tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI
Tampilkan postingan dengan label upload Roes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label upload Roes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2010

ADA APA DENGAN PUTUSAN MA - 86 Planning

Kasus Korupsi
Pertimbangan Hukum Tidak Lengkap

BLORA, SR- "Dalam perkara Warsit, putusan dipertimbangkan secara rinci. Adapun dalam perkara tiga terdakwa lain, hanya poin-poinnya, sehingga ada celah putusan tidak lengkap pertimbangan hukumnya," kata Soemarso Penasehat Hukum Warsit dalam kasus dugaan korupsi 2003.
 
Hal itu dikatakan Soemarso dengan pertimbangan, MA mengabulkan kasasi Kejaksaan Negeri Blora sejak dua tahun lalu, namun putusan itu belum diterima. Sumarso penasihat hukum ketiga wakil ketua DPRD periode 1999-2004 terdakwa, Rabu (10/2), mengaku belum menerima putusan kasasi MA.
 
Soemarso sebagai penasehat hukum HM Warsit pada sidang dugaan korupsi APBD 2003
Untuk itulah Penasehat hukum Ketiga terdakwa kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Blora 2003 senilai Rp 2,5 miliar, berencana mengajukan permohonan peninjauan kembali atau PK jika benar Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Kejaksaan Negeri Blora.
 
"Kalau benar MA mengabulkan kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, saya akan mengajukan peninjauan kembali atau PK," kata Soemarso.
 
Padahal putusan kasasi atas perkara Ketua DPRD Blora 1999-2004, Warsit, sudah diterima setahun lalu, tapi hasil putusan kasasi MA atas perkara dugaan korupsi 3 wakil ketua hampir dua tahun ini belum diterima Kejari Blora, Pengadilan Negeri Blora, dan ketiga terdakwa.
 
Menurut Soemarso, ketiga terdakwa bakal mengajukan PK kalau putusan kasasi MA bertentangan dengan kasasi atas perkara Warsit dalam kasus yang sama. Seharusnya, jika kasasi atas perkara Warsit ditolak, MA harus menolak pula kasasi atas perkara ketiga terdakwa lain.
 
MA perlu meninjau kembali pengambilan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Blora. Ketika memvonis terdakwa, pertimbangan hukum majelis hakim terhadap Warsit dan ketiga terdakwa lain berbeda.(Roes)


Selasa, 12 Januari 2010

MUSDA GOLKAR BLORA KISRUH - srblora edisi 84 planning

Skenario Tidak Jalan - Musda Golkar Blora Ditunda

 

BLORA,SR- Pelaksanaan Musda VII Partai Golkar Blora Minggu (10/1) di gedung Sasana Bhakti akhirnya ditunda sampai batas Waktu yang tidak ditentukan.

     

Musda yang dibuka langsung oleh Ketua DPD I Golkar Jateng Wisnu Suhardono, terjadi kisruh. Hal ini karena Beberapa ketua PK yang menilai, tata tertib yang dipakai tidak sesuai petunjuk pelaksanaan.

   

Optimis; Ketua DPD I PG Jateng Wisnu Suhardono didampingi ketua DPD II PG Blora Yudhi Sancoyo serta sekretarisnya HM Kusnanto melangkah optimis musda akan berlangsung lancar. (Foto: Roes/SR)

  


Sebelumnya Indarjo selaku ketua Panitia Musda kepada para wartawan mengatakan bahwa pelaksanaan musda ini akan berlangsung cepat, karena sudah tercapai kesepakatan Aklamasi.

 

“Sore nanti kita akan lantik ketua DPD II Partai Golkar Blora yang baru, karena sebelumnya telah terjadi kesepakatan Aklamasi untuk pak Yudhi (Yudhi Sancoyo-red),” kata Indarjo.

     

Menjelang musda, dua nama mengemuka untuk bersaing dalam perebutan ketua partai berlambang beringin tersebut. Keduanya, Yudhi Sancoyo (ketua lama) dan Haryono SD (mantan wakil ketua DPRD setempat).

     

Majunya kembali RM Yudhi Sancoyo dalam pemilihan, juga menjadi catatan tersendiri, karena ia telah memimpin selama dua periode. Untuk itulah Yudhi untuk meminta rekomendasi ke DPP PG yang harus disertai dukungan dari PK (Pengurus Kecamatan), dan itu sudah terpenuhi.

     

Disisi lain Haryono saat ditemui mengaku menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme partai. Dia siap maju apabila PK menghendaki dirinya maju. Saat ditanya mengenai rumor bakal ada pemilihan ketua secara aklamasi, Haryono meminta untuk melihat perkembangan.

 

''Kemungkinan selalu ada. Namun, kita lihat saja jalannya musda. Kalau dicalonkan saya siap saja,'' ungkapnya.

     

Sementara saat membuka musda ketua DPD PG Jateng Wisnu Suhardono menilai dari 22 kabupaten/kota di Jateng yang sudah dikunjunginya,  dan menilai Blora paling baik Golkar-nya.

     

Karena itu, dia menargetkan PG menang pilkada Blora. Wisnu juga menargetkan PG menambah perolehan suaranya di pemilu mendatang. ''Saya target menarik kembali 10 persen dukungan yang hilang, sehingga menjadi 30 persen,'' katanya. (Roes)

     

Saat Musda mulai berlangsung terjadi hal yang selama ini tidak pernah terjadi di partai yang berlambang pohon beringin ini. Saat pembacaan tatib terjadi interupsi oleh beberapa PK, sehingga suasana agak memanas. Untuk meredakan situasi ini maka panitia menskores sidang untuk istirahat makan siang.

     

Namun usai istirahat ternyata musda tidak dimulai sampai  kurang lebih pukul 21.30, Indarjo sebagai ketua panitia mengumumkan sidang ditunda karena ketua DPD PG I Jateng mendadak dipanggil ketua umum DPP PG di Jakarta.

     

Usai ditutup ternyata membuat kubu Haryono tidak puas, maka diadakan jumpa Pers ditempat itu juga. Haryono menyatakan tetap akan tunduk apa yang ditetapkan partainya.

     

Akan tetapi dirinya menyayangkan apa yang menjadi alasan penundaan oleh ketua panitia tidak sesuai jutlak dan juknisnya.

 

“Peserta musda baik mulai dari pengurus DPD I Jateng, para ketua PK, Organisasi sayap, masih ada maka sudah memenuhi kourum, mengapa ditunda ini pasti ada sesuatu dibalik ini,” ungkap Haryono didampingi 11 ketua PK Golkar.

 

Dia juga menambahkan, dirinya dan kubunya akan melaporkan juga mempertanyakan permasahan ini ke DPD I Jateng dan ke DPP di Jakarta.(Roes)

Senin, 11 Januari 2010

RUWAT - SRBlora 84- planning

100 Anggota Paguyuban Silatroh Jati Kembang Diruwat

 

BLORA, SR- Bertepatan dengan bulan Suro kebanyakan masyarakat Blora selalu mengadakan kegiatan yang berbau kejawen.

     

Demikian juga apa yang dilakukan Paguyuban Silatroh Jalmo Tinitah Kudu Eling Mlaku Becik Apik Ngalah (Jati Kembang) pada Sabtu (26/10) mengadakan ruwatan masal.

     

Bertempat di aula SKB tak kurang 100 anggota Jati Kembang Blora ini, diruwat secara masal yang ketua panitanya Slamet Irianto yang juga menjabat Kapolsek Blora.

  

ANGGOTA LAMA; Ketua DPRD Blora, HM Kusnanto yang pernah menjadi anggota lama paguyuban Jati Kembang saat memberikan pesanya pada acara Ruwatan 100 anggotanya.(foto: Roes/SR)

   


Hadir pula memberi sambutan ketua DPRD Blora. HM Kusnanto yang juga pernah menjadi anggota paguyuban Jati Kembang. Dalam pidatonya kali ini Kusnanto menyampaikan pesannya agar setiap manusia selalu bertaubat dan pandai-pandai bersyukur pada Tuhan YME.

 

“Kita hendaknya sebagai manusia selalu taubat dan bersyukur pada tuhan YME, niscya akan selalu dijauhkan dari rintangan,” kata Kusnanto.

     

Sementara acara ritual ruwatan itu sendiri diawali dengan doa keselamatan dan dilanjutkan dengan prosesi ruwat yang dipandu langsung pendiri Paguyuban Jati Kembang yakni Purwadi Setyanto.

     

Pada prosesi ini dijelaskan pula arti sesungguhnya ruwat itu sendiri, yakni gabungan kata Ru dan Wat.

 

“Ru artinya baru dan Wat artinya kuwat, yang bermakna manusia selalu berbuat dosa sehingga rusak dan ruwet dan harus diperbarui sehingga kuat menghadapi masalah hidup dan kehidupan,” jelas Purwadi.

     

Purwadi juga menjelaskan bahwa dalam proses perjalanan hidup manusia selalu dihadapkan segala masalah, jika masalah tersebut tidak diurai maka akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

     

Untuk memperbaruinya maka manusia harus memohon ampunan pada Tuhan YME dan menyesali perbuatanya dengan mengucap syukur kepada-NYA,” tambah Purwadi.(Roes)

Kamis, 07 Januari 2010

KANDIDAT KASEK SMPN 6 BLORA - 84 planning

3 kandidat Berpeluang Jabat Kasek SMPN 6 Blora

BLORA, SR- Jabatan kepala sekolah SMPN 6 Blora yang masih kosong memunculkan berbagai prediksi dari beberapa kalangan. Termasuk juga dikalangan guru SMP wilayah kecamatan kota Blora banyak yang memprediksinya.

Beberapa kandidat yang menjadi buah bibir mereka, untuk menduduki jabatan itu yakni Mujiyana(Kasek SMPN 1 Bogorejo, Eko) Suprapto (kasek SMPN 1 Jepon) dan Januani (Kasek SMPN 1 Tunjungan).Hal itu diungkapkan Ateng Sutarno direktur LSM Wong Cilik Blora, saat ditemui Kamis (7/1).

Mantan guru SMPN 5 Blora ini mempunyai penilaian tersebut, dengan pertimbangan yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Menurut Ateng pertimbangan memillih Mujiyana krena saat ini menjabat Plt di sekolah tersebut. Sedang kandidat lain yakni Eko Suprapto dan Januani adalah, setelah kedua orang tersebut menjabat disekolah tersebut selama 1 tahun lebih, kwalitas siswa dengan barometer LCC lalu mengalami peningkatan yang dramatis.

“LCC pada bulan lalu di Diknas SMPN 1 Jepon yang dikomandani pak Eko raih juara 3 kabupaten sedang Siswa SMPN 1 Tunjungan juara harapan 1. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi kedua sekolah tersebut ditingkat kabupaten,” kata Ateng.

Sedang pertimbangan lain bila ditempatkanya Mujiyana disekolah tersebut maka akan memunculkan berbagai macam polemik.

“Semua guru di Blora tahu jabatan wakasek di SMPN 6 Blora diduduki Istrinya, jadi itulah yang bisa memunculkan polemik yang saya katakan tadi,” jelas Ateng.

Lanjut Ateng, solusi terbaik bila bupati harus memilih adalah penempatan Januani yang saat ini Kasek SMPN 1 Tunjungan ke SMPN 6 tersebut.

“Disamping untuk memenuhi kuota perempuan sebagai kasek di sekolah kota, juga secara tak langsung menghindarkan polemik itu (sebagai keterangan Januani saat ini satu sekolah dengan suaminya-Red),” tandas Ateng.

Ateng juga menambahkan bila Bupati memilih Eko Suprapto juga sangatlah tepat karena dari segi senioritas memungkinkan, disamping juga usianya yang mendekati masa pensiun.(Roes)