tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label upload Agung Roes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label upload Agung Roes. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Hasil Perhitungangan Suara KPU Blora Pemilu Kada Blora

Kecamatan-----YES---------WALI-------KOLBU

J a t i-------------11.225----------2.318--------13.097
Randublatung----17.510----------6.405--------17.562
Kradenan---------6.825-----------12.165--------3.682
Kedungtuban-----14.000-----------2.402--------13,982
C e p u-------------8.783-----------1.981--------28.514
Sambong-----------6.073-----------892---------7.996
J i k e n------------11.673-----------904---------8.733
Bogorejo-----------8.200-----------454----------6.355
J e p o n----------15.993-----------1.835--------16.800
B l o r a-----------20.341-----------1.973--------28.345
Banjarejo--------12.504-----------1.452--------18.470
Tunjungan-------10.506-----------1.382--------14.909
N g a w e n------13.612-----------1.889---------15.377
J a p a h----------9.303------------799-----------10.752
Kunduran--------17.063-----------1.462--------18.963
Todanan---------13.665-----------1.132---------20.178

J u m l a h:

YES =197.277 suara
WALI =39.445 suara
KOLBU =243
.715 suara

Selasa, 08 Juni 2010

Rencana Berita-Rumah Sakit dan Sekolah Gratis

Harapkan Pengobatan RS Gratis segera Terlaksana

BLORA, SR- Harapan masyarakat Ngawen terhadap biaya rumah sakit gratis dan Sekolah Gratis, sudah mulai tampak menjadi pembicaraan masyarakat luas.

Seperti saat wartawan SR mendengar pembicaraan disebuah warung kopi, seputar pasar Ngawen Selasa (8/6) yang padat dikunjungi orang.

Naryo salah satu pelanggan disitu mengaku mendengar langsung siaran RSPD Gagak Rimang, saat para pasangan calon mengusung visi dan misinya mengawali pembicaraanya.

"Kolbu menang karena pada visi dan misinya pengobatan gratis dan sekolah gratis," katanya diamini orang di warung itu.

Oleh sebab itulah, hendaknya mereka (Joko Nugroho-Abu Nafi-red) segera mewujudkan apa yang di dengar rakyat banyak, setelah mereka resmi dilantik, lanjutnya.

Sedangkan Parmin yang duduk disampingya, juga berharap apa yang dikatakan pasangan Kolbu, dapat terlaksana pada tahun ini pula.

"Syukur-syukur pada tahun ajaran baru ini sekolah gratis segera terwujud," ungkapnya.

Sementara seseorang yang mengaku Yoyok dengan jelas menjawab pada tahun ajaran baru ini tidak akan bisa terwujud.

"Pendidikan Gratis ya nggak mungkin terwujud pada tahun ini. Tapi kalau rawat inap Rumah Sakit atau Puskesmas gratis, setelah mereka resmi dilantik saya yakin bisa terwujud," jelasnya.

Alasannya cukup sederhana, untuk sekolah gratis, saat tahun ajaran baru pasangan Kolbu belum dilantik. Sedang untuk rawat inap Rumah Sakit dan Puskesmas Gratis bisa diambilnya dari Jamkesda.

"Tapi saya yakin dalam 3 tahun mereka dapat mewujudkanya," tandas Yoyok yang nampaknya seorang PNS. (Roes)

Kamis, 29 April 2010

4 Perwira Polres dimutasi

Mutasi Perwira Polres Blora

BLORA, SR - Jelang pelaksanaan Pilihan Bupati Blora, Empat perwira di Polres Blora dimutasi. Mereka adalah Kasatreskrim AKP Priharyadi, Kapolsek Banjarejo AKP Kompiang Surata, Kapolsek Kedungtuban AKP Sunarno, dan Kasatsamapta AKP Sugiarto.

Dari empat perwira tersebut, hanya Kasatreskrim AKP Priharyadi yang promosi naik pangkat. Dia dipromosikan sebagai perwira unit (panit) IV tindak pidana tertentu (tipiter) Ditreskrim Polda Jateng. Sedangkan perwira lainnya hanya bergeser tugas.

Kasatreskrim AKP Priharyadi saat konfirmasi membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, minggu depan serah terima jabatan (sertijab) akan dilaksanakan.
Posisinya sebagai Kasatreskrim digantikan AKP Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kapolsek Nalumsari, Jepara.

Sedangkan Kapolsek Banjarejo AKP Kompiang Surata bergeser menjadi Kapolsek Kedungtuban. Dia menggantikan AKP Sunarno yang dipromosikan sebagai Kasatsamapta.

Sementara, Kasatsamapta AKP Sugiarto digeser menjadi Kapolsek Banjarejo menggantikan AKP Kompiang Surata. (Roes)

Kamis, 15 April 2010

Kampanye Hitam Pilbup Blora

Panwas Temukan Selebaran Kampanye Hitam

BLORA, SR- Persaingan untuk merebut simpati warga dalam Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Blora mulai terasa. Beberapa cara dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati dan tim suksesnya untuk meraih simpati rakyat.

Pada saat persaingan tersebut mulai menyentuh, kampanye hitam pun muncul. Entah siapa yang melakukannya. Namun yang pasti, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada menemukan selebaran yang isinya mendeskreditkan salah seorang calon bupati.

''Selebaran tersebut ditemukan pagi-pagi di sepanjang Jalan Blora-Rembang,'' ujar Ketua Panwas Wahono, kemarin.


Oleh Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), selebaran itu disampaikan kepada Panwas Kabupaten. Berdasarkan laporan yang diterimanya Wahono mengungkapkan, selebaran berisi informasi kehidupan rumah tangga salah seorang calon bupati tersebut disebarkan oleh warga yang mengendarai motor.

Belum Ditetapkan Namun, Wahono menyatakan Panwas tidak akan menindaklanjuti ataupun mengusut siapa saja pihak yang terkait dengan praktik kampanye hitam tersebut. Alasannya, sampai kini siapa pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan mengikuti Pilkada Blora belum ditetapkan.

''Kami hanya berpesan agar bentuk-bentuk kampanye hitam tidak dilakukan. Sebab, hal itu melanggar peraturan yang berlaku,'' tandasnya.

Wahono mengemukakan, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan dalam kampanye antara lain dilarang menghina pribadi, agama, suku, ras, golongan calon kepala daerah/wakil kepala daerah dan atau partai politik.

Selain itu, juga dilarang menghasut atau mengadu domba partai politik, perseorangan, dan atau kelompok masyarakat.

''Masa kampanye memang belum dimulai. Namun, tindakan yang bertujuan menjatuhkan calon lain sudah mulai tampak. Kami menilai, itu salah satu bentuk kampanye hitam. Semestinya hal-hal seperti tersebut dihindari oleh siapa pun,'' tegasnya. (Roes)