tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label NOPEMBER 2009- edisi pertengahan - upload Roes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NOPEMBER 2009- edisi pertengahan - upload Roes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2009

82- CEPU - BACAWABUP PDIP - MENHUT SIDAK

PAC PDI Cepu antar Bacabup

 

CEPU, SR.- Menjelang Pilbup 2010 telah muncul beberapa kandidat calon yang beredar di masyarakat. Salah satu calon yang akan ikut bertarung di arena Pilbup nanti, H Setiaji Setio Widjaya, SH (53), akan berangkat dengan kereta PDI Perjuangan.

       

Langkah awal pencalonan telah ditempuh Setiaji dengan mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI P Blora, Senin (8/10). Pengusaha dari Cepu ini berangkat bersama beberapa personil dari PAC PDI Cepu yang kebetulan memiliki agenda di Blora.

       

Menurut Sekretaris PAC PDIP Cepu, Ir Lusiono salah satu bacabup yang permisi melalui PAC PDI P Cepu adalah Setiaji jadi ketika dia meminta didampingi saat pengambilan formulir pendaftaran pihak PAC mengiyakan.

 

“Siapapun yang mencalonkan diri melalui PDIP kita terima, tinggal nanti rekomendasinya jatuh ke tangan siapa. Siapapun calon yang mendapat rekomendasi dari PDI P sebagai cabup yang akan kita dukung,” tandasnya.

CEPU LAGI: Bacabup Setiaji (berbaju hitam) sa at mengambil formulir di DPC PDIP Blora     

  

Sementara itu menurut petugas dari DPC PDIP Blora, hingga saat ini lima orang telah mengambil formulir yakni Sunarto (Randublatung). Joko Nugroho (Cepu), Colbert Mangara Tua (Jiken), Susilo (PAC Tunjungan) dan Setiaji (Cepu).

 

“ Dari kelimanya baru Sunarto yang mengembalikan formulir pendaftaran,” kata Yati (30) salah seorang petugas.

       

Proses pendaftaran bakal calon bupati di PDIP melalui beberapa tahapan, menurut Bagong Suwarsono (Wakil Ketua Bidang Mahasiswa, Pemuda, Pelajar dan OR), tahap awal adalah pengambilan formulir pendaftaran dan pengembalian formulir, kedua tahap verifikasi, lalu penjaringan melalui rakercabsus.

 

“Hasil dari rakercabsus ini diajukan ke DPD untuk memperoleh rekomendasi,” ujarnya.

       

Ada tiga syarat cara memperoleh rekomendasi ini, yang pertama melalui rekercabsus (tidak mutlak), hasil survey independen dan persetujuan DPP. Menyinggung masalah biaya rakercabsus dan lain-lain akan ditanggung secara bergotong royong diantara para bacabup yang mendaftar.

 

“Banyak isue yang beredar di masyarakat bahwa biaya mendaftar bacabup lewat PDIP sangat mahal, hal ini tidak benar sama sekali, karena siapapun yang terlibat akan bergotong royong memikul biaya ini,” tandas Bagong.

       

Instruksi dari DPP, PDIP Blora akan mengusung calon Bupati (orang nomor 1), sedangkan untuk wakilnya bisa sang calon membawa sendiri, dipasangkan DPC atau dengan cara kualisi dengan partai lain.

       

“Kriteria umum calon harus siap memperjuangkan nasib petani karena PDI partainya wong cilik, harus paham hak guna APBD, bahwa APBD untuk kesejahteraan   rakyat bukan untuk keluarga atau kroninya, dan yang tak kalah penting harus mampu mendatangkan investor sehingga tidak tertumpu pada DAU saja,” katanya. (Agt)



Spontanitas Menhut ke Cepu

 

CEPU, SR- Sabtu (14/11), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE mampir ke Pusbanghut dan KBM Ika (Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu) Cepu. Menteri yang baru dilantik ini mengadakan kunjungan kerja ke desa Dander Bojonegoro untuk memperbesar potensi proyek pariwisata air di wilayah itu.

 

Menurut Kahumas KBM Ika Cepu, Subarjo, agenda kedatangan menteri ini mendadak dan rencananya akan meninjau pabrik vinir, GF (garden furniture) dan show room KBM Ika.

       

Zulkifli datang bersama rombongan para pejabat Perhutani dan Bupati Bojonegoro Suyoto hanya beberapa menit saja. Pada kesempatan terbatas itu dia sempat menuliskan kesan dan pesannya tentang KBM IkC,

 

“Cukup Bagus, perlu ditingkatkam,” tulisnya pendek.

       

Sementara itu Menejer Olah KBM Ika Cepu, Gunawan SP yang sempat mendampingi wartawan sempat menjelaskan tentang perkembangan produksi KBM yang selama ini terus ditingkatkan untuk meraih hasil maksimal.

SIDAK: MENHUT Zulkifli Hasan Secara Spontanitassaat meninjau di KBM IKA CEPU 


“Kami berusaha memenuhi keinginan konsumen dengan meningkatkan mutu produk, untungnya bahan bakunya kami tidak mengalami kendala karena bekerja sama dengan KPH-KPH yang berada disekitar Cepu seperti Randublatung, Cepu, Rembang, Blora dan Kendal,” ujarnya.

       

Sedangkan Menejer Pemasaran, Mustopo mengakui pemasaran produk tahun ini agak menurun dari tahun sebelumnya karena terbentur krisis global. “Untunglah sejak Agustus 2009 keadaan mulai membaik,” ungkapnya.

 

Target pemasaran tahun 2008 sebanyak 73 M sedangkan tahun 2009 turun menjadi 65 M. Namun demikian tahun 2009 dapat menembus pasar eksport GF dan finish product ke Italia, Perancis dan Jerman.

       

Jenis produk ekspornya berupa garden furniture, decking kapal dan bangunan rumah, fluring, lamela vinir (ekspor ke Korea), dengan harga patokan US dolar.

       

“Kami menerapkan kiat pelayanan cepat dan selalu berusaha membangun kepercayaan dengan pelanggan (buyer),” kata Mustopo. Dia juga mengatakan kendala yang dialami berupa pembatasan bahan baku di tahun 2009 hanya 15.000 m3 sedangkan tahun sebelumnya 30.000 m3.

 

“Kami menyikapi hal ini dengan lebih meningkatkan mutu produksi dan desainnya, “ tambahnya.

       

Pemasaran produk KBM Ika mayoritas melalui email setelah  pelanggan menyaksikan produk yang ditawarkan melalui pameran-pameran produk yang diikuti KBM di beberapa kota besar. (Agt)

Sabtu, 21 November 2009

SR Edisi 81 - DILARANG JUAL PUPUK ECERAN

Fraksi PKM Kecam Penjualan Pupuk Paketan

 

BLORA, SR – Maraknya penjualan pupuk bersubsidi dengan cara paketan di desa-desa membuat resah beberapa petani. Karena mereka harus membayar pupuk tersebut dengan harga diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 60 ribu.

 

Para petani membeli pupuk paketan tersebut antara Rp 72 ribu hingga 75 ribu. Paket itu berisi pupuk urea bersubsidi dengan pupuk organik ataupun KCL. Setiap kali pupuk datang, warga yang menerima kartu harus menebus dengan harga itu.

 

“Ditambah dengan KCL, saya harus membayar Rp 72 ribu,” ungkap Ramini warga yang tinggal di   Kecamatan Jepon.

Selain itu di di desanya juga ada yang menjual pupuk bersubsidi satu sak seberat 50 kg dengan harga diatas Rp 100 ribu. Padahal bukan pengecer atau kelompok tani.

 

Tindak Tegas

 

Sementara itu, Fraksi Peduli Kesejahteraan Masyarakat (FPKM) DPRD Blora. Serius akan  menindaklanjuti termuannya soal dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi. Setelah melakukan investigasi ke bawah, fraksi ini menemukan hampir di semua kecamatan terjadi kasus penyelewengan HET pupuk.

 

’’Namun, hasil temuan kami menunjukkan hampir di semua kecakatan dijual di atas HET,’’ ujar  ujar Bambang Priyono, ketua FPKM.

Salah satunya yang kemudian ditindaklanjuti ada di Desa Sendangsari, Kecamatan Ngawen.

 

Di desa ini, petani dipaksa membeli pupuk seharga Rp 70 ribu. Selain satu sak pupuk urea merek Pusri, petani yang membeli ditambahi dengan pupuk organic sebanyak satu kilogram. Hanya, setelah dicek ternyata beratnya tidak sampai satu kilo.

 

Petani tidak bisa menghindar karena pupuk itu dijual satu paket dengan urea.’’Setelah kami telusuri, distributor pupuk di Ngawen dalah CV Wahab,’’ tambah Bambang.

 

CV Wahab, kata dia, dimiliki oleh Abdul Wahab. CV ini, kata anggota dewan dari PKS itu sudah pernah berurusan dengan hukum dan sempat menjadi terdakwa dalam kasus penyelewengan pupuk.

 

Hanya, oleh pengadilan Wahab divonis hukuman percobaan, yakni tiga bulan masa percobaan lima bulan pada Mei lalu. Karena itu, kata dia, FPKM koordinasi dengan PN Blora.

 

’’Kami menanyakan kasusnya dan konsultasi apakah kasus yang baru itu bisa masuk pidana atau tidak,’’ terangnya.

 

Jika kasus yang baru ditemukan itu, tidak berpengaruh pada kasus yang lama, kata dia, FPKM akan mengadukan temuan barunya itu ke pihak berwajib. Hal itu perlu dilakukan karena distributor pupuk selama ini ditengarai nakal dan sering menyalahgunakan distribusi pupuk.

 

’’Kami baru pertimbangkan akan kami bawa ke polisi atau langsung kejaksaan. Intinya kami ingin agar distribusi pupuk itu tidak dimainkan lagi. Ini peringatan untuk distributor yang lain, bisa jadi nanti giliran  mereka,’’ ancamnya. (Gie)

Rabu, 18 November 2009

SR edisi 81 - F O K U S

Kapolres Baru Policy Baru

 

BLORA, SR- Terhitung sejak Selasa (3/10) secara resmi  Kapolres Blora dijabat AKBP Isnaeni Ujianto. Tentunya pergantian orang pertama di kepolisian Blora ini, memberi harapan baru dalam menjaga ketertiban diwilayah hukum kabupaten Blora.

   

Seperti diketahui Jabatan kapolres Blora diserah terimakan dari AKBP R. Umar farouq kepada AKBP Isnaeni Ujianto. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di halaman depan mapolres Blora.

   

Sebelum menjabat Kapolres Blora, Isnaeni menjadi Kapolres Grobogan. Sedang Umar farouq selanjutnya bakal menempati pos baru sebagai Kasubbag Dukminpres Bagdukminops di Deputi Operasi Mabes Polri.

   

Sertijab itu sendiri dipimpin Kapolwil Pati Kombes Bambang Sudarisman

Bambang Sudarisman menilai selama ini kinerja Umar Farouq cukup bagus. Hal itu didasarkan pengungkapan dan penyelesaian kasus yang sudah dilakukan. Dari awal tahun ini hingga Oktober lalu.

   

Kapolwil juga menjelaskan bahwa, di Blora terdapat 231 kasus. Dari jumlah itu, 192 kasus di antaranya (83,11 persen) berhasil diselesaikan.

 

Kapolwil juga mengakui, Blora juga menjadi daerah yang kondusif selama 2009. Untuk itu dia  meminta pejabat yang baru segera beradaptasi dengan lingkungan. Serta pejabat baru segera menjalin kerja sama dengan para pemimpin di daerah. Kapolwil juga mengingatkan bakal digelarnya pilkada di Blora tahun depan.

   

Sementara dari pantau SR diberbagai daerah di kabupaten Blora, pada awal kepemimpinan kapolres ini, membuat gebrakan baru di bidang ketertiban dan kedisiplin. Diantara tertib berlalu lintas serta pemberantasan penyakit masyarakat termasuk narkoba dan sabu-sabu.

   

Seperti tertangkapnya pengedar Sabu-sabu 5 hari setelah kapolres AKBP Isnaeni Ujianto menjabat di Blora salah satu wujud gebrakan baru Polres Blora. Demikian juga seringnya operasi yang digelar Polantas Blora adalah awal baru wujud kepemimpinan era AKBP Isnaeni Ujianto.

   

Sukarjo warga Tamanrejo misalnya, dirinya kepada SR menyambut baik program ketertiban bersepeda motor. Bahkan dirinya mengaku berterikasih karena dengan  adanya operasi yang digelar Satlantas, sekarang anaknya yang baru SMP jarang memakai motor.

 

“Saya setuju operasi yang mereka gelar secara rutin, sehingga para pengendara motor yang tidak patuh bisa diambil tindakan. Dan juga bagi pengendara motor dibawah umur bisa ditekan,” katanya.

   

Sementara ketua Forum Transparansi Blora Amin Faried lebih menekankan polisi sebagai pengayom masyarakat. Artinya dengan era kepemimpinan kapolres baru polisi bias benar-benar menjadi pengayom masyarakat dan menegakan keadilan di Blora.

 

“Disamping menegakan keadilan, semoga saja kapolres Blora yan baru ini bias membongkar kasus-kasus korupsi disini,” tegas Amin. 

   

Sementara banyak orang juga bertanya, ada apa dibalik berbagai operasi yang digelar secara gencar ini, Dan apakah operasi yang digelar belakangan ini merupakan tradisi bila ada pergantian Kapolres baru.Ataukah kebijaksanaan (policy) baru dari kapolres baru ?

   

Inilah yang menjadi PR dan tantangan  bagi kepolisian Blora yang berjumlah 756 personil untuk lebih baik lagi ditahun 2010 mendatang.(Roes)



Fokus Samping


Saratri Wilonoyudho (Dosen UNNES)

Restrutrisasi Citra Polisi



BLORA, SR- Dalam keterangan pers- nya Saratri Wilonoyudho dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengatakan perlunya Restrutrisasi Citra Polisi.

   

Dia mengibaratkan dalam dunia marketing, citra adalah modal yang berharga untuk pemasaran. Sehebat apapun mutu sebuah produk, namun jika sudah dicitrakan jelek di mata masyarakat, maka produk itu tidak akan laku.

   

Demikian pula dengan citra kepolisian. Meski hanya sebagian kecil saja oknum polisi yang menjadi ‘’penjahat berseragam’’ (yang suka menjadi backing kejahatan hingga membuat dia kaya raya), namun toh masyarakat sudah terlanjur menyamaratakan.

 

“Padahal ribuan polisi lainnya sangat santun, jujur dan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan,” kata Saratri.

   

Itulah nasib polisi, meski pada dasarnya ia baik hati, namun karena korps sering mendapat citra negatif, maka ia menjadi korban juga.

   

Untuk itu dia menyarankan Tiga Reformasi Polri Reformasi di tubuh Polri telah berjalan cukup lama, dan selama ini ada tiga aspek yang terus dilakukan, yakni dari aspek struktural, instrumental dan aspek kultural.

   

Untuk aspek struktural tampaknya sudah tidak ada masalah, karena polisi kini telah dipisahkan dengan TNI, demikian pula di tingkat instrumental. Namun untuk aspek kultural, masih memerlukan waktu yang sangat panjang.

   

Dalam aspek kultural, Polda Jateng sudah mencanangkan Policing with Love, yakni upaya mengubah kultur polisi yang tadinya keras menjadi polisi yang tegas namun humanis.

 

“Polisi adalah aparat negara yang juga memiliki tugas yang kompleks. Tidak saja sebagai penegak hukum dan ketertiban, pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, namun juga harus mampu menegakkan nilai-nilai demokrasi,” tandasnya.

   

Dosen UNNES Yang juga penerima penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah atas tulisannya tentang Polri menambahkan, UU kepolisian no 2 tahun 2002 menyebutkan peran polri sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.(Roes)

 

 

Ateng Sutarno (LSM wong Cilik)

Lebih Akrab pada Masyarakat

 

BLORA,SR-  Pergantian kapolres baru Blora juga mendapat perhatian beberapa masyarakat dan salah satunya dari LSM.

   

LSM Wong Cilik melalui direkturnya Ateng Sutarno, menekankan pentingnya kedekatan seorang polisi dengan rakyat bawah.

   

Artinya polisi jangan menjadikan momok yang menakutkan bagi masyarakat. Karena image ini tercipta ada oknum polisi sering memanfaatkan permasalahan yan menimpa rakyat kecil.

 

“Sebagai contoh bila orang kehilangan harus melapor dan melapor harus keluar biaya untuk ini itu. Padahal dengan melaporpun, barang belum tentu bisa ditemukan. Inilah salah satu PR yang sudah menunggu kapolres Blora yang baru,” kata Ateng.

   

Untuk itulah dia berharap agar Kepolisian Blora era kepemimpinan AKBP Isnaeni Ujianto ini lebih mengutamakan pendekatan kemasyarakatan. Sehingga bisa menjadi polisi pelindung dan penjaga keselamatan masyarakat tanpa embel-embel pamrih.

   

Disamping itu sebagai seorang polisi Blora harus paham aspek kearifan Karena aspek kearifan ini juga merupakan pondasi sikap mental yang penting karena menyangkut sikap religius dan kemampuan menjalin hubungan dengan atasan, bawahan, dan masyarakat.

   

Keterampilan seorang polisi menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak tersebut mutlak diperlukan untuk menjalankan tugas sehari-hari karena tugas utama seorang polisi adalah melayani masyarakat dan ikut memecahkan persoalan masyarakat.

 

Tanpa hubungan yang baik sikap yang lainnya juga tidak akan berarti.

   

“Selama bertugas di Blora Bapak AKBP Isnaeni Ujianto kami akan membantu dan mendukung terciptanya Blora yang kondusif,” tambah Ateng Sutarno.(Roes)

SR edisi 81 - HUKUM - PAMSIMAS & DAK

Terkait Kasus DAK

Sekretaris Tim Tehnis DAK Sebut 2 Nama

Odik "Ada Mafia Berkedok Pejabat"

 

BLORA, SR- Tak kurang  300 ratusan guru dari berbagai penjuru sekolah di Blora Jumat (6/10) mendatangi Dinas Pendidikan Blora.

 

Mereka yang tergabung dalam Forum Sekolah Penerima Bantuan Bidang Pendidikan (FSPBBP) melakukan aksi damai di dihalaman intansi yang membawahai para guru ini.

   

Mereka berkumpul setelah mendengar kabar bakal ada unjuk rasa dari sekelompok masyarakat yang mempersoalkan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan. Akan tetapi, unjuk rasa tersebut tidak jadi dilaksanakan. Meski begitu, para guru dari beberapa SD se-Blora itu tetap berkumpul di kantor Disdik.

   

Dalam aksi tersebut, FSPBBP mengeluarkan maklumat berisi lima poin, diantaranya memohon perlindungan kepada Polres Blora.

   

Maklumat dibacakan ketua FSPBBP Ismaun, di hadapan para guru.

 

“Apabila ada intimidasi terkait dengan DAK, segera laporkan ke Polres. Laporan disertai data dan identitas yang jelas,” ujar Ismaun.

   

Bukan tanpa alasan FSPBBP mengeluarkan maklumat tersebut. Selama ini, pihak sekolah kerap didatangi oknum warga yang menyoal pembangunan yang dananya dari DAK.

 

Namun ujung-ujungnya, oknum tersebut meminta uang ataupun menghendaki dilibatkan dalam kegiatan proyek DAK.


GERUDUK DISDIK- Kurang lebih 300 guru se kabupaten Blora mendatangi Disdik Blora minta proteksi dan perlindungan dan jaminan keamanan dalam tugas melaksanakan proyek DAK dari pihak pengganggu. (Foto: Roes/SR)   

Permintaan itu disertai pula dengan ancaman. Antara lain akan melaporkan kepada pihak berwajib terkait dengan kesalahan proyek DAK di sekolah tersebut. Motif mereka lanjutnya, diantaranya dengan mendatangi kepala sekolah di sekolahnya ataupun di rumahnya.

   

Sementara terpisah Wakil Ketua Tim Teknis DAK Disdik Wardoyo mengatakan, belum lama ini pihaknya mengumpulkan para kepala sekolah dalam rangka sosialisasi pencairan dana DAK tahap II.

 

“Memang benar mereka menyampaikan maklumat kepada Polres dan Kejaksaan yng intinya minta proteksi dan perlindungan dan jaminan keamanan dalam tugas melaksanakan bantuan itu,” kata Wardoyo.

   

Dia juga menjelaskan, tahun ini DAK di Blora jumlahnya mencapai Rp 50 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukkan bagi 250 SD.

   

Ketika ditanya oknum yang melakukan pemerasa, Wardoyo hanya menyebut pihak lain yang mengganggu jalannya proyek bantuan baik DAK ataupun Blokgrand.

   

Sementara Kasi Sarana Prasarana Darwanto yang juga sekretaris Tim Tehnis DAK malah mengaku bahwa ada dua oknum meminta jatah jutaan untuk tiap sekolah.

 

“Seperti yang baru-baru ini yang jelas namanya Odik dan Omam datang di SD Kedung Jenar I Blora minta jatah persekolah Rp.1,5 juta, Dan saya ditelepon sendiri minta komitmen saya, Trus saya jawab komitmen apa,” kata Darwanto.

   

Lanjut Darwanto, dia menolak memberikan permintaanya karena kapasitas kedua orang tersebut tidak jelas dalam proyek tersebut.

   

Lain pengakuan Odik salah satu oknum yang disebutkan meminta dana Rp.1,5 juta persekolah, dia malah menuduh Kasi Sarana dan Prasarana disdik Blora merupakan bagian sebuah jaringan mafia yang berkedok pejabat.

   

Hal ini diungkapkanya untuk mengklarifikasi tuduhan terhadap dirinya sebagai pihak yang mengganggu Proyek DAK.

 

“Saya kecewa pak Dar (Darwanto-red) menyebut nama saya langsung dan teman dihadapan para wartawan sehingga saya mengkounternya,” jelas Odik.

   

Saat ditanya awalnya sampai mendatangi SD Kedung jenar I Blora, dia menjawab karena dia mendapat bocoran langsung dari salah satu mantan Anggota Dewan. Saat itu dia diberitahu bahwa akan ada pertemuan kepala sekolah yang intinya penyetoran uang sebesar 3 persen pada koordinator yang ditunjuk.

 

“Saya berangkat dari rumah niatnya ingin tahu apakah betul kepala sekolah tersebut menyetor ke salah satu koordinator yang ditunjuk,” jelasnya.

   

Terkait Teleponnya ke kasi Sarana dan prasarana Disdik, dia membantahnya. Bahkan menurut pengakuannya Kasi sarana dan Prasarana lah yang menelepon dirinya dan sempat beradu argumentasi..

 

“Nek caramu koyo ngono iku mlabar tekan endi-endi, bahasanya pak Dar justru seperti itu,” tandas Odik.

   

Odik menambahkan pernyataan ini di ungkapkannya karena merasa dirinya kecewa pada kasi Sarana Prasarana yang menyebut namanya dan teman langsung dihadapan para wartawan.

   

Ditempat terpisah Kapolres Blora AKBP AKBP Isnaeni Ujianto melalui Kasat Reskrim AKP Pri Haryadi ketika dihubungi mengatakan bahwa jajaran kepolisian belum bisa menindaklanjuti sebelum ada laporan tertulis.

 

“itu hanya sebuah testemoni sehingga kami tidak bisa menindak-lanjuti masalah ini ke proses hukum,” ungkapnya.

 (Roes)





PAMSIMAS Blora diduga penuh Rekayasa

 

Forum LSM Blora kecewa daerahnya diobok-obok LSM lain daerah


BLORA, SR- Proyek yang dibiayaai APBN melalui program PAMSIMAS, yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat desa di Wilayah Blora diduga penuh rekayasa fasilatornya.

 

Proyek yang diperuntukan di 13 Desa  diwilayah kabupaten Blora yakni Desa kalinanas Japah, Sumurboto Jepon, Tempel Lemahbang Jepon, Kedung bacin Todanan, Bogem Japah, Gadon Cepu, Ledok Sambong, Ngloram Cepu, Biting Sambong, Getas Cepu, Bandung Rojo Ngawen, Bejirejo Kunduran dan Sumber Agung Bogorejo mulai menuai protes warga Blora.

       

Forum LSM Blora yang terdiri dari 63 LSM yang ada di Blora mulai menyoroti penggunaan Fasilitator dari LSM Lain daerah.

“Bagaimana mungkin diera ekonomi daerah, justru daerah yang ketempatan proyek LSMnya tidak dilibatkan. Malah digunakan LSM lain daerah, ini pasti ada sesuatu dibaliknya ,”  kata Kenthut Direktur ARAK (Aliansi Rakyat Anti Korupsi).

 

Demikian dengan BCC (Blora Critis Center) melalui Pimpinanya Amin Faried, juga mengkritik kebijaksaan pengadaan pipa yang tidak sesuai persyaratannya.

“Pada Juknis Pasimas tertera persyaratan Pipa haru SNI, namun dalam kenyataan undangan justru menggunakan pipa AW. Berapa selisihnya anda bisa hitung sendiri,” tegas Amin yang digandeng Exxon ini, diamini 5 orang pimpinan LSM yang lain.

 

Dilain tempat Ketua LSM Jati Bumi Tejo Prabowo justru kecewa dengan Fasilitator yang masuk ke daerah orang tanpa minta ijin dulu. Artinya fasilitator yang juga sesama LSM yang berasal dari luar Blora paling tidak memberitahu LSM setempat.

“Kami yang tergabung dalam Forum LSM Blora sudah sepakat untuk mengkritisi kebijaksanaan pusat atau propinsi yang mengadakan proyeknya disini tanpa melibatkan kami,” tegas Tejo  didampingi 12 LSM lainnya.

 

Untuk itulah mereka sama-sama sepakat agar penggunaan fasilitator kabupaten luar Blora ditinjau ulang. Alasanya, masyarakat Blora yang desanya memperoleh Proyek PAMSIMAS banyak yang tidak paham ini, sehingga mereka hanya didikte oleh fasilitator.

 

Sementara ditempat terpisah Fasilitator yang berasal dari Pati yakni Langgeng ketika ditemui di kantor PU Blora kemarin, hanya mengatakan sudah bekerja sesuai jutlak dan juknisnya.

“Saya sudah bekerja sesuai Jutlak dan Juknis Pamsimas dan selalu koordinator pak Purwandi satkor Jateng,” katanya.(Roes)

Senin, 16 November 2009

SR edisi 81 - HUKUM dan BLORA


Supriyanto Koruptor KID divonis  1 tahun Penjara

 

BLORA, SR– Ingat kasus yang melibatkan terdakwa Supriyanto, mantan ketua Komite Investasi Desa (KID). Akhirnya  terdakwa kasus penyelewengan dana dana program peningkatan pendapatan petani melalui inivasi (P4MI) di Dinas Pertanian divonis satu penjara.

 

Selain itu, penyuluh lapangan pertanian (PPL) itu juga diharuskan membayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan dan membayar yang pengganti Rp 24 juta juga subsider dua bulan kurungan. Terdakwa menerima atas putusan tersebut.

 

Sidang putusan dipimpin ketua majelis hakim Adi Sutrisno dengan hakim anggota Aminuddin dan IDG Suardhita. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut Supriyanto dengan hukuman 14 bulan denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti Rp 24 juta.

 

Vonis itu dipotong masa tahanan. Sehingga Supriyanto harus menjalani tahanan sekitar enam bulan lagi.

 

Namun, jika dia tidak bisa membayar denda dan uang pengganti dia akan menjalani kurungan lebih lama lagi. ''Klien kami menerima atas putusan hakim,'' ujar Zainudin, salah satu penasihat hukum Supriyanto.

 

Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) Yeni Astuti menyatakan masih pikir-pikir atas putusan hakim tersebut. Sebab, menurut dia Supriyanto bersalah dan melanggar pasal 2 undang-undang nomor 31/1999 yang diubah dan ditambah menjadi undang-undang nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

''Kita punya waktu tujuh hari untuk pikir -pikir,'' katanya.

 

Sementara Supriyanto sendiri mengaku pasrah dengan apa yang dialaminya. Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa sebagai orang kecil.''Saya ini bisa berbuat apa, wong hanya orang kecil,'' tandasnya.

 

Sekadar diketahui, Supriyanto yang menjadi ketua KID Kentong Kecamatan Cepu pada 2005 silam menerima bantuan. Tim kejari Blora menemukan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

 

Salah satunya adalah kegiatan fiktif, yakni berupa pembibitan. Selain itu juga proyek yang belum selesai 100 persen, namun dilaporkan 100 persen. Dari temuan awal itu, ada kerugian negara Rp 80 juta.

 

Proyek yang ditangani KID Kentong itu, senilai Rp 250 juta lebih. Namun, yang berasal dari pemerintah sekitar Rp 230 juta. Sisanya berupa swadaya dari masyarakat.

 

Proyek itu diwujudkan dalam pembangunan embung, pembibitan tanaman dan lainnya. Dari nilai proyek itulah da yang diselewengkan. Salah satunya adalah pengeluaran uang untuk membayar tenaga kerja, padahal tenaga kerja sudah masuk dalam swadaya masyarakat. (Roes)




Gubernur Bantu 1000 Sumur Lapang Untuk Petani

 

BLORA, SR - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo nampaknya serius dalam mewujudkan programnya Bali Ndeso mbangun deso bagi masyarakat Jawa Tengah. Buktinya Gubernur memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Jati, Kecamatan Jati berupa sumur lapang atau sumur pitu (pitulungan) sebanyak 115 sumur.

 

Selain sumur lapang tersebut, Bibit Waluyo juga memberikan bantuan berupa benih padi, bibit durian,, bibit jati, bibit mahoni, jarak pagar serta bantuan 44 kambing untuk beberapa kelompok tani yang ada di Kabupaten Blora dan Kabupaten Kudus.

 

“Secara bertahap, pemerintah propinsi akan memberikan bantuan 1000 sumur lapang kepada petani di Kabupaten Blora, agar dapat dikembangkan dan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pertanian sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian,” ungkap Gubernur Bibit Waluyo saat peninjauan sumur lapangan dan pemberian bantuan kepada petani di Desa Jati, Kecamatan Jati, Blora. Selasa (3/11).

 

LIHAT SUMUR: Gubernur Bibit Waluyo dan Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo sedang mengamati sumur lapang yang ada di areal persawan milik petani yang ada di Desa Jati, Kecamatan Jati, Blora. (Foto: Gie/SR)


Alasan Bibit Waluyo karena melihat cuaca dan iklim di blora yang sangat panas dan para petani yang ada masih mengandalkan air hujan untuk mengerjakan lahan, dengan adanya sumur yang ada maka bisa menyimpan air dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian saat musim kemarau dan penghujan.

 

“Saya melihat cuaca di Blora sangat tidak bersahabat dan petani selalu njagakeki udan, makanya kami akan bantu dengan pembuatan sumur lapang,” tandas mantan Pangkostrad ini.

 

Gubernur meminta, masyarakat agar bisa menjaga sumur lapang yang telah dibuat, jangan malah dirusaknya, sehingga Blora secara perlahan bisa bangkit sejajar dengan kabupaten lainnya.

 

Sumur lapang sendiri, merupakan sumur yang dibuat di areal persawahan sedalam 3-5 meter, ada yang dibuat sederhana dengan hanya memakai anyaman bambu dan sudah memakai deker beton.

 

Saat ini di Blora sumur lapang sudah dibuat sebanyak 4450 unit yang berasal dari bantuan pusat, priopinsi dan swadaya masyarakat. Jumlah itu masih kurang 3548 unit karena satu unit untuk dua hektar lahan. Padahal luas lahan sasaran mencapai 66.996 hektar. (Gie)

SR edisi 81 - OLAH RAGA


PERSIKABA

Tiga Uji Coba Semua Seri

Lini Depan Perlu Lebih Tajam

 

BLORA, SR– Lini depan Persikaba Blora masih belum tajam, buktinya dari tiga kali uji coba saat melawan tiga tim dari divisi utama, hasilnya hanya dua gol yang tercipta, itupun satu dari titik putih.

 

Bahkan gol yang tercipta tidak dari kaki striker yang di miliki Blora, baik itu Indriyanto, Arfi, Hariyanto maupun Alamsyah. Namun melalui kaki Kapten Tim Budiyana yang dihasilkan saat melawan Mitra Kukar dan Persiku Kudus.

 

Namun demikian, ada catatan bahwa lini belakang sudah sangat kokoh meskipun kebobolan dua gol. Pemain belakang yang dimiliki seperti Sukrmanto, Feby Sofi, Nugroho, ataupun Andri Waluyo jati, sudah kompak dan saling mendukung, terlebih lagi dengan tambahan dua pemain belakang sekaligus.

 

Yaitu Yusuf Sutan Mudo dan M Sholeh, semakin menambah kuat dan pilihan untuk menempati posisi pertahanan, terlebih M Sholeh yang dimainkan saat melawan Mitra Kukar mampu mengantikan peran yang biasa di isi oleh Nugroho Andriyanto.

 

Pelatih Persikaba, Bonggo Pribadi mengaku cukup puas dengan apa yang ditunjukkan Budiyana dkk, dalam tiga laga uji coba teryata cukup bagus namun anak asuhnya bisa mengimbangi dan selalu melakukan tekanan atau merebut bola, terlebih melawan tim yang sudah siap berlaga di divisi utama, setingkat diatas Divisi satu yang saat ini Persikaba berada.

 

“Cukup bagus mereka main, padahal sebenarnya kalah kelas, namun mereka masih bisa mengimbangi, sayang tidak ada gol yang tercipta,” ungkap Bonggo usai pertandingan.

 

Khusus Yusuf Hakim Mido yang menempati sebagai bek kiri, dan M Sholeh menurut Bonggo, apa yang ditunjukkan oleh keuda pemain baru cukup bagus, mereka memiliki visi dan bisa bermain di posisi mana saja, khususnya M Sholeh.

 

“Khusus Yusuf Visi dia memang seorang bek, secara keseluruhan apa yang ditampilkan cukup bagus, sedangkan M Sholeh bisa dipasang di posisi mana saja untuk diobelakang, dan saya akan merekomendasikan kepada manajemen agar bisa direkrut untuk bergabung,” kata Bonggo.

 

Bahkan Bonggo juga mengakui kalau lini depan masih problem terbukti dengan banyak peluang yang harusnya gol namun gagal. Yang dibutuhkan sebenarnya seorang striker yang haus gol tipe pembunuh. Sementara Indriyanto merupakan tipe pengumpan yang handal, jadi kalau ada stiker yang tahu bola-bola Indri tentu lini depan akan semakin tajam.

 

“Semua lini sudah bagus, terlebih lini belakang, khusus lini depan, memang masih belum bisa tajam, beberapa peluang yang harusnya gol akhirnya melayang,” kata Bonggo Pribadi. (Gie)

 

Hasil Pertandingan Uji Coba

 

Jum’at (6/11)      Persikaba VS PSIR Rembang 0-0

Rabu (11/11)      Persikaba VS Mitra Kukar      1-1 (1-1)  Gol –   Budiyana

Jum’at (13/11)    Persikaba VS Persiku Kudus  1-1 (0-1)  Gol – Budiyana (Pinalty)




Turnamen Bulu Tangkis Japah CUP 2009

TIM G-2 Blora Juara Pertama

 

JAPAH, SR – Turnamen bulutangkis Japah Cup 2009 yang dilaksanakan di Desa Japah, Kecamatan Japah berlangsung sangat seru, sebab bukan hanya tim dari Japah saja yang meraimaikan turnamen yang tiap tahun digelar ini.

 

Setidaknya ada 16 tim yang ikut ambil bagian, seperti tim dari Kecamatan Kunduran, Ngawen, Japah, Todanan.

 

Turnamen itu sendiri dilaksanakan oleh seorang pengusaha sarang burung wallet setempat, Sutrisno serta mendapat sponsor dari BRI setempat. Sementara juara pertama yang akhirnya milik tim G2 Blora berhasil mengondol hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1,850 juta dan piala.

 

Tim dari Japah sebagai juara II meraih Rp 1,5 juta, kemudian Tim BRI mendapat hadiah Rp 800 ribu dan Juara ke IV dari Tim Jepon membawa pulang Rp 500 ribu.

 

“Turnamen itu selalu rutin di adakan setiap tahunnya, supaya olah raga bulutangkis di Blora bisa semakin maju, khususnya di Japah,” ungkap salah satu peserta Widarto asal Blora. (Gie)