tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label NOPEMBER 2009- edisi akhir bulan - upload Roes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NOPEMBER 2009- edisi akhir bulan - upload Roes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2009

82 - KASUS DAK DISDIK MULAI PANAS

Pengakuan Sukarmi terkait kasus OMAM dan ODIK

Dipertanyakan Kapasitas Mereka dalam Proyek DAK

 

BLORA, SR- Perlahan namun pasti keterbukaan Proyek DAK tahun 2009 ini mulai nampak. Seperti pengakuan Sukarmi Kasek SD Kedung Jenar I Blora yang disebut-sebut Odik sebagai pengumpul potongan proyek DAK, tentunya cukup membuat lega sementara Para Pimpinan Dinas Pendidikan Blora.

   

Dia membenarkan menerima uang sebesar 2,5 % dari nilai proyek DAK 2009 dari para kepala sekolah sewilayah kecamatan kota Blora. Uang tersebut dari pandangannya sangatlah murah bila dibanding jumlah yang harus disetorkan pada tahun lalu.

 

“Biaya Proposal 2,5 persen murah, bila disbanding tahun lalu yang sebesar Rp.17 juta. Karena 2,5 persen mulai pembuatan Proposal sampai laporanya dan ditangani ahlinya,” kata Sukarmi Kamis (19/11) di ruang kerjanya.

MEGAH: Bangunan SD Kedung Jenar I Blora awal kasus mencuatnya Premanisme DAK, yang saat ini berubah megah setelah mendapat kucuran dana DAK (Foto:Roes/SR)

   


Saat ditanya mengapa dirinya mau menerima titipan uang 2,5 persen tersebut, Sukarmi mengaku dititipi.

 

“Bu Kulo titip soale pak Heru (konsultan yang membuat proposal-red) angel kecekele,” tiru Sukarmi dari perkataan para kasek yang memperoleh DAK.

   

Tak lama setelah menerima titipan uang dari para kasek tersebut lanjut Sukarmi, muncul 3 orang yang mengaku LSM. Ketiga orang tersebut, hanya 2 orang yang dikenalnya yakni Oman dan Odik.

 

Oman, Odik dan satunya saya kurang tahu namanya, yang intinya mereka minta uang rp 1,5 juta,” jelasnya.

   

Kemudian Sukarmi menolak permintaan mereka karena kapasitas mereka dalam proyek DAK tidak terlibat. Bahkan saat disuruh mengisi buku tamu dan menunjukan surat tugas mereka malah menolaknya.

 

“LSM tidak perlu mengisi buku tamu dan membawa surat tugas,” tiru Sukarmi dari jawaban Odik.

   

Selanjutnya terjadi debat dan sukarmi tetap pada pendirianya, dengan tidak memberikan apapun pada mereka bertiga. Dia juga menambahkan jika suatu saat dirinya dipanggil penyidikpun (Polisi atau Kejaksaan-red), dirinya sanggup membeberkan kasus ini apa adanya

   

Ditempat terpisah direktur LSM Jati Bumi, Tejo Prabowo salah satu LSM yang terkemuka di Blora, membenarkan apa yang dilakukan Kasek SD Kedung Jenar I Blora itu.

 

“Kalau itu memang sudah pemerasan dilaporkan saja mereka ke polisi, dan jika saya memang dibutuhkan para kasek saya siap sebahai pelapor. Dengan syarat Polisi harus menindak-lanjuti serius dan jangan Cuma jadi sinetron kejar tayang saja,” tegas Tejo.

   

Sermentara Ketua Aliansi Rakyat Antikorupsi (Arak) Kabupaten Blora, Kentut Prasetyo, mengatakan, tidak semua LSM di Blora melakukan

"premanisme" DAK 2009. Untuk itu, koalisi sejumlah LSM di Kabupaten Blora berencana mengklarifikasi dan memperjelas pernyataan yang menyudutkan LSM.

   

"Kami menantang Forum Sekolah Penerima Bantuan (FSPB) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora berdialog tentang hal itu. Dalam dialog itu, kami berharap aparat Kepolisian Resor Blora, yang dimintai perlindungan FSPB, turut hadir, sehingga mengetahui duduk perkaranya," tandas Kentut.

 

Sementara Ketua Forum Transparansi Blora AMin Faried menilai permohonan perlindungan FSPB kepada polisi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengada-ada. Perlindungan itu menyiratkan seakan-akan terjadi sesuatu yang mengancam, padahal sebenarnya tidak ada

 

Untuk itulah dia menyarankan solusi terbaik adalah Dialog terbuka antara LSM dan Para Kasek penerima DAK dan difasilitasi DPRD. “Itulah wujud transparansi yang kami inginkan,” tegas Amin faried.(Roes)

Senin, 23 November 2009

82 - BLORA CEPU - BANTUAN BUKU & SOSIALISASI LPG

Pangkat 77 Sumbang Ribuan Buku SD dan Komputer

 

BLORA,SR- Berbagai macam cara yang dilakukan para alumni yang berasal dari Blora, untuk memajukan kota yang pernah membesarkan mereka.

   

Seperti yang baru saja dilakukan Paguyuban Keluarga Alumni Angkatan 77 (Pangkat 77) SMAN 1 Blora, dengan memberikan bantuan buku pendidikan ke  SD dan Desa di Blora.

   

Melalui koordinator Pangkat 77 Setyo Subagyono sumbangan sebanyak 1000 buku pelajaran ini memang dikhususnya siswa SD sedang 600 buku untuk perpustakaan Desa. Hal itu dengan pertimbangan, siswa SD merupakan penentu arah pendidikan Blora ke depan.

 

“Sebanyak 1000 buku pendidikan kami kirim langsung ke SD Beran 1 sedang 600 buku pendidikan ke Desa Temurejo Blora,” kata Bagyo panggilan akrabnya.

UPACARA; Koordinator Pangkat 77 SMAN 1 Blora didampingi pengurus lainnya, saat menyerahkan Bantuan buku pendidikan, ala Upacara dihadapan siswa SD Beran 2 Blora (Foto: Roes/SR)

   


Disamping  bantuan buku, Pangkat 77 yang didalamnnya juga ada RA Manik Habsari (istri Bupati Blora, Yudhi Sancoyo-red) juga menyerahkan bantuan komputer untuk SD dan desa tersebut. Yakni 2 komputer untuk SD Beran 2 dan 1 unit komputer untuk Desa Temurejo Blora.

   

Menurut Subagyono dengan bantuan tersebut diharp para siswa SD dapat memanfaatkannya, sehingga dapat menambah wawasan mereka.

 

“Kami atas nama Pangkat 77 SMAN 1 Blora berharap dengan bantuan ini, lebih bermanfaat bagi anak-anak. Dan rajinlah kalian ke perpustaan sekolah karena perpustakaan sekolah adalah gudangnya ilmu yang berguna bagi kalian,” jelas Subagyono dihadapan para siswa SD Beran 2 Blora saat menyerahkan lbantuan tersebut.

   

Saat dimintai keterangan usai penyerahan bantuan tersebut Bagyo mennambahkan bahwa tak lama lagi Pangkat juga meyerahkan 3 unit sepeda motor untuk Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di wilayah kabupaten Blora.

 

“Bulan depan kami juga memberikan bantuan berupa  3 unit sepeda motor untuk bahanb praktek ke 3  Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di wilayah kabupaten Blora,” tambahnya Selasa (24/11) lalu.(Roes)




Sosialisasi LPG

 

CEPU, SR- Konversi minyak tanah dengan gas LPG 3 kg oleh pemerintah sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena banyak kelebihan yang dimiliki antara lain lebih mudah dan hemat, aman dan lebih bersih. Hal ini dikatakan Camat Cepu, Purwadi Setiono, SE di pendopo Kecamatan Cepu, Rabu (4/11).

       

Acara yang dimotori PT EMI (Energi Menejemen Indonesia) ini dihadiri perwakilan seluruh lapisan masyarakat Cepu. Berbagai hal mengenai penggunaan gas LPG diterangkan mulai dari persiapan pemakaian gas, cara menggunakan kompor yang baik, cara mengganti gas bila habis dan larangan-larangan yang perlu diwaspadai.

       

Penyuluh dari PT EMI, Tri Martini (23) mengatakan tidak perlu takut memakai gas elpiji karena pemerintah menkamin keamanannya.

SIMBOLIS: Camat Cepu Purwadi secara simbolis buka lomba masak.sosialisai LPG (Foto: Agt/SR)


“Pemerintah tidak akan membahayakan masyarakat dan telah menetapkan standart keamanan selama 5 tahun untuk tabung gas yang diedarkan di masyarakat,” ujarnya.

       

Selain itu dia menerangkan mengapa pemerintah mengadakan konversi ini, yakni karena cadangan minyak bumi yang semakin menipis sedangkan pemakaiannya semakin besar, harga minyak bumi juga lebih tinggi dibanding dengan gas.

 

Jadi pemerintah berniat meringankan beban masyarakat dan memudahkan mereka. Penyuluh itu berpesan agar masyarakat waspada bila ada oknum menawarkan alat-alat gas seperti regulator dan selang.

 

 

“Sekarang banyak oknum mengaku dari Pertamina menawarkan regulator dan selang gas, ibu-ibu harap tidak cepat terkecoh dengan bujukan ini, karena Pertamina tidak menjual regulator ataupun selang gas, mereka adalah oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

       

Sesusai sosialisasi, diadakan lomba memasak nasi goreng yang diikuti para Bapak dari kecamatan, kepala desa, lurah dan beberapa tokoh masyarakat. Lomba dengan memakai kompor gas 3 kg ini ingin membuktikan betapa mudah dan praktisnya pemakaian elpiji sehingga para bapakpun mampu memasak memakai elpiji 3 kg. (Agt)