalikan tunjangan yang sudah diterimanya melalui pemotongan gaji secara bertahap.


Hal demikian menyebabkan keresahan di kalangan guru baik yang sudah pernah menerima tunjangan maupun yang belum pernah sekalian.


Semua itu bermuara pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK 05/2009 tertangal 12 Maret 2009 tentang Pembayaran Profesi Guru dan Dosen PNS/Non-PNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.


Surat itu menjelaskan jika sampai akhir Juni 2009, peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres) mengenai tunjangan profesi guru dan dosen belum ditetapkan, pembayaran tunjangan profesi untuk sementara dihentikan.


Wacana yang muncul, tunjangan profesi senilai satu kali gaji pokok per bulan yang telanjur dibayarkan, akan tarik dengan pemotongan gaji guru secara bertahap.


Akan tetapi, sekarang sudah ada sedikit kelegaan karena Mendiknas Bambang Sudibyo menjamin tunjangan profesi bagi guru yang sudah sarjana dan bersertifikasi tetap dibayarkan, kendati sampai saat ini Perpres yang mengatur hal itu masih disempurnakan (SOLOPOS, 2/4). Keberanian sikap tersebut bukan tidak berdasar karena beliau pernah menjabat Menkeu, sehingga berani memberi tunjangan profesi sebesar 100% dari gaji pokok guru PNS.


Memang sejak tahun 2005, guru ditetapkan sebagai profesi dengan derajat sama dengan dokter, pengacara dan profesi lainnya. Pekerjaan guru, dewasa ini, sering dikategorikan sebagai profesi yang paling mendekati profesi penuh sebagaimana halnya dokter dan dokter gigi 100 tahun yang lalu.


Menurut David H Meister, unsur utama profesionalisme sejati (true profesionalism) adalah peduli yang mencakup kepercayaan sepenuh hati terhadap apa yang dikerjakan, tidak pernah mengompromikan standar dan nilai-nilai secara sengaja, serta bekerja keras mengejar keunggulan sejati.


Lebih lanjut ciri-ciri profesional sejati menurut Meister adalah bangga pada pekerjaan mereka dan menunjukkan komitmen pribadi pada kualitas, berusaha meraih tanggung jawab, mengantisipasi dan tidak menunggu perintah.


Mereka menunjukkan inisiatif, mengerjakan apa yang perlu dikerjakan untuk menyelesaikan tugas, selalu mencari cara untuk membuat berbagai hal menjadi lebih mudah bagi orang-orang yang mereka layani dan bisa dipercaya memegang rahasia.


Oleh karena itu, harapan satu-satunya adalah dengan sertifikasi pendidik. Sertifikasi guru sebagai upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.


Bentuk peningkatan kesejahteraan guru berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-PNS (swasta).


Semoga jaminan Mendiknas segera terwujud dan buru mengharap kepada pemerintah agar tidak membatalkan tunjangan profesi guru karena menyangkut nasib para guru. Kemudian para guru tetaplah tenang, tidak terprovokasi, dan yang terpenting adalah tidak mengurangi semangat dalam menjalankan tugas. Di pundak guru terpikul tugas mulia yaitu mendidik dan mencerdaskan anak bangsa demi kemajuan negara ini.(DIK)