tabloid pertama karya CAH BLORA ASLI

Sabtu, 16 Mei 2009

SR 67 - RAGAM

Selebritis
Dian Sastro Ingin Cantik sampai Punya Cucu
Jakarta,SR.-


Sudah dua tahun ini Dian Sastrowardoyo rutin mengonsumsi makanan organik. Meski sempat kesulitan, kebiasaan itu berlanjut sampai sekarang. Pasalnya, bintang Ada Apa dengan Cinta? itu yakin bahwa mengonsumsi jenis makanan organik akan sangat bermanfaat di kemudian hari.


Dian sudah mencari tahu sejak lama tentang makanan organik. "Awalnya susah. Mungkin, karena kepadatan aktivitas aku di luar rumah," ujarnya saat ditemui di Senayan City kemarin.Di luar rumah, kata Dian, tidak banyak rumah makan yang menjajakan makanan dengan bahan masakan yang dikelola secara organik. "Akhirnya, mau tidak mau, makan makanan biasa kalau sedang tidak di rumah," kenang perempuan kelahiran 16 Maret 1982 itu.


Sementara itu, membawa bekal sendiri dari rumah dirasa kurang memungkinkan. Selain persoalan sempitnya waktu, makanannya akan menjadi dingin sehingga kurang sedap. Beruntung, pemain film Drupadi itu mengatakan, sekarang ini sudah ada katering langganan.




Katering itu, menurut dia, memang terbiasa memasak masakan sehat untuk rumah sakit, penderita diabetes, kelebihan kolesterol, dan sebagainya. "Kata pelatih olahragaku, aku harus mengatur pola makan," terus Dian yang rutin fitnes tiga sampai empat kali dalam seminggu.


Untuk urusan kulit, selain minum vitamin E, Dian tidak lupa menggunakan sun block jika akan banyak beraktivitas di luar ruangan. "Jadi, sebenarnya jangan khawatir buat para perempuan yang sering naik angkot (angkutan kota, Red). Pakai sun block saja. Aku juga masih suka naik ojek kalau lagi telat," ungkapnya.Bagaimana rasanya naik ojek?


"Rasanya, semriwing-semriwing gitu deh," akunya latas tersenyum. Dia menegaskan bahwa menjadi perempuan cantik tidak boleh manja.Menurut Dian, merawat kecantikan dan kesehatan tubuh memang bukan perkara mudah. Namun, prinsipnya, jangan ragu dan lelah untuk dilakukan.


"Aku merawat diri ini untuk diriku sendiri, bukan orang lain. Lagi pula aku nggak mau cantik untuk orang, karena nggak mau dipelototi orang. Nanti malah nggak nyaman," tuturnya, setengah bercanda. Dian menegaskan, kecantikan adalah investasi jangka panjang. "Aku pengin cantik sampai nanti jadi ibu-ibu dan punya cucu," harapnya. (Roes)




Pendikan keluarga
Belajar di Kasur Pangkal Tertidur


Pernah dengar cerita Sleeping Beauty kan? Dalam kisah itu, diceritakan bahwa Putri Aurora yang cantik jelita hidup bahagia di kerajaan milik sang ayah. Namun, kutukan peri jahat membuatnya tidur abadi saat ujung jarinya tertusuk jarum mesin pemintal. Akibatnya, sang putri tertidur selama ratusan tahun sampai akhirnya dibangunkan kecupan sang pangeran tampan.


Kisah ala Putri Aurora ternyata bukan isapan jempol belaka. Zaman sekarang, masih ada orang-orang yang tertidur setelah bersentuhan dengan suatu benda. Nama kutukan itu sleeping study. Ya, kalau Putri Aurora tertidur saat memintal benang, mayoritas 74,7 persen responDet tertidur saat belajar.


Wah, berarti, peri jahat masih berkeliaran dong? Tenang, yang terjadi nggak seperti itu. Para responDet tertidur saat belajar bukan karena kutukan. Tapi, karena belajar di kasur (27,9 persen), materi pelajaran yang memang membosankan (23,1 persen), atau kecapekan (20,1 persen).


Seperti dalam kisah Putri Aurora, kutukan sleeping study itu juga punya penawar. Eits, bukan kecupan pangeran tampan yang jadi penetral. Itu mah namanya mupeng! He he. Menurut responDet, yang bisa menangkal kutukan sleeping study adalah alunan musik (37,7 persen), belajar di meja belajar (19,2 persen), dan nggak belajar terlalu malam (18,9 persen).


Salah seorang responDet yang punya pengalaman jadi korban kutukan sleeping study adalah Muhammad Indra Syahputra. Pelajar SMP Khadijah itu pernah tertidur saat belajar lantaran buka buku di atas kasur. "Gara-gara belajar sambil tiduran, jadi kebawa males. Aku yang awalnya semangat akhirnya malah molor di tempat tidur, ha ha," cuapnya.


Nah, sebagai korban sleeping study yang cukup berpengalaman, Indra punya vaksin yang sering digunakannya. Namanya, MUSIK. ''Kalau lagi belajar, lebih baik sambil nyetel MP3 atau dengerin radio. Suasana rame bikin orang kebrisikan, kan. Kalau sudah gitu, kan nggak jadi ngantuk," tandasnya.


Seiya sekata sama Indra, Johan Putra sependapat bahwa kasur memang cocok mendapat predikat biang tertidur saat seseorang belajar. ''Masalahnya, kasur tuh benar-benar berhawa tidur. Siapa pun yang melakukan apa pun di sana pasti ngantuk. Termasuk, belajar di kasur,'' ungkap cowok yang sekolah di SMAN 9 itu.


Buat membendung kantuk, Johan punya jurus ampuh. Yakni, belajar di tempat yang benar: meja belajar. "Kalau di meja belajar, hawa buka bukunya lebih kental. Jadi, ilmu yang dipelajari juga lebih nancep ke otak. Dan yang lebih penting, nggak ngantuk," urainya panjang lebar.


Pengalaman Aprina Fitri lain lagi. Menurut pelajar SMK Farmasi itu, yang bikin virus sleeping study datang adalah pelajaran yang membosankan. ''Biasanya, kalau pelajarannya enak, gampang dicerna, jadi lebih konsen. Kalau mbosenin, udah gitu banyak istilah anehnya pula, waduh, selamat deh, pasti ketiduran," cerocosnya.


Biar nggak fall asleep saat belajar, Fitri punya tip jitu yang sama dengan Johan: belajar di meja belajar. "Kalau belajar di meja, pasti duduknya tegak. Nggak nyender atau tiduran. Nggak jadi ngantuk kan?" katanya. (ask/rum/Roes)




Pendidikan sex
Seks di Luar Kamar ??!


Jangan sampai aktivitas seksual hanya menjadi rutinitas tanpa ada lagi sensasi. Bila bosan dengan gaya yang itu-itu saja, Anda bisa mencoba pengalaman baru dengan ngeseks tanpa menanggalkan busana, di tempat-tempat yang tak biasa!
Untuk mewujudkan sensasi tak biasa itu, Anda dan pasangan perlu sedikit melakukan persiapan.


Pilih pakaian
Seks tanpa menanggalkan pakaian, bukan berarti hanya menggunakan pakaian sehari-hari. Sebaliknya, Anda perlu menyiapkan pakaian khusus; menutup sebagian tubuh, tapi memberikan akses ke bagian-bagian 'penting'.
Pilihlah busana yang simpel dan kalau bisa, longgar. Anda bisa memilih lingerie berupa baju tidur dari bahan lace atau sutra. Sementara pasangan bisa memakai celana boxer longgar yang dipadu t-shirt.


Pilih lokasi
Jangan melulu di ranjang. Anda bisa memilih sofa di ruang tamu atau di depan televisi di ruang keluarga. Bisa juga mengambil tempat di dapur, di meja makan (tentu saja pastikan dulu meja itu cukup kuat untuk menyangga Anda berdua). Tempat yang lebih ekstrim, Anda bisa mencobanya di atap rumah dekat tempat jemuran. Pilihan tempat yang tidak lazim ini akan menambah sensasi anda berdua dalam bercinta.


Foreplay
Hubungan intim yang baik selalu didahului oleh proses pemanasan yang memadai. Pakaian yang masih menempel tidak boleh menjadi halangan. Sebagai tahap awal, rabalah bagian tubuh pasangan Anda dari luar pakaiannya. lakukan dengan lembut. Kalau ingin menjangkau kulitnya, singsingkan sedikit busananya. Hmm..


Berpakaian sampai akhir
Pakaian yang yang longgar dan sederhana akan mudah disingkapkan kapanpun Anda membutuhkannya. Pakaian itu juga tidak akan menghalangi Anda bercinta dengan berbagai posisi. Lakukan posisi-posisi bercinta yang menyesuaikan tempat sekitar. Lakukan sentuhan akhir sambil tetap mengenakan pakaian.
(PR/dila/Roes)

SR Edisi 67 - OLAH RAGA

Terkait pemangkasan Anggaran PERPANI
Dua Atlit Nasional di Blora terancam Pindah
Blora, SR.-
Kabar kurang baik akan segera muncul, setelah anggaran Persatuan Panahan Indonesia Kab Blora dipangkas dari Rp. 150 juta menjadi Rp.25 juta. Padahal selama ini, selama 3 tahun pada setiap Popda dipastikan Blora menjadi juara umum dalam cabang olah raga ini.
Hal itu diungkapkan ketua Umum Perpani Blora Wahono saat dikonfirmasi Jum’at (8/5) di ruang kerjanya. “Dampak pemangkasan anggaran ini, saya khawatir larinya dua atlit nasional yang dimiliki Blora yakni Lusiana Pandiangan dan Uli Sibarani kabur kedaerah lain. Sebagai,” katanya.
Menurut ketua PWI Pokja II Jateng ini, dengan bantuan uang pembinaan dari APBD, sangat berguna sekali mengingat peratan panahan harganya sangatlah mahal. “Ambil contoh harga busur FITA saja harganya 28 juta sedang anak panah satu set Rp. 5,5 juta. Belum lagi target/spon kasar setiap 4 kali latihan harganya perbuah Rp.150 ribu. Bagaimana bisa berprestasi lagi dengan anggaran sebesar itu,” jelas Wahono.
Disisi lain dia sangat menyayangkan pengeplotan anggaran olah raga pada tahun ini banyak mengandung unsur politis dalam penentuan besarannya. Untuk itu dirinya enggan disalahkan bila nantinya atlitnya tidak menghasilkan prestasi seperti tahun sebelumnya.
“Tahun lalu pada Popda kami mendapatkan 8 medali emas dari 10 emas yang diperoleh kabupaten Blora. Begitu juga pada ajang sirkuit panahan nasional di Bogor kami selalu pulang bawa medali emas,” tandas Wahono. (Roes)

OPINI

Kulanuwon

Republik Krisis… Sekolah Gratis ????

Denmas SASTRO yang gagal melenggang ke kursi Dewan, awal April lalu, kelihatannya sudah bisa menerima keadaan. Ketika berkumpul di News Cafe kampung sebelah pun, dia tampak mulai ceplas-ceplos, kembali mengkritisi kondisi negeri.
Meskipun masih dengan gaya MBLORO-nya, tema obrolan yang disampaikan sesuai newspeg terkait Hari Pendidikan Nasional yang jatuh 2 Mei lalu.

“Saya ini lagi jengkel dengan iklan Cut Mini soal sekolah gratis di mana-mana yang ditayangkan televisi-televisi itu lho Mas. Saya kok mencium aroma politis, kampanye terselubung dan mengandung unsur penipuan,” kata Kang SASTRO mulai membuka pembicaraan dengan kawan-kawannya.

”Wah lha jangan terburu-buru mengambil kesimpulan gitu ta Denmas. Siapa tahu itu benar-benar iklan layanan masyarakat yang bermaksud baik untuk menumbuhkan semangat belajar anak bangsa,” papar Mas Wanto, sahabat Denmas Sastro yang setia setiap saat melayani udarasa kawannya itu.

“Tapi substansi permasalahan pendidikan di negeri ini kan bukan sekadar sekolah gratis. Memangnya ada sekolah negeri yang benar-benar gratis… tis… tis, tidak ada kan Mas.

Para orangtua tetap saja harus membayar seragam, membayar iuran ini itu dan sebagainya... dan sebagainya. Yang lebih penting menurut saya kan justru soal kualitas, mutu pendidikan, termasuk di dalamnya sumber daya manusianya, kurikulumnya.
Masalah Ujian Nasional (UN) saja sampai sekarang banyak diprotes kan?” papar Denmas Sastro tak mau kalah.

”Betul memang. Tetapi soal biaya pendidikan kan juga menjadi hal sangat penting. Banyak anak yang tidak bisa sekolah, tidak mampu menyelesaikan pendidikan dasar karena harus membayar SPP. Nah kalau itu sudah dihapus kan bisa mengurangi beban para orangtua,” jawab Mas Wanto.

“Soal menggratiskan sekolah kan tidak perlu sampai digembar-gemborkan sebegitu gencarnya di televisi. Jangan-jangan nanti rakyat malah bingung mencari sekolah negeri yang gratis, padahal faktanya sulit kan. Tak perlu banyak promosi, yang penting realisasi.

Nyatanya saya juga masih belum tahu, di mana SD dan SMP gratis di kota kita ini coba… katanya di mana-mana,” papar Denmas Suloyo tetap tak mau kalah.
Ketika obrolan kian gayeng, tiba-tiba di televisi yang dipasang di News Cafe tempat mereka ngobrol menyiarkan iklan yang dimaksud Denmas Sastro tadi.

“Biar bapaknya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot… Biar bapaknya loper koran, anaknya bisa jadi wartawan… Sekolah harus bisa… mau tak?” Begitulah kalimat-kalimat bernada optimistis meluncur dari mulut Cut Mini dalam logat Melayu seperti saat artis itu menjadi Bu Muslimah dalam film Laskar Pelangi yang disambut Denmas Sastro dengan ucapan, ”Ahh… Tenaneeee?”

Gencarnya iklan Sekolah Gratis di Mana-mana yang dilancarkan Depdiknas itu memang kemudian mengundang pro dan kontra. ada yang menganggap iklan itu sah-sah saja, biasa saja, positif karena mengampanyekan kebaikan.

Akan tetapi tidak sedikit yang menganggap sebaliknya bahwa iklan itu hanyalah sebuah propaganda, tak lebih dari sebuah kampanye politis untuk mendongkrak citra positif pemerintah yang sedang berkuasa atau bahkan ada yang menyebut bahwa iklan itu menipu.

Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga (Unair) Sukowidodo, misalnya, terang-terangan menganggap iklan terbaru pemerintahan SBY itu cenderung menipu. Iklan pendidikan gratis itu, kata dia, menafikan bahwa kondisi dunia pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Suko mencontohkan banyak gedung sekolah yang tak representatif atau minimnya sarana dan prasarana pengembangan sekolah.

Selama ini, anggaran yang tersedia masih sebatas untuk pembiayaan operasional, bukan murni gratis (sumber: Surabaya Post, 29/4). Jadi tidak salah kalau ada yang mengorelasikan antara iklan pendidikan gratis itu dengan kenyataan yang ada di republik ini sebagai sebuah ironi.

Dunia pendidikan di negeri yang masih dilanda krisis ini memang penuh dengan ironi. Di luar persoalan krisis finansial, seperti persoalan sekolah gratis dan sejenisnya, masalah definisi ”membentuk manusia Indonesia seutuhnya” seperti yang tersirat dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003, sudah terlihat adanya ketidaksinkronan antara harapan dan kenyataan kebijakan yang ada.

Pada Pasal 1 UU Sisdiknas tersebut nyata-nyata disebutkan bahwa, ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Akan tetapi, bagaimana jika hal itu dikaitkan dengan kebijakan UN, tes formal yang dengan semena-mena mengeksekusi yang siswa tidak bisa meneruskan pendidikan selanjutnya karena tidak lulus. Padahal peserta didik itu memiliki kepribadian mulia, berketerampilan luar biasa dalam bidang tertentu serta mempunyai kekuatan spiritual yang tinggi. Sayangnya mereka tidak memiliki kecerdasan dalam bidang Matematika, misalnya. Bukankah ini sebuah ironi?

Karenanya, saya sependapat dengan Munif Chatib, seorang konsultan pendidikan dan manajemen dalam buku Sekolahnya Manusia yang menyatakan bahwa kecerdasan seseorang tidak mungkin dibatasi oleh indikator-indikator yang ada dalam achievement test (tes formal).

Sebab setelah diteliti, kecerdasan seseorang itu ternyata selalu berkembang (dinamis) tidak statis. Tes yang dilakukan untuk menilai kecerdasan seseorang, praktis hanya menilai kecerdasan pada saat itu, tidak untuk satu bulan lagi, apalagi sepuluh tahun lagi . .. (Penulis: Drs.Ec.Agung Budi Rustanto-Redaktur Tabloid Suara Rakyat)

Kamis, 14 Mei 2009

Terkait Pemotongan BLT

Terminal Cepu Rusak Parah
Cepu,SR.-

Kondisi terminal Cepu cukup memperihatinkan. Sebab, ruas jalan di dalam maupun di sekeliling terminal rusak parah. Kerusakan sarana terminal tersebut tak jarang menyebabkan rusaknya mobil. Sejumlah awak angkutan umum meminta Pemkab Blora segera memperbaiki kerusakan tersebut. ”Beberapa waktu lalu ada bus yang pirnya patah setelah melewati jalan yang berlubang-lubang itu,” ujar Yanto, salah seorang awak angkutan umum minggu lalu.

Menurut dia, beberapa kali keluhan disampaikan kepada pengelola terminal. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut. Parno awak bus lainnya menyatakan pelataran parkir di Terminal Cepu kini ”dihiasi” dengan beberapa lubang yang cukup lebar.
Tanda-tanda kerusakan jalan, kata dia, sudah terlihat sejak tahun lalu. Tidak adanya penanganan segera dan turunnya hujan menjadikan kerusakan semakin parah. Air hujan tergenang di lubang tersebut. ”Tolonglah terminalnya segera diperbaiki,” tandasnya.
Agustina salah seorang warga Cepu mengatakan, mestinya Pemkab Blora malu melihat kondisi Terminal Cepu saat ini. Sebab, terminal merupakan pintu gerbang menuju suatu daerah. Jika terminalnya rusak, kata Agustina, warga dari luar daerah akan beranggapan kondisi yang sama juga dengan mudah ditemui di Blora. ”Kerusakan sarana di Terminal Cepu sebenarnya terjadi sejak lama. Sebagai warga Cepu, kami malu atas kerusakan itu,” tuturnya.
Selain halaman parkir, lubang menganga di tengah jalan juga terlihat di pintu masuk terminal dari arah Blora. Kerusakan itu menyebabkan tak ada lagi bus yang melewati jalan tersebut. Para sopir lebih memilih menerobos pintu keluar terminal ketika akan masuk terminal.
Kerusakan jalan juga tampak di depan kompleks terminal mulai dari perempatan SPBU hingga pasar. Di jalur itu banyak air tergenang. Lubang di tengah jalan terlihat pula di belakang terminal. Jalan tersebut selama ini dilalui kendaraan yang ingin masuk maupun keluar dari komplek pasar.(Roes)


Murni Aspirasi Rakyat
Jepon, SR.-
Mencuatnya pemotongan BLT yang terjadi di desa Kawengan kecamatan Jepon, dari data SR dilapangan berasal dari masukan masyarakat. Atau dengan kata lain masyarakat desa, saat ini sudah bisa dikatakan menuntut dan peduli keterbukaan program pemerintah.
 
Padahal sebelumnya ada beberapa elemen masyarakat, menuding munculnya kasus tersebut karena adanya caleg terpilih Suningsih. Asumsi mereka cukup sederhana, bahwa itu wujud pelampiasan dendam Suningsih yang kecewa saat kalah dalam pilkades lalu.
Saat ditemui di kediamanya Caleg Jadi dari partai Golkar ini justru sangat kaget terhadap tudingan itu. “Saya kaget kok bisa-bisanya ada orang yang menuduh saya dendam, Padahal itu fakta yang ada. Dan masyarakat Kawengan tahu saya caleg didaerahnya maka mereka menyalurkan aspirasinya pada saya,dan itu merupakan wujud pembelajaran berdemokrasi” jelasnya. 
Menurut Caleg yang dipastkan duduk di DPRD Blora ini, bila aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya tidak ditindaklanjuti adalah dosa besar. “Saya terpilih karena mereka, dan saya wajib menindaklanjuti aspirasinya. Saya pilih anda dan temen-temen pers, yang bisa langsung membuktikan dilapangan dalam waktu cepat,” ungkap Suningsih.(Roes)


Selasa, 12 Mei 2009

HEWAN PURBA

Fosil Gajah Purba Selesai Evakuasi

Blora,SR.-

Tak kurang dari sebulan, proses evakuasi fosil gajah purba Elephas hysudrindicus yang ditemukan di Dukuh Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora akhirnya rampung. Kemarin, beberapa bagian fosil yang sudah diangkat dikirim ke Museum Geologi Bandung. 

Pengiriman dengan mobil tersebut adalah pengiriman kali kedua. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, sejumlah bagian fosil gajah telah lebih dahulu dibawa ke Bandung. 

Bagian fosil yang dikirim terakhir kemarin antara lain tulang kaki, rusuk, rahang, dan tulang belakang. Sebelum diberangkatkan ke Bandung, fosil itu ditunjukkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Bambang Sulistya dan pegawai Pemkab sehabis upacara pagi di halaman Kantor Pemkab, kemarin (12/5). 

“Fosil-fosil itu selanjutnya akan disatukan lagi di Museum Geologi Bandung,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Blora Pudiyatmo melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo. 

Dia mengemukakan, proses penggalian dan evakuasi fosil gajah purba telah selesai. Namun bukan berarti rampung 100%. “Sekitar 99%,” tandasnya. 
Menurut Suntoyo, setelah seluruh bagian tubuh fosil disatukan kembali, akan diketahui berapa besar bentuk gajah purba tersebut. 

Proses penyatuan itu diprediksi membutuhkan waktu berbulan-bulan. “Untuk saat ini proses evakuasi sudah selesai, namun apakah masih ada bagian fosil yang kurang, akan diketahui setelah proses penyatuan selesai,” jelasnya. 

Seluruh proses evakuasi dan penyatuan bagian fosil dilaksanakan tim dari Museum Geologi Bandung. Suntoyo menyebutkan, Pemkab Blora kelak akan mendapatkan replika bentuk gajah purba tersebut. “Fosil gajah purba itu milik negara,” tegasnya.  

Menurutnya, fosil gajah purba Elephas hysudrindicus yang ditemukan di Medalem itu merupakan penemuan istimewa karena beberapa bagian fosil masih utuh.(Roes)


Senin, 11 Mei 2009

Terkait Isu Mayat

Pemilik Rumah Terancam Pidana

Blora, SR.-

Hingga kemarin polisi masih memeriksa intesif Am (38), pemilik rumah yang tiga hari terakhir ini menghebohkan warga dengan menginformasikan bahwa ada sebuah makam kuno yang di dalamnya berisi mayat utuh.

‘’Sampai saat ini kami masih memeriksa intensif pemilik rumah yang berinisial Am. Semua itu untuk memperdalam latar belakang dan motif penyebaran kabar itu,’’ tandas Kapolsekta AKP Slamet, kemarin.

Menurut dia, besar kemungkinan pemilik rumah itu akan dijadikan tersangka dan ditahan. Menurut Slamet, dia akan dikenai Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. ‘’Seseorang sudah melapor, hanya saja untuk sementara kami belum bisa menyebutkan siapa pelapor itu,’’ tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Warga Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota dan sekitarnya, Sabtu (9/5) sore lalu digegerkan oleh kabar bahwa di belakang sebuah rumah di kompleks Perumahan Kamolan Indah ada kuburan yang berisi mayat dalam kondisi utuh.

Sejumlah polisi gabungan dari Polsek Kota dan Polres Blora pun langsung datang ke TKP dan memasang police line di lokasi. Namun, polisi waktu itu tidak langsung membongkar makam, tapi meminta keterangan pemilik rumah.

Untuk membuktikannya, polisi akhirnya membongkar gundukan tanah tersebut pada Sabtu (9/5) malam. Saat digali, ternyata hanya berisi kain bekas, seperti korden, sajadah, dan spanduk bekas. (Roes)

Seputar Hutang PDAM Blora

Utang Rp 3,2 M  PDAM Blora Tunggu Pemutihan

Blora, SR.-
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora masih menunggu realisasi pemutihan bunga utang dari pemerintah pusat. Sebab, program pemutihan tersebut rencananya dilaksanakan tahun ini.

Hanya, ada syarat tertentu yang dilakukan PDAM di daerah, jika ingin ikut program penghapusan bunga utang dana pinjaman Bank Pembangunan Asia (ADB) tersebut. Salah satunya, penyesuaian tarif rekening pemakaian air bersih lebih besar dari biaya dasar (produksi). Dengan ketentuan itu, PDAM Blora harus menaikkan tarifnya jika menginginkan bunga utangnya dihapus. ''Sejak Maret lalu, kami telah menaikan tarif pemakaian air bersih dari Rp 1.000 per meter kubik menjadi Rp 1.500,'' ujar Direktur Utama PDAM Blora, Eko Budi Risetiawan kemarin.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.05/2008 tentang penyelesaian piutang negara yang bersumber dari penerusan pinjaman luar negeri, rekening dana investasi dan rekening pembangunan daerah pada PDAM, kata dia, disebutkan bahwa dalam rangka penyelesaian piutang negara, PDAM diwajibkan memenuhi pra kondisi yakni ditetapkan tarif lebih besar dari biaya dasar.

Selain itu, pengangkatan direksi dilakukan melalui fit and proper tes oleh gubernur/bupati dan membuat business plan untuk periode lima tahun. ''Berbagai persyaratan itu telah kami lakukan. Kini kami menunggu proses selanjutnya dari program pemerintah tersebut. Dan, ini dilakukan PDAM se Indonesia,'' kata Kokok, sapaan akrab Eko Budi Risetiawan.

Kokok menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya hingga kini masih terlilit utang ADB sebesar Rp 3,2 miliar. Utang pokok PDAM di tahun 1996 sebenarnya hanya sekitar Rp 920 juta. Namun, karena setiap tahun pinjaman tersebut berbunga dan angsuran pembayaran utang tidak lancar, maka beban utang yang harus dilunasi membengkak hingga sebesar Rp 3,2 miliar. Pemerintah pusat kemudian membuat peraturan terkait penghapusan utang PDAM di setiap daerah. ''Jika kita ikut, bunga utang diputihkan. PDAM cukup membayar pinjaman pokok,'' jelas Kokok.

Selain untuk memenuhi persyaratan pemutihan bunga utang, lanjutnya, kenaikan tarif air PDAM juga untuk kelangsungan hidup perusahaan. Kokok mengatakan, tarif PDAM Blora selama ini jauh di bawah biaya produksi. Biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk setiap meter kubik air sebesar Rp 2.000. Padahal tarif air bersih sebelumnya hanya Rp 1.000 per m3. ''Kami memohon masyarakat pelanggan memahami kondisi ini,'' pintanya.

Menurutnya, kenaikan tarif PDAM rencananya akan terus dilakukan setiap tahun sebesar Rp 200 hingga tahun 2012. Dengan kenaikan tarif itu, Kokok menyadari pihaknya dituntut harus lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Padahal, selama ini setiap pertengahan hingga akhir musim kemarau, pelanggan PDAM di sejumlah tempat di Kota Blora tidak mendapatkan air lantaran terbatasnya bahan baku air. ''Kami fair, kalau tidak bisa melayani pelanggan, kami juga tidak menerbitkan rekening,'' tandasnya. (Roes)