tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label Rencana edisi 69. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rencana edisi 69. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2009

Yudhi Sancoyo & Presiden SBY

Bupati Blora Terima Penghargaan Presiden RI


BLORA, SR.- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boyolali, Senin (8/6) pagi, membuka Jambore Nasional Sekolah Lapangan Pengelolaan Sumber Daya Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Asrama Haji Donohudan Ngemplak, Boyolali. Jambore Nasional SL-PTT tersebut merupakan Jambore Nasional Sekolah Lapang yang pertama kali dilaksanakan.

Jambore SL-PTT dilakukan karena produksi padi di Indonesia mengalami kenaikkan sebagai dampak swasembada beras Nasional. Tahun 2008 Indonesia tidak mengimpor beras lagi dan harga beras terus stabil karena pasokan beras dalam negeri melimpah.

Disamping itu diberikan penghargaan langsung oleh Presiden RI kepada pihak-paihak yang ikut memanjukan program pertanian sehingga dapat berswasembada beras. Bupati Blora Yudhi Sancoyo berkempatan pula tampil untuk menerima penghargaan secara lagsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun kriteria penilaian adalah keberhasilan kabupaten Blora meningkatkan produksi padi pada tahun 2008.

“Blora dapat urutan 3 Jateng, tentunya suatu kebanggaan kita semua. Dan ini tercapai berkat kejasama kami dengan semua pihak. baik para petani, tokoh agama dan Tokoh masyarakat, Pers dan LSM,” jelas Yudhi Sancoyo saat tiba di Blora sore harinya.

Oleh sebab itulah Bupati Blora ke 26 ini berharap agar jalinan kerjasama yang baik ini dapat terus terjaga pada tahun yang akan datang.

Ditempat terpisah Kadinas Pertanian Blora Sutikno Slamet kepada SR mengungkapkan penghargaan presiden yang diberikan kepada bupati Blora dapat menaikan produksi beras sebesar 21,05 persen.

“Produksi tahun 2008 sebesar 388.395 ton GKG sedang tahun 2007 sebanyak 320.851 ton GKG, sehingga ada selisih 67.544 ton GKG atau terjadi keenaikan sebesar 21,05%,” kata Sutikno.

Dari data SR kadinas (Plt)menjabat waktu itu Adi Purwanto,ketika dimintai komentarnya mengatakan Penghargaan yang diterima Bupati adalah keberhasilan para petani Blora.

Artinya kepedulian Bupati Blora yang tak kenal lelah, mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan para petani Blora dapat dimbangi mereka dengan kerja kerasnya.(Roes)

Minggu, 07 Juni 2009

CATUT NAMA

Lampu Kuning bagi Pengusaha Catering 
BLORA, SR.- Bukan hanya Kapolres, Kajari atau Ka PN yang sehariannya bergelut dengan proses hukum, namanya pernah dicatut orang untuk meminta sejumlah uang. Bahkan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Purwanto pekan lalu sempat 'uring-uringan'. karena, namanya digunakan seseorang untuk menipu seorang pengusah catering di Blora. 

Untungnya, uang belasan juta yang sudah terlanjut ditransfer itu masih bisa dibolkir, sehingga pengusaha itu luput dari aksi penipuan. ''memang benar, nama saya dicatut, saya minta minta para pengusaha berhati-hati,'' katanya.

Purwanto mengakui sebagai kabag umum, dia memang selalu berhubungan dengan para pengusaha catering atau makanan. Sebab, dia sering memesan makanan atau makanan ringan untuk berbagai acara yang digelar pemkab.

Hal itulah yang dimanfaatkan penipu tersebut. Sehingga hampir saja memakan korban. ''Padahal pengusaha yang ditelepon itu sudah hafal saya, sudah tahu nomor HP saya. Namun, saat ditelepon dengan nomor lain kok percaya,'' ungkapnya saat di pendopo Bupati Minggu (7/5).

Kejadian bermula, ketika seorang pengusaha catering ditelepon orang yang mengaku sebagai dirinya, lanjut Purwanto. Dengan alasan akan acara yang didatangi pejabat dari propinsi, kabag umum palsu itu memesan catering dalam jumlah besar.

Dan bukan rahasia lagi, pemesanan dengan partai besar ada fee untuk pemesan. ''Fee itu diminta utuk dikirim dulu, dengan alasan macam-macam. Ternyata catering itu percaya saja sehingga mengirim ke rekening yang disebutkan,'' ungkap mantan Camat Tunjungan ini.

Seperti ada firasat pengusaha tersebut ngecek ke pemkab, ternyata tidak ada acara besar yang akan didatangi para pejabat provinsi. Sehingga pengusaha catering sadar sebagai korban penipuan. 

Oleh sebab itu, dia minta jika ada telepon seperti itu, yang ujung-ujungnya minta uang, jangan mudah percaya dan segera koordinasi dengan pemkab. ''Saya katakan pada pengusahacatering langganan, jangan dipercaya kalau tidak ada utusan yang datang langsung ke tempatnya,'' tandas Purwanto. (Roes)